Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KoranTempo.10 Mar 10

KoranTempo.10 Mar 10

Ratings: (0)|Views: 2,508 |Likes:
Published by eko joko

More info:

Published by: eko joko on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
 J L  S I L I WA N G I
L ALA AA
     J      L      P     A     J     A     J     A      R     A      N
           J           L           S            U            R            Y           A
    K    E    N   C    A    N    A
 G g A  s  e m
SituPondokBenda
JL SILIWANGI
Kantor WalikotaTangerangSelatanMasjidAbu Jibrilcarefour UniversitasPamulangPamulangSquare
 S E R P O N G / B S D
    C     I     P     U     T    A     T
JAKARTACiputat BSD
JLDR
A
J                     L                    H                      R                     E                     A                     N                     
RukoMultiplusRumahMantri Fauzi
Pamulang 
U
www.tempointeraktif.comwww.korantempo.com
RABU
10 MARET 2010 | EDISI NO. 3119 | TAHUN IX | 40 HALAMAN | RP 3.000
NASIONAL
»
A6
Makelar Kasus di KPK Diusut
DEDENGKOT TERORIS DIDOR
S
atu per satu mereka tumbang di-terjang peluru. Setelah dedengkotteroris Dr Azahari, Noor Din M.Top, Urwah, dan Syaifuddin Jaelani,kemarin giliran seorang tokoh terorisberpengaruh dihantam peluru polisi da-ri Detasemen Khusus 88 Antiteror."Yang tewas itu Dulmatin," kata sumber
Tempo
di Markas Besar Kepolisian RI.Bila benar itu Dulmatin, ini merupa-kan tangkapan besar Detasemen Khu-sus 88. Dulmatin atawa Joko Pitonoadalah pembuat detonator bom di Balipada 2002 dan di Hotel JW Marriott,Jakarta, pada 2003. Dia jago membuatpemicu bom dan pernah berperang diAfganistan. Amerika Serikat sampaibersumpah memberikan hadiah US$ 10juta (sekitar Rp 92,7 miliar) bagi pem-bekuknya.Jasadnya tergeletak di bilik sempitwarung Internet Multiplus di Jalan Sili-wangi, Pamulang, Tangerang Selatan.Tangan kanannya masih menggenggamsepucuk pistol, entah pistol siapa. Duatersangka teroris lain dihajar tembakandi tempat sekitar 1,5 kilometer dariwarnet itu, tepatnya di Gang Asem, Ja-lan Setiabudi, Pamulang.Hingga semalam, kematian Dulmatinmasih simpang-siur. Juru bicara MabesPolri, Inspektur Jenderal Edward Arito-nang, menyebutkan salah satu yang tewasdi Pamulang itu berinisial YI. Siapa YI?Menurut sumber
Tempo
di Kepolisian, YIadalah Yahya Ibrahim. Ada yang bilang,ini nama samaran Dulmatin. Tapi SidneyJones, penasihat senior International Cri-sis Group untuk Asia Tenggara, yakin itubukan Dulmatin.Ada pula yang mendugadia adalah Umar Patek.
G
JOBPIE SUGIHARTO | SUTJIEDECILYA | AYU CIPTA | ANTON WILLIAM | JONIANSYAH
SEBUAH SIANG
DI PAMULANG
Sejak 27 Februari, empat hari setelah penyerbuan ke kamp pelatih-an teroris di Aceh, polisi Detasemen Khusus 88 Antiteror mengama-ti orang yang diduga sebagai Dulmatin, 40 tahun, dan kawanannyadi Pamulang, Tangerang, Banten. Kemarin polisi mengakhiri pengin-taian. Orang yang diduga sebagai Dulmatin ditembak mati di rukoMultiplus. Dua lainnya ditembak mati saat mencoba kabur dari ru-mah mantri Fauzi di Gang Asem Nomor 15-B, 1,5 kilometer dari ru-ko itu. Inilah kisahnya:
PENYERGAPANDI RUMAH MANTRI FAUZI
1.
Sekitar pukul 10.00 WIB, polisi antiterordalam penyamaran mulai mengepung rumahFauzi.
2.
