Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
87Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DIKTAT MANAJEMEN KOPERASI

DIKTAT MANAJEMEN KOPERASI

Ratings: (0)|Views: 4,139 |Likes:
Published by riady_sinurat542

More info:

Published by: riady_sinurat542 on Mar 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

 
Kelompok 1UNSUR-UNSUR ORGANISASI KOPERASI
Unsur-unsur organisasi koperasi umumnya terdiri dari:1.Anggota yang mendukung kelompoknya.2.Mereka yang mempunyai kepentingan yang sama atau integerasikepentingan yang lebih diarahkan kepada kepentingan ekonomis.3.Anggota yang bersedia bekerja sama dan bermotivasi swadaya.4.Tujuan bersama yang ditetapkan dan disepakati bersama sertadikelola secara bersama.
2.1.1Keanggotaan Koperasi
Keanggotaan koperasi termasuk salah satu unsur yang menentukan dalamorganisasi koperasi. Tanpa anggota, jelas tidak mungkin koperasi berdiri, apalagimelaksanakan usahanya. Karena itu, kedudukan anggota dalam koperasi secarahukum adalah suatu keharusan dan sebagai konsekuensinya anggota tersebutmemiliki hak serta kewajiban umum.Berkaitan dengan keanggotaan koperasi ditegaskan dalam pasal 17Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yangmenyebutkan :1.Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi.2.Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku daftar anggota.Dalam kedudukannya sebagai pemilik, anggota koperasi adalah :1.Pemodal koperasi dan karena itu harus memberikan kontribusi modalnyakepada koperasi, sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar,anggaran rumah tangga atau keputusan rapat anggota.2.Turut serta mengambil keputusan-keputusan agar segala tindakankoperasi sesuai dengan keinginan dan kepentingan ekonomi anggota.3.Mengawasi segala sesuatu yang dilakukan oleh koperasi agar tidamenyimpang dari keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh anggota dandemi pengamanan terhadap modal yang ditanam oleh anggota ke dalamkoperasi.Dalam kedudukannya sebagai pengguna jasa atau pelanggan darikoperasinya, anggota harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha koperasi.Kegiatan usaha koperasi pada dasarnya adalah kegiatan yang diputuskan olehanggota dan diselenggarakan untuk kepentingan anggota sendiri. Dalamkoperasi, bukti kepemilikan anggota diwujudkan dengan pelaksanaan kewajibanmembayar simpanan pokok yang dibuktikan dalam bentuk sertifikat.
 
Kedudukan hukum anggota koperasi tersebut memberi kekuatan,kemantapan, perlindungan dan rasa aman bagi mereka yang sudah atau yangakan menjadi anggota koperasi. Mereka menjadi anggota koperasi dengankesadaaran penuh dan bukan karena ikut-ikutan atau karena terpaksa atausolah-olah diwajibkan oleh pihak lain. Kesadaran tersebut diwujudkan denganmemenuhi persyaratan kenggotaan tersebut sebagaimana diatur dalam anggarandasar dan anggaran rumah tangga koperasi yang bersangkutan.Masalah keanggotaan juga tercermin dalam hak suaranya, yaitu setiapanggota mempunyai hak dan suara yang sama, satu anggota satu suara.Keanggotaan koperasi juga tidak boleh dipindahtangankan karena titik tolakenggotaan koperasi adalah orang, bukan modal. Oleh karena itu, keanggotaantersebut merupakan identitas khusus yang menjadi dasar atau pondasi yangkokoh bagi suatu organisasi koperasi.
2.1.2Rapat Anggota Koperasi
Rapat anggota di dalam suatu organisasi koperasi merupakan sarana dancara berkomunikasi diantara semua pihak yang berkepentingan di dalam tatakehidupan koperasi. Kedudukan rapat anggota secara hukum ditegaskan dalampasal 22 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yangmenyebutkan :1.Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalamkoperasi.2.Rapat Anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diaturdalam anggaran dasar.Sebagai salah satu lembaga, Rapat Anggota memiliki fungsi, wewenang,aturan main dan tata tertib yang ketentuannya bersifat mengikat, namun justrumenjadi kekuatan dirinya. Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaantertinggi dalam koperasi mempunyai kedudukan yang sangat menentukan, berwibawa dan sumber dari segala keputusan atau tindakan yang dilaksanakanoleh perangkat organisasi koperasi lainnya dan para pengelola usaha koperasi.Fungsi dan wewenang yang sangat menentukan tersebut membawalembaga Rapat Anggota pada kedudukannya seperti lembaga legislatif. Hal iniditegaskan dalam pasal 23 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentangPerkoperasian yang menyebutkan bahwa Rapat Anggota menetapkan :1.Anggaran Dasar.2.Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usahakoperasi.3.Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas.
 
4.Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasiserta pengesahan laporan keuangan.5.Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaantugasnya.6.Pembagian sisa hasil usaha.7.Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi. Yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan Rapat Anggota adalahPengurus Koperasi. Rapat Anggota pada umumnya diadakan sekali setahun yangdisebut Rapat Anggota Tahunan (RAT), dimana pengurus pengurus memberipertanggungjawaban atas kebijaksanaan yang telah dilakukannya selama tahun buku yang lampau. Ada juga yang mengadakan rapat dua kali dalam satu tahun yaitu satu kali untuk menyusun Anggaran Biaya dan Pendapatan (rencanausaha) untuk tahun yang akan datang dan yang kedua kali rapat anggotatahunan untuk membicarakan kebijaksanaan Pengurus selama tahun yanglampau.Yang pertama diadakan menjelang akhir tahun buku (September-Desember), sedangkan yang kadua diadakan beberapa bulan sesudah akhirtahun buku.Rapat Anggota Tahunan Koperasi membicarakan antara lain hal-halsebagai berikut :1.Penilaian kebijaksanaan Pengurus dalam memimpin Koperasi selamatahun buku yang lampau.2.Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.3.Penilaian laporan Badan Pemeriksa.4.Menetapkan pembagian sisa hasil usaha Koperasi.5.Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun berikutnya.6.Pemilihan Pengurus dan Badan Pemeriksa (jika masing-masing sudah berakhir masa jabatannya).7.Masalah-masalah yang timbul dalam rapat.Jika Pengurus lalai atau tidak sanggup mengadakan Rapat Anggota, makaPejabat Koperasi berhak mengadakan Rapat Anggota dengan memanggilsemua anggota-anggota Koperasi. Pejabat Koperasi memanggil Rapat Anggota tersebut, jika :1.Pengurus Koperasi sendiri tidak mampu atau tidak bersediamengadakan Rapat Anggota.2.Pengurus Koperasi sudah tidak diketahui lagi di mana berada.3.Keadaan darurat, seperti keadaan perang atau keadaan bahaya.

Activity (87)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nanda Amanda liked this
Pandu Prezident liked this
Sarah Zafira liked this
AZzma Anu Dato liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->