Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
429Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
prosedur pemeriksaan radiologi 3

prosedur pemeriksaan radiologi 3

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 55,886|Likes:
Published by ari winanta haris

More info:

Published by: ari winanta haris on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/08/2014

pdf

text

original

 
TERBATAS
1
DINAS KESEHATAN ANGKATAN UDARARSPAU Dr. ESNAWAN ANTARIKSABAB I
TEHNIK RADIOGRAFI
Adalah ilmu yang mempelajari tata cara pemotretan dengan menggunakansinar - x ( sinar Roentgen ) untuk membuat gambar Radiografi ( gambar Roentgen) yang baik, yang dapat di pakai untuk menegakkan Diagnosa.Istilah
“memotret”
kecuali di kenal dalam Fotografi, juga dikenal dalamRadiografi. Tetapi untuk membedakan dua hal tersebut maka perlu dilihat dari tigahal sebagai berikut :
1.
Dalam penggunaan sinarnya, Fotografi menggunakan cahaya biasa sedangdalam Radiografi yang di gunakan adalah sinar - x ( sinar Roentgen ).
2.
Dalam prinsip pemotretannya, Fotografi menggunakan lensa untukmenangkap cahaya yang di pantulkan oleh obyek, untuk kemudian diteruskanke film. Sedangkan dalam Radiografi, sinar - x menembus obyek danditangkap oleh film.3.Dalam peralatannya, radiografi membutuhkan jenis peralatan yamg lebihbesar dan lebih rumit lagi.
SINAR - X:
Ditemukan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan jerman yang bernama
WILHELM CONRAD RONTGEN
pada tahun 1895. Olehkarena itu maka Sinar - xkemudian di sebut juga sebagai sinar Rontgen. Sinar - x dihasilkan oleh tabunghampa, yang terjadi akibat adanya interaksi antara electron kecepatan tinggi danbahan target didalam tabung itu. Sinar - x tidak dapat dilihat oleh mata, dapatmenembus bahan dan termasuk gelombang elektromagnetik. Sinar - x dapat pulamenimbulkan bayangan latent pada lapisan emulsi film. Sifat yang disebut terakhir inilah yang sangat erat hubunagnnya dengan panggambaran didalam Radiografi.Sinar - x menjadi alat utama dalam radiogrefi. Selanjutnya untukmelaksanakan pekerjaan radiografi, maka diperlukan “tatacara pemotretandenganurutan sebagai berikut :I.Pengaturan penderita ( obyek )II.Pengatauran sinar III.Pengaturan film ( asesoris )IV.Pengaturan factor ekpos ( factor penyinaran )
I.Pengaturan Penderita :
Dalam melakukan pemotretan, maka penderita perlu diatur sedemulian rupabaik secara keseluruhan maupun bagian demi bagian, sehingga memudahkanpelaksanaan pemotretan pada bagian yang di perlukan. Untuk itu pengaturanpenderita digolongkan dalam dua hal, yaitu :
TERBATAS
 
TERBATAS
2
1.Posisi penderita
Yang dimaksud dengan posisi penderita adalah letak ataukedudukan penderita secara keseluruhan dalam suatu pemotretan. Posisipenderita secara keseluruhan dalam suatu pemotretan. Posisi penderitadapat disebut dengan berbagai istilah, antara lain :
TERBATAS
Supine= Tidur telentangProne= Tidur telungkupLateral= miring menyamping ke kiri / kanan ( membentuk sudut 90º )
 
TERBATAS
3
Oblique = Miring ( membentuk sudut lebih kecil dari 90º )Istilah oblique pada umumnya merupakan letak atau kedudukanpenderita terhadap film dalam suatu pemotretan. Ada 4 macam kedudukanoblique,yaitu :
-
Right Anterior Oblique ( RAO )
. Artinya letak penderitamiring dengan tepi kanan depan dekat terhadap film.
-
Right Posterior Obique ( RPO )
. Artinya letak penderitamiring dengan tepi kanan belakang dekat dengan film.
-
Left Anterior Oblique ( LAO )
. Artinya letak penderita miringdengan tepi kiri depan dekat terhadap film.
-
Left Posterior Oblique ( LPO )
. Artinya penderita miringdengan tepi kiri belakang dekat terhadap film.
TERBATAS

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->