Pukul 13.00, dua orang yang mengendaraisepeda motor Suzuki Thunder melesat keluar, menuju Jalan Setia Budi, sekitar 200meter dari rumah itu.
3.
Sekitar 30 meter sebelum mereka mencapaimulut jalan, polisi antiteror menembak kedu-anya, yang diketahui bernama Rikwan danHasan Nur.4. Hampir berbarengan, polisi lainnya menyerbuke dalam rumah. Istri dan anak Fauzi berlarike luar. Setelah itu, terdengar 4-5 kali tem-bakan dari dalam rumah.5. Beberapa saat kemudian polisi menggelan-dang keluar dua pria berusia sekitar 35tahun, yakni BR alias AH dan SB alias I.6. Dari rumah Fauzi disita senapan angin, buku-buku ajaran jihad, dan
handycam
.
1.
Polisi antiteror meng-ikuti orang yang didugasebagai Dulmatin aliasJoko Pitono--KTP-nya atasnama Yahya Ibrahim. Iaberboncengan denganwanita yang diduga istri-nya, di atas Honda Sup-rafit B-6174-ECZ menujuruko Multiplus di JalanSiliwangi, Pamulang.
2.
Orang yang didugaDulmatin memarkir sepe-da motor di depan Mul-tiplus. Ia langsung ma-suk ruko itu, naik ke wa-rung Internet di lantai 2,dan duduk di bilik Inter-net nomor 9. Istrinya per-gi ke salon Rinova, duaruko dari Multiplus.
3.
Polisi antiteror menge-pung ruko. Bersepuluh,mereka datang denganmobil Mitsubishi Elf, em-pat Toyota Avanza, danmobil boks.
4.
Sekitar pukul 11.45WIB, polisi keluar de-ngan cepat dari mobil.Sebagian berjaga di pin-tu Multiplus, ada yang kesalon Rinova.
5.
Dua polisi berpakaianpreman yang membawasenapan serbu masuk keMultiplus dan langsungnaik ke lantai 2. “Terde-ngar teriakan 'tiaraaaap',dan rentetan tembakan,”kata Sukirman, sopir tak-si Koperasi Taksi yangsedang
mangkal 
di de-pan Multiplus.
6.
Orang yang didugaDulmatin tewas. Polisimengatakan, Dulmatinsempat menembak seka-li dengan pistol revolver-nya. Dari salon Rinova,polisi membawa Lindadengan Avanza.
Foto Dulmatin(atas) dan jasadyang ditembak diwarnet (bawah)
NASKAH:
JOBPIE | AYU CIPTA | AGUNGSEDAYU
INFOGRAFIS:
MACHFOED GEMBONG (TEMPO)
A
PENEMBAKANDI MULTIPLUS
AB
B
 
EDITORIAL
Mudahnya Menembak Mati
eberhasilan tim Detasemen Khusus 88 membekuksekelompok orang yang diduga teroris di Pamu-lang,Banten,kemarin,patut dipuji.Penyergapanini menunjukkan bahwa polisi tetap bekerja keras me-ngejar jaringan teroris meski dua tokoh utama mere-ka,Azahari dan Noor Din M.Top,telah tewas.Sayangnya,para tersangka ditembak mati.Padahaltak terlihat tanda-tanda perlawanan serius seperti ke-tika dulu Azahari atau Noor Din melawan.Tewasnyatiga tersangka itu membuat peluang untuk menggaliinformasi mengenai jaringan ini menyempit.Berusaha menangkap tersangka hidup-hidup sa-ngatlah penting.Sebab,ada kemungkinan salah satudari tiga yang tertembak mati adalah Umar Patek,atau bahkan Dulmatin.Bernama asli Joko Pitono,Dulmatin adalah tokoh kunci jaringan teror yang di-duga bertanggung jawab atas serangkaian pengebom-an maut di Indonesia.Dia bahkan dianggap lebih se-nior dan lebih ahli merakit bom dibanding Azahari.Kalaupun yang tertembak itu bukan anggota ke-lompok teroris sekaliber Dulmatin,keterangan merekatetaplah penting.Aktivitas mereka di Pamulang,yangdiduga berhubungan dengan kegiatan teroris di Aceh,menunjukkan bahwa jaringan teroris tetap hidup.Me-reka memiliki