Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Misteri Salib Kristus: Menurut para Penginjil

Misteri Salib Kristus: Menurut para Penginjil

Ratings: (0)|Views: 1,980|Likes:
Published by Chung Yen
In Indonesian language, "The Mystery of the Cross of Christ", originally notes of lecture delivered by Martin Suhartono, S.J. to the leaders of Catholic communities, Yogyakarta, 20 November 1997.
In Indonesian language, "The Mystery of the Cross of Christ", originally notes of lecture delivered by Martin Suhartono, S.J. to the leaders of Catholic communities, Yogyakarta, 20 November 1997.

More info:

Published by: Chung Yen on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2012

pdf

text

original

 
MISTERI SALIB KRISTUSMartin Suhartono, S.J.Salib sebagai Sandungan dan Kebodohan:
 Tak semua orang, bahkan juga orang Kristen sendiri, dapat memahami, apalagi menerimaperistiwa salib Kristus. Ini bukan hanya masalah orang zaman modern, tapi juga orang zamandahulu. Paulus menulis demikian, "
Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunanimencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batusandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan
"(I Kor 1:22-23).Ternyata bukan hanya orang-orang zaman Paulus saja yang tak dapat memahami SalibKristus. Pada saat Yesus hidup pun sudah demikian. Semasa hidup-Nya, Yesus telahmenubuatkan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya di hadapan para murid-Nya bahkan sampaitiga kali (Mk 8:31-33; 9:30-32; 10:32-34). Tapi bagaimana reaksi orang-orang yang paling dekatdengan Dia itu?Menarik mengamati bagaimana penginjil menggambarkan reaksi para murid Yesusterhadap Salib Kristus. Coba kita lihat kisah apa yang datang
sebelum
dan
sesudah
masing-masing nubuat itu.Markus Nubuat 1 Nubuat 2 Nubuat 3
Sebelum
Pengakuan Petrus Murid-2 & kuasa Y Petrus & upah ikut Y
  Nubuat 
(Mk 8:31-32) (Mk 9:30-32) (Mk 10:32-34)
 Sesudah
Petrus tak rela Murid-2 tak paham Yak & Yoh & kemuliaan(debat: siapa terbesar)
 
Sebelum
nubuat diucapkan penginjil menunjukkan pada pembaca gambaran para muridtentang Yesus: pertama, Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias (tapi Mesias macam apa?);kedua, para rasul
gagah-gagahan
mencoba mengusir roh jahat (
mentang-mentang
mereka muridYesus yang penuh kuasa itu?); Petrus menonjolkan fakta bahwa mereka telah meninggalkansegala sesuatu untuk mengikuti Yesus (apakah ia merasa berhak atas suatu balas jasa, ganjaran,upah?).Segera
sesudah
nubuat sengsara diucapkan, inilah yang terjadi: pertama, Petrus langsungmenegur Yesus (lho,
 jebulane
Yesus kok bukan Mesias sebagaimana dibayangkan oleh Petrus?);kedua, para murid tak mengerti nubuat itu, tapi segan bertanya, dan kemudian malah bertengkartentang siapa yang paling besar; ketiga, Yakobus dan Yohanes (murid terdekat setelah Petrus)malah minta jabatan khusus (lho, Yesus macam apa yang dibayangkan oleh mereka?).Itulah
ironi
yang ditampilkan oleh penulis Injil Mk. Nubuat Salib Kristus
diapit 
olehkisah-kisah yang menunjukkan betapa siapa Yesus dan nasib-Nya itu tak dimengerti sama sekalibahkan oleh orang-orang yang paling dekat dengan Dia.
 
Martin/Salib/hal.2Namun, di kemudian hari ternyata ada orang-orang yang menerima Salib Kristus itu, danbahkan rela mati untuk memperjuangkan Salib Kristus, seperti nyata dari sejarah Gereja denganmartir-martirnya. Stefanus mati sebagai martir pertama (Kis 7). Rasul Yakobus mati sebagaimartir (Kis 12:2), begitu pula Petrus -menurut tradisi- disalibkan terbalik setelah tadinya maulari dari kemartiran (film
Quo Vadis
, bdk. Yoh 21:19).
 
Paulus sendiri akhirnya mengalami pulakemartiran di Roma di
Tre Fontane
, kurang lebih bersamaan dengan Petrus (ca. 64 M). Jauhsebelum kematiannya itu (1 Kor ditulis ca. 57 M), Paulus telah melihat bahwa bagi orang-orangyang dipanggil Allah, "
Kristus
[yang tersalib itu]
adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah
"(1 Kor1:24), bahkan ia berkata lebih lanjut, "
aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antarakamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan
" (1 Kor 2:2).Bagaimana mungkin terjadi pembalikan pengertian yang radikal seperti itu? Apakah yangmenyebabkan perubahan itu?
Dua Sudut Pandang: Allah >< Manusia:
Nubuat-nubuat di atas sebenarnya
bukan
 
