Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen 20 tahun 2009

Permen 20 tahun 2009

Ratings: (0)|Views: 1,224 |Likes:
Published by PRAJA13
PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DANA ALOKASI KHUSUS DI DAERAH
PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DANA ALOKASI KHUSUS DI DAERAH

More info:

Categories:Types, Letters
Published by: PRAJA13 on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
- 1 -MENTERI DALAM NEGERIREPUBLIK INDONESIAPERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DANA ALOKASI KHUSUS DI DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,MENTERI DALAM NEGERI,Menimbang:
a.
bahwa untuk pencapaian sasaran penggunaan Dana AlokasiKhusus sebagai bagian dari dana desentralisasi, perludikelola secara efisien dan efektif dalam satu kesatuansistem pengelolaan keuangan daerah;
b.
bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 163 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah, Pasal 129 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pasal 59ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005tentang Dana Perimbangan, mengamanatkan Menteri DalamNegeri mengkoordinasikan, membina dan mengawasipengelolaan Dana Alokasi Khusus;
c.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan PeraturanMenteri Dalam Negeri tentang Pedoman PengelolaanKeuangan Dana Alokasi Khusus Di Daerah;Mengingat:1.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang KeuanganNegara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4286);
2.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4301);
3.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negara (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3455);
4.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4400);
 
- 2 -5.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang SistemPerencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubahbeberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4844);7.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentangPerimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat danPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4438);
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentangStandar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor4503);9.Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang DanaPerimbangan, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4574);
10.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentangPengelolaan Keuangan Daerah, (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4578);11.Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentangPengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);
12.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan DaerahKabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 82, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4737);
13.
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen DalamNegeri sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhirdengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri
 
- 3 -Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasidan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;MEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMANPENGELOLAAN KEUANGAN DANA ALOKASI KHUSUS DIDAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :
1.
Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati atauWalikota, dan perangkat daerah sebagai unsurpenyelenggaraan pemerintah daerah.
2.
Kepala Daerah adalah Gubernur bagi daerahprovinsi, Bupati bagi daerah kabupaten, Walikota bagidaerah kota.
3.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negaraselanjutnya disingkat APBN adalah rencana keuangantahunan pemerintahan yang dibahas dan disetujui bersamapemerintah dan DPR RI ditetapkan dengan Undang-Undang.
4.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahselanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangantahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujuibersama pemerintah daerah dan DPRD ditetapkan denganPeraturan Daerah.
5.
Dana Alokasi Khusus selanjutnya disingkat DAadalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikankepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantumendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerahdan sesuai dengan prioritas nasional.
6.
Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkatKUA adalah dokumen yang memuat kondisi makro ekonomidaerah, asumsi penyusunan APBD, kebijakan pendapatandaerah, kebijakan belanja daerah, kebijakan pembiayaandaerah dan strategi pencapaiannya untuk periode satutahun anggaran.
7.
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yangselanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan programprioritas dan patokan batas maksimal anggaran yangdiberikan kepada SKPD untuk setiap program/kegiatansebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelahdisepakati dengan DPRD.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Syakir Roti liked this
Nur Agus Salim liked this
Bayu Firdaus liked this
Wawan Tarwan liked this
Lulu Nur Ajizah liked this
Hadisuharto liked this
B'MAZ liked this
B'MAZ liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->