kemampuan melakukan kaderisasi danmerekrut pengikut baru yang tak kalah militan.Bergesernya tempat latihan mereka dari kawasanPoso dan Mindanao,Filipina,ke Aceh perlu juga di-waspadai.Salah satu kemungkinannya,menurut pi-hak intelijen,rencana menyiapkan pembajakan kapaldi Selat Malaka.Gubernur Nanggroe Aceh Darussa-lam Irwandy Yusuf pun meyakini kelompok teroris initengah menggeser basis perjuangannya dari Jawa keAceh.Terorisme adalah perjuangan dengan kesabaran mi-litan.Mereka bisa digempur,namun akan bangkit lagidengan kekuatan lebih besar.Kondisi ekonomi dan so-siologis masyarakat Indonesia juga membuat merekabisa bergerak lebih leluasa karena mudah mendapat-kan perlindungan.Itu sebabnya,dalam operasi penyergapan terhadappara tersangka teroris,upaya menangkap mereka hi-dup-hidup haruslah diprioritaskan.Mereka bukan ha-nya dibutuhkan untuk pengembangan informasi,tapijuga untuk alasan lain yang tak kalah serius,yaitumenerapkan asas praduga tak bersalah.Mungkin kelak mereka terbukti memang bersalah.Tapi prosedur hukum tetap harus dilakukan.Merekaberhak diadili agar bisa membela diri.Biarlah peng-adilan yang memutuskan kesalahan mereka,bukantim Detasemen Khusus di lokasi penyergapan.Denganmemberi mereka kesempatan untuk diadili,pemerin-tah tak bisa dituduh sama biadabnya dengan ulah pa-ra teroris.Tentu saja upaya itu tidak mudah.Kita paham beta-pa besar risiko yang dihadapi anggota kepolisian.Si-tuasi di lapangan sering begitu kritis sehingga tim pe-nyergap harus berhadapan dengan risiko tertembaklebih dulu.Atau,para tersangka meledakkan bomyang biasanya selalu mereka bawa.Hanya,dalam beberapa penyergapan sebelumnya,juga dalam penyergapan kemarin,situasi kritis sepertiitu tidak terjadi.Maka,seharusnya mereka hanya di-lumpuhkan,bukan langsung ditembak mati.
G
KUTIPAN
“Saya serahkan pada hukum.”
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
Bibit Samad Rianto
, soal berita yang menyebutkan anaknya, Yudi Prianto, yang diduga sebagai makelar kasus, diJakarta kemarin.
“Saya merasa wajib lapor ke KPK tentang pemberian penghargaan tersebut.”
Ketua Mahkamah
Konstitusi Mahfud Md
., setelah mela-por ke Komisi Pemberantasan Korupsi karena dua penghar-gaan yang masuk kategori gratifikasi, di Jakarta kemarin.
Kematian DulmatinMasih Diragukan.
JAKARTA
— Kepolisian RI me-mastikan,penggerebekan ter-hadap para tersangka terorisdi Pamulang,Tangerang Se-latan,Banten,kemarin meru-pakan pengembangan darikasus serupa di Aceh.“Mereka sebagai pemasoksenjata dan pendukung danadalam kegiatan (di Aceh) ter-sebut,kata Kepala DivisiHumas Polri Inspektur Jen-deral Edward Aritonang da-lam konferensi pers di kan-tornya kemarin.“Puluhan ri-bu peluru kami sita dari pe-nangkapan di Aceh.”Dalam penyergapan di dualokasi di Pamulang itu,tigatersangka tewas diterjang pe-lor polisi.Dalam penggere-bekan di warung Internet diruko Multiplus,di Jalan Sili-wangi,polisi menembak matiYahya Ibrahim alias M.Sumber-sumber di kepoli-sian memastikan,Yahya taklain adalah Dulmatin,salahsatu gembong teroris yang se-lama ini diburu polisi.Orangini tewas masih dengan sepu-cuk revolver dengan 6 pelurudi tangannya.Satu peluru di-tembakkan kepada polisi,la-lu