Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang Pengaruh Structural

Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang Pengaruh Structural

Ratings: (0)|Views: 20|Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Mar 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2010

pdf

text

original

 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANGPadang, 23-26 Agustus 2006
1
PENGARUH
STRUCTURAL ASSURANCE
DAN
 PERCEIVED REPUTATION 
 TERHADAP TRUSTPENGGUNA INTERNET DI SISTEM
 E-COMMERCE
 FITRA DHARMAUniversitas LampungAbstract
The objective of this research is to find the empirical evidence whether structural assurance and perceived reputation have positive effect to trust in e-commerce system. Using e-mail method survey by convenience sampling had obtained 127 questionnaire. A number of 27 questionnaire accepted incomplete sothat only 100 questionnaire which can be analysed. It used multiple-regression toanalyze the data. Result of the study indicate that structural assurance and perceived reputation had positive and significant influences to trust in e-commerce system. Research in the future requires to check the other factors that influence trust in e-commerce such: personality, ease of use and transaction experience, industrialdifference
Keywords:
structural assurance, perceived reputation, e-commerce, trust 
K-SISIN 01
 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANGPadang, 23-26 Agustus 2006
2
1. PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN
Sistem informasi berbasis internet banyak digunakan saat ini. Hal inimenurut Rahardjo (2002) disebabkan internet merupakan
 platfrom
yang terbuka(
open platform
) sehingga menghilangkan ketergantungan perusahaan pada vendortertentu seperti jika menggunakan sistem yang tertutup (
 proprietary systems
).Internet merupakan media yang paling ekonomis untuk digunakan sebagaibasis sistem informasi. Hubungan antar komputer di internet dilakukan denganmenghubungkan diri ke
link 
terdekat, sehingga hubungan fisik biasanya bersifatlokal. Perangkat lunak untuk mengembangkan sistem informasi berbasis internetsecara murah dan bahkan gratis.Alasan-alasan di atas menyebabkan Internet menjadi media elektronik yangpopuler untuk menjalankan bisnis, yang kemudian dikenal dengan istilah
electroniccommerce
atau
e-commerce
. Amazon.com dan
e-bay
adalah contoh perusahaanyang sukses melakukan perdagangan secara elektronik melalui jaringan internet.Di Indonesia transaksi bisnis melalui internet menjadi suatu fenomena bisnisbaru. Banyak situs yang menawarkan barang atau jasa via internet sepertiwww.studiohandphone.comdanwww.globalteleshop.comyang menjual telepon seluler,www.bhinneka.comdanwww.glodokshop.comyang menjual komputer dan barang-barang elektronik. Bahkan perusahaan perbankan seperti Bank Mandiri,BCA, Bank Niaga, Lippo Bank, Bank Mega dan Bank Danamon menawarkan jasaperbankan via internet yang disebut dengan
e-banking
.
 Electronic commerce
 merupakan penggunaan jaringan komputer untuk melakukan pembelian danpenjualan barang, jasa dan informasi secara elektronis (Urbaczewski et al. 2002).Selain besarnya manfaat yang mampu diolah melalui jaringan yangmendunia, internet merupakan sistem jaringan komputer yang memiliki kerentanan(
vulnerable
).
Software bug
,
hardware bug
, serangan
cracker 
dan
hacker 
merupakansumber kerentanan sistem internet yang dapat memicu kegagalan sistem dankerusakan. Jarak jauh yang memisahkan konsumen dan situs belanja dan daninfrastruktur internet menghasilkan ketidakpastian dalam bertransaksi dengan e-vendor sehingga pelanggan memiliki risiko kehilangan uang dan privasinya (Pavlou,2003). Ketidak-pastian sosial dan risiko dengan
electronic vendor 
(
e-vendor 
)
K-SISIN 01
 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANGPadang, 23-26 Agustus 2006
3menjadi tinggi karena perilaku
e-vendor 
tidak dapat dimonitor (Reichheld danSchefter 2000 dalam Gefen et.al 2003).Penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti empiris mengenai faktor-faktoryang mempengaruhi kepercayaan (
trust 
) pengguna internet terhadap sistem
elektronic commerce
. Ketidakpastian yang melekat di
electronic commerce
 membuat para peneliti berargumen bahwa membangun kepercayaan (
trust 
) danmemperkecil risiko menjadi faktor paling penting dalam bertransaksi di
electroniccommerce
(Pavlov, 2003, Gefen et al. 2003, Jarvenpaa dan Tractinsky, 1999,McKnight, 2002).Kepercayaan (
trust 
) menjadi katalisator bagi transaksi penjual dan pembeliyang membuat konsumen memiliki harapan besar untuk puas terhadap hubungantukar-menukar tersebut (Pavlou, 2003). Kepercayaan (
trust 
) terhadap
electronicvendor 
menentukan putusan konsumen untuk melakukan hubungan penyedia bisnis
e-commerce
(Friedman et al. 2000). Kekurang-percayaan terhadap
web vendor 
akanmenghalangi konsumen menggunakan produk 
web vendor 
(Bhattacherjee, 2002).Jarvenpaa dan Tractinsky (1999) mendefinisikan kepercayaan (
trust 
) di
e-commerce system
sebagai kesediaan konsumen untuk bergantung pada penjual danmelakukan tindakan walaupun penjual dapat dengan mudah merugikan konsumen.Gefen et al. (2003) memperoleh bukti empiris bahwa
structural assurance
berpengaruh terhadap timbulnya
trust 
terhadap sistem
e-commerce.
S
tructuralassurance
mengacu pada penilaian adanya mekanisme keamanan jaringan sistem
electronic commerce
yang memadai. Keyakinan terhadap struktur muncul karenapengguna yakin bahwa teknologi sistem
e-commerce
memberikan perlindungansehingga konsumen yakin bahwa transaksi melalui internet dapat berjalan aman(McKnight
et al.
, 2002).Jarvenpaa dan Tractinsky (1999) meneliti bahwa
 perceived reputation
suatusitus belanja suatu situs belanja berpengaruh terhadap
trust 
di
e-commerce
.
Trust 
 terhadap penjual bergantung pada keahlian, kemampuan untuk menyenangkan dankesamaan penjual dengan konsumen (Doney dan Cannon, 1997 dalam Jarvenpaadan Tractinsky 1999). Dalam konteks internet,
website
menggantikan penjual(Lohse dan Spiller, 1998). Reputasi menjadi faktor penting yang memberikonstribusi bagi kepercayaan konsumen terhadap organisasi penjualan (Anderson &
K-SISIN 01

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->