Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prospek Dan Arah an Agribisnis Karet

Prospek Dan Arah an Agribisnis Karet

Ratings: (0)|Views: 1,000|Likes:
Published by Hidayatullah

More info:

Published by: Hidayatullah on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KARET
 Januari 25, 2008
 Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan,kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayahsekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Namun sebagainegara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, Indonesia masihmenghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yangmerupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas,yang didominasi oleh karet remah (
crumb rubber 
). Rendahnya produktivitas kebun karet rakyatdisebabkan oleh banyaknya areal tua, rusak dan tidak produktif, penggunaan bibit bukan klonunggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir.Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat, perkebunannegara dan perkebunan swasta. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu1,58%/tahun, sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0,15%/th.Oleh karena itu, tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. Namun luas areal kebun rakyat yang tua, rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribuhektar yang memerlukan peremajaan. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yangtersedia untuk peremajaan. Di tingkat hilir, jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup, namunselama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan, baik untuk menghasilkan
crumb rubber 
maupun produk-produk karet lainnyakarena produksi bahan baku karet akan meningkat. Kayu karet sebenarnya mempunyai potensiuntuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan furniture tetapi belum optimal, sehinggadiperlukan upaya pemanfaatan lebih lanjutAgribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanyakesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam, kecenderungan penggunaan
 greentyres
, meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak  bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. Padatahun 2002, jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. Indonesia akan mempunyai
 
 peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailanddan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murahsehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. Kayu karet jugaakan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan.Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yangmakin tinggi agar lebih kompetitif.Tujuan pengembangan karet ke depan adalah mempercepat peremajaan karet rakyat denganmenggunakan klon unggul, mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah, danmeningkatkan pendapatan petani. Sasaran jangka panjang (2025) adalah: (a) Produksi karetmencapai 3,5 – 4 juta ton yang 25% di antaranya untuk industri dalam negeri; (b) Produktivitasmeningkat menjadi 1.200 -1.500 kg/ha/th dan hasil kayu minimal 300 m3/ha/siklus; (c)Penggunaan klon unggul (85%); (d) Pendapatan petani menjadi US$ 2.000/KK/th dengan tingkatharga 80% dari harga FOB; dan (e) Berkembangnya industri hilir berbasis karet. Sasaran jangkamenengah (2005-2009) adalah: (a) Produksi karet mencapai 2,3 juta ton yang 10% di antaranyauntuk industri dalam negeri; (b) Produktivitas meningkat menjadi 800 kg/ha/th dan hasil kayuminimal 300 m3/ha/siklus; (c) Penggunaan klon unggul (55%); (d) Pendapatan petani menjadiUS$ 1.500/KK/th dengan tingkat harga 75% dari harga FOB; dan (e) Berkembangnya industrihilir berbasis karet di sentra-sentra produksi karet.Kebijakan operasional di tingkat on farm yang diperlukan bagi pengembangan agribisnis karetadalah : (a) Penggunaan klon unggul dengan produktivitas tinggi (3000 kg/ha/th); (b) Percepatan peremajaan karet tua seluas 400 ribu ha sampai dengan 2009 dan 1,2 juta ha sampai dengan2025; (c) Diversifikasi usahatani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak;dan (d) Peningkatan efisiensi usahatani. Di tingkat
off farm
kebijakan operasional yangdikembangkan adalah : (a) Peningkatan kualitas bokar berdasarkan SNI; (b) Peningkatanefisiensi pemasaran untuk meningkatkan marjin harga petani; (c) Penyediaan kredit usaha mikro,kecil dan menengah untuk peremajaan, pengolahan dan pemasaran bersama; (d) Pengembanganinfrastruktur; (e)Peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir; dan (f)Peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran dan lain-lain.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Fidau Doank liked this
grentamanik liked this
Nur Annisa Utami liked this
casz liked this
donny_syafardan liked this
yenirohaeni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->