polisi membalasnya.Adapun dalam penyerga-pan di rumah di Gang Asem,tersangka yang tewas adalahR dan H.Mereka disergap ke-tika mengendarai sepeda mo-tor Suzuki Thunder.Polisimenduga,mereka akan kaburdan melawan dengan senjataapi.Polisi juga menangkap duatersangka dalam keadaan hi-dup,yakni BR alias AH danSB alias I.Sementara itu,tigaanak-anak dan satu perem-puan yang diduga punya hu-bungan dengan tersangka tu-rut diamankan dari lokasi.Sampai tadi malam,sum-ber resmi di kepolisian belumbersedia memastikan identi-tas lengkap mereka yang te-was maupun yang tertang-kap.Hal ini pulalah yang ke-mudian membuat beberapapihak ragu terhadap infor-masi kematian Dulmatin.Penasihat Senior Interna-tional Crisis Group untukAsia Tenggara,Sidney Jones,termasuk salah satu yang raguitu.“Saya tidak yakin itu Dul-matin,karena dia sebelumnyaberada di Mindanao,Filipina,ujarnya,yang saat dihubungitadi malam mengaku sedangberada di Manila.“Seandainyabenar itu Dulmatin,pertanya-annya adalah bersama siapadia ke Indonesia.”Pengamat terorisme Al-Chaidar pun menyatakan halsenada.Ia bahkan mendugayang tewas di Pamulang ada-lah Umar Patek,rekan Dul-matin yang juga sangat dibu-ru polisi.“Saya coba hubungi bebe-rapa jaringan lama,JamaahIslamiyah maupun Darul Is-lam,mereka mengatakan inibukan Dulmatin,”ujarnya sa-at ditemui di lokasi perburu-an teroris di Desa Teladan,Kecamatan Lembah Seula-wah,Aceh Besar.“Setahu me-reka,Dulmatin masih beradadi Filipina.”Menurut Arist,warga yangpunya warung Internet di de-kat rumah yang diserbu diGang Asem,pria yang tertem-bak di ruko Multiplus itu ber-kepala plontos.“Orang itupernah dua kali ke warnet sa-ya.Terakhir dua minggu lalu.”Ia bercerita,setiap kali ber-kunjung ke warnetnya,priaberinisial YI dan diduga Dul-matin itu selalu mengenakantopi hitam.“Namun ia pernahmencopot topinya,dan kepa-lanya plontos,”ujarnya.“Ia se-perti orang hiperaktif dan su-ka
ngomong
berbelit-belit.Saat ditanyai di mana ting-galnya pun selalu mengelak.”
G
SUTJI | AGUNG SEDAYU | ADI WARSIDI |ANTON WILLIAM
JAKARTA
— Posisi kelompokteroris di Pamulang,Tange-rang Selatan,telah lama di-endus intelijen Polri.Bahkan,dalam sepekan terakhir,pengintaian terhadap ter-sangka teroris yang lama di-buru polisi itu dilakukan ki-an intensif.“Sudah hampir seminggumereka diintai di ruko (ru-mah toko) itu,kata sumber
Tempo
di Kepolisian ResorJakarta Selatan kemarin.Na-mun perwira menengah inienggan menjelaskan bagai-mana cara polisi memastikanmereka berada di sana.Selain di rumah toko yangdijadikan warung Internet diJalan Siliwangi,pengintaiandilakukan di Gang Asem No-mor 15-B,Jalan Dr Setiabu-di,Pamulang.Di rumahmantri Fauzi dan keluarga-nya itulah tinggal kawananteroris lainnya.Menurut penuturan wargasekitar,mantri Fauzi biasamengadakan pengajian dirumahnya.“Biasanya dua ka-li sebulan,pada malam ming-gu,ada acara pengajian dirumah Fauzi.Sekitar 20 laki-laki dan perempuan datangke sana dengan mengguna-kan sepeda motor atau mo-bil,ujar Oni Sahroni,58 ta-hun,tetangga Fauzi.Menurut Oni,mereka yangdatang ke pengajian di rumahFauzi tersebut adalah anggo-ta jemaah Abu Jibril.