Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Masalah remaja merupakan masa di mana seorang individu mengalami peralihandari suatu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh,minat, pola prilaku dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurelock, 1998).Oleh karenanya remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yaitumasalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahansosial.Masa remaja adalah sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usiamaupun peranannya sering kali tidak jelas. Pubertas yang dahulu dianggapsebagai tanda awal keremajaan, ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan umur untuk mengkategorikan remaja, sebab usia pubertas yang dahuluterjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada belasan tahun bahkansebelum usia 11 tahun. Seorang anak usia 10 tahun mungkin saja sudah (atausedang) mengalami pubertas, namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagairemaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa, ia belum siapmenghadapi dunia nyata orang dewasa meski di saat yang sama ia juga bukananak-anak lagi.1
 
Secara psikologis, remaja adalah usia dimana individu terintegrasi ke dalammasyarakat, suatu usia di mana anak tidak merasa sama atau paling tidak sejajar.Memasuki masyarakat dewasa, ini mengandung efektif lebih atau kurang dari usia pubertas. (Hurlock dalam Ali dan Asrori, 2006:9). Adapun tugas-tugas perkembangan anak usia remaja adalah mampu menerima keadaan dirinya,memahami peran seks/jenis kelamin, mengembangkan kemandirian,mengembangkan tanggung jawab pribadi sosial dan menginternalisasikan nilai-nilai moral dan merencanakan masa depan.Dewasa ini tidak sedikit remaja dapat melakukan perbuatan anti sosial dan asusilakarena tugas-tugas prkembangan tersebut kurang berkembang dengan baik.(Mohammad Ali dan Mohammad Asrori 2006:12).Terkait dengan karakteristik remaja yang erat dengan keinginan adanyakebebasan, independensi, dan berontak dari norma-norma, maka merokok di usiaremaja merupakan suatu hal yang bisa dikatakan menyimpang dari norma-norma.Merokok di usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak danlapisan masyarakat. Hal ini disebabkan karena kebiasaan merokok bagi remajayang dimulai sejak muda dapat memperburuk kesehatan di usia produktifnya.Berdasarkan data hasil sidak yang dilakukan oleh guru BK dan guru mata pelajaran serta wali kelas pada bulan April tahun 2009 di SMK MuhammadiyahAmbarawa diperoleh data sebagai berikut.2
 
Tabel 1 : Data hasil sidak SMK Muhammadiyah Ambarawa tahun 2009
 NoJenis PelanggaranF%12345Merokok di luar jam sekolahMembawa rokok Membawa korek apiMembawa tembakau kemasan kecilMembawa cengkeh11212056173332810Jumlah63100%Sumber : BK SMK Muhammadiyah Ambarawa tahun 2009Dari data di atas dapat diketahui yang menjadi frekuensi tertinggi adalahmembawa rokok dan membawa korek api. Untuk itulah menarik bagi penelitiuntuk mengadakan penelitian secara ilmiah tentang faktor-faktor penyebab remajasuka merokok pada siswa SMK Muhammadiyah Ambarawa tahun 2009.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalahsebagai berikut :Apa saja faktor penyebab remaja suka merokok pada siswa SMMuhammadiyah Ambarawa tahun 2009”.Dari rumusan masalah di atas maka penulis merumuskan judul penelitian sebagai berikut :“FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB REMAJA SUKA MEROKOK”3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more