MULTIKULTURAL INDONESIA;
Pedoman dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Harmoni dan Humanis
Fax
: 0343 611250,
Email
: lintasagama@gmail.com
Alamat
: Jl. Pesantren Ngalah No. 16 Sengonagung Purwosari Pasuruan 67162Contact Person: 085 722 776 367 (Dayat)
Term of Reference
(TOR) Penyusunan Buku
1
TERM OF REFERENCEPENYUSUNAN DAN PENERBITAN BUKU
MULTIKULTURAL INDONESIA
PEDOMAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARAYANG HARMONI DAN HUMANIS
A.
LATAR BELAKANG
Bermula dari keinginan dan kemauan yang kuat, serta cita-cita besar
KH. Moh. SholehBahruddin
sebagai pengasuh Pesantren Ngalah dengan dukungan berbagai pihak sehinggaUniversitas Yudharta Pasuruan berkembang sebagai bagian dari wujud kepedulian anak bangsa yangingin ikut berpartisipasi dalam memperhatikan permasalahan bangsa dan ter-ejawantahkan dalambingkai moralitas religius pluralistik, melalui penataan kehidupan kampus yang akademis danmultikultural.Sudah menjadi sunnatulah bahwa keragaman (pluralitas) merupakan realitas yang tidak dapatdihindari, baik pluralitas dalam hal agama, etnik maupun budaya masyarakat. Indonesia dikenalsebagai masyarakat majemuk (
pluralistic society
) semboyan dalam lambang negara Republik Indonesia“Bhinneka Tunggal Ika”. Masyarakat Indonesia yang plural, dilandasi oleh berbagai per-bedaan,baik horisontal maupun vertikal. Perbedaan horisontal meliputi kesatuan-kesatuan sosialberdasarkan suku bangsa, bahasa, adat istiadat, dan agama. Sementara perbedaan yang bersifatvertikal yakni menyangkut perbedaan-perbedaan lapisan atas dan bawah, yang menyangkut bidangpolitik, sosial, ekonomi, maupun budaya.Hal yang juga menjadi diskursus adalah bahwa tonggak sikap keberagaman tersebut munculdari pesantren yang selama ini jarang sekali dilakukan oleh pesantren-pesantren lain. Maka,pemunculan sikap pluralis itu dengan membangun toleransi antar umat beragama. Sebuah toleransiyang dibangun atas dasar kesadaran bersama akan pluralitas agama demi terwujudnya masyarakatyang harmonis dan berkeadilan.Disamping makna penting pluralitas, maka pengembangannya pada sikap multikulturalisme.Di lingkungan pesantren, pengembangan arah multikultural ini masih tergolong baru, bahkan diIndonesia, Unversitas Yudharta Pasuruan, masih merupakan satu-satunya universitas multikulturalyang berada di tengah-tengah pesantren. Walaupun sesungguhnya dalam tataran doktrin yangbersumber dari ajaran Islam, al-Qur’an dan al-Hadis, sejak diturunkan ajaran ini, sudahdiperkenalkan. Hanya saja, oleh karena gejala hidup multikultural merupakan fenomena baru,setidak-tidaknya di Indonesia, dan lebih khusus lagi di kota kecil seperti Pasuruan ini, maka perlu
Add a Comment
romli-aldirsy-8013left a comment