“Laki-laki berjenggot panjang,me-makai rompi,celana cing-krang,dan baju gamis.Rata-rata masih muda.Sedangkanperempuan bercadar.Biasanya pengajian dimu-lai pada pukul 9 malam hing-ga pagi.Ketika pagi,merekasalat subuh di tempat lain,dan kembali lagi ke rumahFauzi.Padahal,di sampingrumah Fauzi,dipisahkan olehgang,terdapat musala.“Barusetelah itu,mereka pulang,kata Oni.Menurut Oni,Fauzi menja-di anggota jemaah Abu Jibrilsejak satu tahun yang lalu.“Sejak saat itu sifatnya jaditertutup terhadap warga,ga-ya berpakaian juga berubah.Ia memakai baju gamis dancelana cingkrang serta ber-jenggot,sedangkan istrinyaberubah mengenakan cadar.”Menurut Arist,29 tahun,pemilik warung Internetyang berjarak beberapa me-ter dari rumah Fauzi,selamabeberapa hari ini ada sejum-lah orang tak dikenal datangdan melintas di Gang Asem.Terakhir,kemarin,sekitar 10orang berkumpul di seputarrumah Fauzi.Beberapa orang menyamarsebagai pemakai Internet danmain PlayStation di warnetArist.Yang lain tampak du-duk-duduk di sekitar gangtersebut.“Mereka tampakagak aneh dan sebentar-se-bentar menelepon,ujarnya.Rupanya,mereka adalah ba-gian dari pasukan DetasemenKhusus 88 yang kemarin si-ang menggerebek kediamanFauzi.
G
AGUNG SEDAYU | AYU CIPTA | MUSTAFA SILALAHI
Mereka Sudah Lama Diintai Intelijen
Polisi mengevakuasi jenazah yang diduga teroris setelah penyergapan di Gang Asem, Pamu-lang, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.
RABU, 10 MARET 2010
A2
Kelompok Pamulang PasokSenjata ke Aceh
EKO SISWONO TOYUDHO (TEMPO)
 
M
ati”sepertinyamenjadi langga-nan Dulmatin danUmar Patek.Kemarin,dalamsergapan Detasemen Khusus88 di Pamulang,TangerangSelatan,dua buron Bom BaliI itu disebut tewas terhajarpeluru.Itu merupakan “ke-matiannya”yang keempat.Sebelumnya,selama pelari-annya di Filipina Selatan,mereka berdua sudah tigakali dikabarkan tewas dalamtiga serangan berbeda.Sampai berita ini diturun-kan,identitas tersangka tero-ris yang tewas di Pamulang,pinggiran Jakarta,itu masihsimpang-siur.Juru bicaraMarkas Besar Kepolisian RI,Inspektur Jenderal EdwardAritonang,hanya menyebut-kan salah satu yang tewasberinisial YI.Siapa YI itu? Menurut sum-ber
Tempo
di kepolisian,YIadalah Yahya Ibrahim,namasamaran Dulmatin.Tapi adayang menyebutkan bahwaYahya Ibrahim bukanlahDulmatin.Ia nama samaranrekan Dulmatin selama ber-tahun-tahun bersembunyi diFilipina,yakni Umar Patek.Dulmatin adalah nama be-sar di dunia teroris Indonesia.Amerika Serikat bahkanmenghargai kepalanya US$10 juta (sekitar Rp 92,7 mili-ar).Itu terbilang besar biladibanding “harga”untukUsamah bin Ladin,yangmencapai US$ 25 juta.Harga kepala Dulmatin ju-ga sepuluh kali lipat UmarPatek,yang dihargai US$ 1 ju-ta (Rp 9,27 miliar).Dulmatindisebut-sebut jago membuatpemicu bom.Konon,dialahyang merancang sistem elek-tronik detonasi Bom Bali I.Sedangkan Umar Patek,ber-sama Dr Azhari dan AbdulGhoni,merakit bom denganresep gabungan bahan bomberdaya ledak tinggi dan ren-dah.Kolaborasi mereka me-newaskan 202 orang di Bali.Sejak bom itu meledak,Dulmatin dan Umar Patekbersembunyi dan menyatudengan kelompok separatis diFilipina selatan,Abu Sayyaf,dan Front Pembebasan IslamMoro (MILF).Keduanya per-nah dikabarkan beberapa ka-li tewas.Kenyataannya,selalulolos dari serangan.Berbeda dengan Dulmatinyang selalu lolos,istrinya ter-tangkap pemerintah Filipinasaat masuk ke negara itu de-ngan perahu kecil.Ia didakwamasuk Filipina secara ilegal.Kepintaran Dulmatin yangmemusingkan Indonesia danFilipina itu sebenarnya sudahtampak sejak ia belia.SemasaSMP,Dulmatin alias Joko Pi-tono tinggal di rumah HajiSofi,kakeknya,di sebuah per-kampungan Arab di Pema-lang.Sejak SD,ia selalu di