hanya
memberitakan penderitaan, penolakan, danpembunuhan Yesus,
tetapi juga
kebangkitan-Nya. Tetapi mengapa Petrus menegur Yesus?Mengapa para murid-murid tak mengerti? Apakah mereka tuli dan tak mendengar bahwadisebutkan juga tentang kebangkitan? Sebetulnya mereka
kan
tak perlu bingung dan gelisah(seharusnya mereka berpikir "Lha biarin aja tho, mau
njengking
apa
njungkir 
, pokoknya kannanti hidup lagi?").Tapi di lain pihak, mengapa mereka seakan tak mendengar tentang sengsara dan wafatYesus, tapi malah bicara soal siapa yang paling besar dan lebih-lebih Yakobus dan Yohanesminta tempat terhormat? Jadi sebenarnya mereka tidak salah dengar, mereka dengar soalkebangkitan Yesus! Hanya saja, berbeda dari Petrus yang lebih terpukau oleh sengsara & wafatYesus, para murid lainnya lebih memikirkan kebangkitan/kemuliaan Yesus.Jadi kesulitan mereka adalah menghubungkan kematian dengan kebangkitan,kesengsaraan dengan kemuliaan, mati dengan hidup! Atau mereka
nglokro
merasa kalah (sepertiPetrus), atau mereka mau enaknya saja (Yak & Yoh)! Tapi bahwa dalam Salib mereka dapatmenemukan keselamatan, kebangkitan, kemuliaan, mereka tak dapat mengerti! Di manakahkesulitan mereka?Yesus memberikan kunci pemahaman ketika Dia menegur balik Petrus: "
 Engkau bukanmemikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia
!" (Mk 8:33b). Inilahproblemnya, selama orang hanya pakai cara berpikirnya sendiri, sampai kiamat pun ia tak akanmemahami misteri Salib Kristus! Orang harus melihat dengan "mata Allah" sendiri agar dapatmemahami Kristus yang tersalib. Maka tentunya bukan kebetulan kalau persis sebelum Yesusmemasuki Yerusalem untuk memulai jalan salib-Nya, seorang buta yaitu Bartimeusdisembuhkan dari kebutaannya. Dan ia dapat melihat kembali justru karena imannya, kata Yesuskepada dia, "
Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau
!
" (Mk 10:52). Dan justru karena melihat
 
Martin/Salib/hal.3kembali itulah Bartimeus dapat "
mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya
" (Mk 10:52). Dari manakahdatangnya iman seperti ini? Iman yang memungkinkan orang mengerti, menerima jalan salibYesus dan membuat orang dapat mengikuti Yesus di jalan-Nya?
Pengalaman akan Yesus Yang Bangkit:
 Pengalaman Paulus dapat merupakan kunci perubahan radikal dari sudut pandang manusia kesudut pandang Allah. Seperti juga bagi orang-orang sebangsanya (Yahudi) dan yangsependidikan dengan dia (Yunani), maka juga bagi Paulus tadinya Salib Kristus itu merupakan
batu sandungan dan kebodohan
. Ia bukan hanya tak dapat mengerti dan menerima Kristus yangdisalibkan, tapi malahan memburu dan menganiaya "tanpa batas" orang-orang Kristen yangmengakui Yesus sebagai Penyelamat (Gal 1:13)! Bagi orang Romawi, mati disalib adalah matiyang paling mengenaskan yang hanya diperuntukkan bagi penjahat paling hina; menurut Taurat,mati disalib merupakan tanda bahwa orang itu dikutuk oleh Allah (Ul 21:23). Tapi apakah yangdialami oleh Paulus di jalan ke Damsyik?Ia mengalami bahwa orang yang menurut Taurat adalah orang yang dikutuk Allah ituternyata bukan mati, melainkan hidup dan berkata kepadanya: "
 Akulah Yesus yang kauaniaya itu
!
"(Kis 9:5) dan malahan menjadikan dia utusan-Nya. Bukan kebetulan pula kalau Paulusmengalami kebutaan dan disembuhkan kembali. Seluruh sudut pandang hidupnya harus diubahtotal. Di kemudian hari Paulus akan menuliskan pengalamannya itu sebagai penampakan Yesusyang bangkit, pewahyuan diri Allah dalam Putera-Nya:
"
...Kristus ... telah menampakkan diri kepada ... yang paling akhir dari semuanya, Ia menampakkan diri juga kepadaku
" (1 Kor 15:8), "... [Allah]
berkenanmenyatakan Putera-Nya kepadaku
" (Gal 1:16).Karena pembalikan sudut pandang itulah, Paulus dapat mengatakan bahwa: "
 Apa yangdahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggaprugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah akutelah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus
" (Fil 3:7-8). Danpembalikan ini dialami oleh Paulus bukan sebagai hasil usahanya sendiri, melainkan semata-mata karena kasih karunia Allah: "
 Aku adalah yang paling hina dari semua rasul, karena aku telahmenganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang
" (1 Kor15:9-10).Pembalikan sudut pandang seperti itu pulalah yang dialami oleh pengikut Kristussebelum Paulus. Sebelum berjumpa dengan Yesus yang bangkit, dua orang murid dari Emausberjalan pulang dengan muka muram dan kecewa besar: "
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel
" (dibalik itu: "Lha,
 jebulane
kok mati konyol!"Luk 24:21) padahal telah mendengar dari para perempuan bahwa "
 Ia hidup!
" (Luk 24:24). Tapiselagi mendengar keterangan Yesus yang bangkit itu, hati mereka dikobarkan, dan dalam rotiyang dipecahkan, mata mereka terbuka dan mengenali Yesus (Luk 24:31-32), dan bisa memberikesaksian: "
Sesungguhnya Tuhan telah bangkit 
!
" (Luk 24:33).

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Leon Nebi liked this
Nera Il Kobah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->