Sejarah Kerajaan LingeDalam Tulisan Tangan Hamzah Kerajaan Linge atau Kerajaan Islam Linge memang masih diliput misteri. Dikemas dalam bahasaadat gayo, seperti melengkan, saer, didong serta dongeng. Secara ilmiah, masih sangat minimmeski penulis sekaliber antropolog Amerika, John R Bowen, pernah menulis sekelumit tentanggayo, dalam bukunya, Sumatran Politics and Poetics, Gayo History, 1900-1989.Sebagai Antropolog, John R Bowen yang kemudian mengganti namanya menjadi “AmanGenali”, menulis sejarah gayo dalam bukunya setebal 298 dengan hard cover dan kertas yang bagus, secara antropolog.Dalam pengantar buku Bowen di halaman belakang cover, dituliskannya, “When small-scale societes are intregrated into larger spheres of authority, their key cultural form are oftenreshaped.In this book, an anthropologis analyzes political and cultural change among the Gayo, aMuslim people numbering about 200.000,- who live in the highland of northern Sumatera. JohnR. Bowen , who lived among the Gayo and is fluent in their language, shows how their successive absorption into both colonial and postcolonial states has led them to revise their ritualspeaking, sung poetry, and historical narrative.Berbeda dengan Bowen, di tahun 1984, tepatnya 1 Januari, Hamzah , menuturkan silsilahKeturunan Syeh Abdurrauf Fansuri (Syiah Kuala) entah atau Muyang Kute dari Delung SekinelKutereje Ling ke Delung Tue Reje Guru Kecamatan Bukit Simpang Tige.Catatan sejarah Linge ini saya dapat dari Ketua MANGO (Majlis Adat dan KebudayaanGayo), Mustafa AK, Selasa (18 Agustus 2009), dirumahnya di Kala Kebayakan. MenurutMustafa AK, dia mendapatkan catatan sejarah Linge ini dari keluarga Hamzah.Karena Hamzah sebagai keturunan Reje Linge sudah wafat. Hamzah menulis Sejarah dansilsislah Kerajaan Linge ini Tanggal 1 Januari 2009. Hamzah menyebut dirinya selaku Kwali(Wali) dan penitir (penulis).Jika melihat kopian Sejarah Linge yang ditulis Hamzah, paling tidak ada delapanhalaman. Namun tidak diberi tanda mana halaman satu hingga delapan. Masing-masing halamansepertinya berdiri sendiri, tidak nyambung ke halaman lain.Melihat apa yang ditulis almarhum Hamzah, tampak jelas Hamzah sangat pinter karenamenitirkan sejarah kerajaan Linge – Negeri Antara disertai dengan Kompas, gambar kerajaanLinge dengan rincian, peta buta, denah dan struktur silsilah.Saya coba menggambarkan masing-masing halaman meski tulisannya dalam kopian yangsay abaca sudah banyak yang kabur. Simak di salah satu halaman ini, dituliskan judulnya BatasKerajaan Linge Negeri Antara. Hamzah membuat gambar Bintang bersudut delapan.Bagian atas Bintang (penunjuk arah) yang digambar Hamzah ditulis (Utara) Karakurum(Mongolia) Sebelah Selatan berbatasan dengan Antara Sara Ketike (Antartika), bagian Timur berbatasan Pas epek (Pasific) dan bagian Barat Kerajaan Linge Negeri Antara berbatasan denganLatamadagaskar.Diluar tulisan bintang yang menunjukkan arah bersudut delapan ini ditulis melingkar Pulo Perca. Dibawah peta ini ditulis “Pulau Perca (Asia)”.