ranking
satu.Setamat SMA,pada 1992,Dulmatin merantau ke Ma-laysia.Kala itu ia gagal ma-suk Teknik Kimia ITB atauUGM.Tiga tahun berikutnya,ia pulang dan bekerja sebagaimakelar mobil sambil berta-ni.Ia juga mengganti nama-nya dari Joko Pitono menjadiAmar Usman.Nama lainnyaadalah Joko Supriyanto danNoval.Sejak kembali dariMalaysia,ia menerapkan Is-lam dengan tafsir yang ketat.Dia melarang anggota kelu-arganya menonton televisikecuali tayangan berita.Dulmatin memiliki ciri fi-sik tinggi badan 174 sentime-ter,relatif tinggi untuk ukur-an orang Indonesia.Tinggibadan ini berkebalikan de-ngan rekan duetnya di pelari-an,Umar Patek alias UmarKecil dan Abu Syeh yang ha-nya sekitar 160 sentimeter.
G
NURKHOIRI | EVAN | SUTJI DECILYA
PEMALANG
–– Keluarga Dul-matin tak yakin kerabatnyaitu tewas dalam penyergapanpara tersangka teroris di Pa-mulang,Banten,oleh Detase-men Khusus 88 Kepolisian RI.“Kalau ada informasi bah-wa yang tewas dalam penyer-gapan itu adik saya,maka in-fo itu bohong,ujar AzamBa’abut,kakak kandung Dul-matin,kepada wartawan dirumah orang tua mereka diDukuh Keboijo,Petarukan,Pemalang,Jawa Tengah,ke-marin siang.Keyakinan Azam itu di-sampaikannya setelah meli-hat gambar di televisi yangmenayangkan tubuh dua kor-ban penyergapan yang didugateroris.Adik saya tak sege-muk itu,”ujarnya.“Ia lebih ke-cil dari mayat yang ditayang-kan televisi.”Ia juga menyayangkanmunculnya pernyataan aparatkepolisian yang telanjurmemvonis adiknya terlibatdalam jaringan terorisme.Menurut dia,adiknya yangkelima dari 12 bersaudara itumeninggalkan rumah sebe-lum kejadian bom Bali pada2002.“Itu bukan menjadi alasanbahwa adik saya terlibat pe-ngeboman,katanya.Ia jugatak bisa memastikan keber-adaan adiknya.Terakhir iabertemu dengan Dulmatin sa-at menikahkan adiknya yangketujuh dan kedelapan padapertengahan 2002.Menurut Azam,Dulmatinpernah diberitakan tewas da-lam penyerbuan di Mindanao,Filipina,beberapa waktuyang lalu.Saat itu pun ia dankeluarganya menjalani uji ge-netik DNA (
deoxyribonucleicacid
) untuk dicocokkan de-ngan korban tewas tersebut.“Sampel darah saya dan ibusudah diambil oleh Kepolisi-an Daerah,namun merekabelum juga memberikan hasiluji laboratorium,”katanya.Dari penyergapan kemarin,Rumah Sakit Polri SukantoKramat Jati siap memeriksaDNA jasad tersangka yang di-duga Dulmatin.“Mayatnya su-dah masuk jam 13.40 WIB,”ka-ta Muhadi dari bagian forensikRS Sukanto.
G
EDI FAISOL | ENI SAENI
Duet Bomber yang Langganan ‘Mati’
Kakak Dulmatin TakYakin Adiknya Tewas
IKLAN
RABU, 10 MARET 2010
A3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahmat Taha liked this
Lass Tanawani liked this
Elly Yuliasari liked this
Sabra Buana liked this
Martha Inriaty liked this
satria2008 liked this
eniq_qiut liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->