Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
47Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KALOR LATEN

KALOR LATEN

Ratings: (0)|Views: 3,069 |Likes:
Published by mahmurodhi
kelas x
kelas x

More info:

Published by: mahmurodhi on Mar 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

 
Apabila kita memanaskan suatu benda, air misalnya, semakin lama si air bersentuhan dengan sumber panas(misalnya nyala api), suhu air semakin bertambah. Dalam hal ini air mengalami perubahan suhu akibat adanyatambahan kalor dari nyala api. Perlu diketahui bahwa adanya tambahan kalor tidak selamanya menyebabkan perubahan suhu. Hal ini biasanya terjadi selama proses perubahan wujud suatu benda. Untuk membuktikan hal ini,dirimu bisa melakukan percobaan kecil2an berikut ini…Siapkan es batu secukupnya, termometer dan pemanas (gunakan saja pemanas listrik kalau ada). Masukantermometer ke dalam wadah yang berisi es batu dan tunggu sampai permukaan air raksa berhenti bergerak.Selanjutnya, nyalakan pemanas listrik. Karena mendapat tambahan kalor dari pemanas listrik maka es batu perlahan-lahan mencair. Seiring dengan mencairnya es batu, permukaan air raksa dalam termometer akan bergerak naik.
Meskipun es batu selalu mendapat tambahan kalor, pada suatu titik tertentu, permukaan air raksa akanberhenti bergerak selama beberapa saat. Es batu memang tetap mencair, tapi suhunya tidak berubah.
Biasanyahal ini terjadi pada titik es alias titik beku normal air. Pada tekanan atm, titik es berada pada 0
o
C. Ingat ya, titik es berubah terhadap tekanan, karenanya termometer yang dirimu pakai belum tentu menunjuk angka 0
o
C.Setelah parkir sebentar di titik es, permukaan air raksa akan jalan-jalan lagi. Semakin banyak kalor yang diserapair, semakin panas air tersebut. Bertambahnya suhu air ditunjukkan oleh kenaikan permukaan air raksa dalamtermometer.
Walaupun tetap mendapat tambahan kalor, ketika suhu air mencapai titik uap alias titik didih normal air, permukaan air raksa akan berhenti jalan-jalan (suhu air tetap).
Pada tekanan atm, titik uap berada pada 100
o
C. Tambahan kalor yang diperoleh air dari pemanas listrik tidak membuat suhu air berubah. Tambahan kalor tersebut hanya mengubah air menjadi uap. Amati grafik di bawah….Grafik ini menunjukkan proses perubahan suhu dan perubahan wujud air setelah pendapat tambahan kalor (padatekanan 1 atm). Penambahan kalor dari b – c tidak menyebabkan perubahan suhu, tetapi hanya meleburkan esmenjadi air. Demikian juga penambahan kalor dari d – e hanya mengubah air menjadi uap. Air hanya salah satucontoh saja. Pada dasarnya semua benda akan mengalami proses yang sama jika benda tersebut dipanaskan.Tambahan kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg benda dari wujud padat menjadi cair disebut kalor  peleburan. Kalor peleburan juga berkaitan dengan jumlah kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud bendadari cair menjadi padat. Lambang kalor lebur = L
F
(F = fusion). Perlu diketahui bahwa kalor yang terlibat dalam perubahan wujud benda tidak hanya bergantung pada kalor peleburan saja, tetapi juga massa benda tersebut.Secara matematis bisa ditulis seperti ini :Q = m L
F
Keterangan :Q = Jumlah kalor yang diperlukan atau dilepaskan selama proses pencairan atau pembekuanm = massa bendaL
F
= Kalor peleburanTambahan kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg benda dari wujud cair ke gas dinamakan kalor penguapan.Kalor penguapan juga berkaitan dengan jumlah kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud benda dari gasmenjadi cair. Lambang kalor penguapan = L
V
(v = vaporization). Secara matematis, kalor yang diperlukan ataukalor yang dilepaskan selama proses penguapan atau pengembunan bisa ditulis sebagai berikut :Q = m L
V
 
Keterangan :Q = Jumlah kalor yang diperlukan atau dilepaskan selama proses penguapan atau pengembunanm = massa bendaL
F
= Kalor penguapanKalor Peleburan dan Kalor Penguapan dikenal juga dengan julukan Kalor Laten. Lambang kalor Laten = LCatatan :Setiap benda mempunyai titik lebur dan titik didih yang berbeda-beda. Kalor peleburan dan kalor penguapansetiap benda juga berbeda2. Lihat tabel di bawah.BendaTitik leburKalor lebur (L
F
)Titik didihKalor penguapan(L
V
)
o
CJ/KgKkal/Kg =Kal/g
o
CJ/KgKkal/Kg= Kal/gHelium----4,126-268,9320,9 x 10
3
5Hidrogen13,84-259,3158,6 x 10
3
14,120,26-252,89452 x 10
3
108,5 Nitrogen63,18-21026 x 10
3
6,277,38-195,8200 x 10
3
48Oksigen54,36-218,7914 x 10
3
3,390,15-183210 x 10
3
51Etanol159-114104,2 x 10
3
239,75351,1578850 x 10
3
204Amonia195,35-77,833 x 10
3
8,0239,75-33,4137 x 10
3
33Raksa234-3911,8 x 10
3
2,8630357272 x 10
3
65,3Air273,150334 x 10
3
79,5373,151002256 x 10
3
539Sulfur39211938,1 x 10
3
9,1717,75444,60326 x 10
3
78,2Timbal600,5327,324,5 x 10
3
5,920231750871 x 10
3
209Perak1233,95960,8088,3 x 10
3
21,2246621932336 x 10
3
560,6Besi2081,151808289 x 10
3
69,13296,1530236340 x 10
3
1520Tembaga13561083134 x 10
3
32,2146011875069 x 10
3
1216,6Emas1336,151063,0064,5 x 10
3
15,5293326601578 x 10
3
378,7
Contoh soal 1 :
Berapakah tambahan kalor yang diperlukan untuk mengubah 5 kg es batu menjadi air ?Panduan Jawaban :Q = mL
F
—- L
F
air = 79,5 kkal/kg (lihat tabel)Q = (5 kg) (79,5 kkal/kg)Q = 397,5 kkal = 397,5 Kalori (huruf K besar) = 397,5 x 10
3
kalori (huruf k kecil)1 kkal = 1000 kalori = 4.186 Joule397,5 kkal = 397,5 x 4.186 Joule = 1.663.935 Joule = 1,66 kJ (kilo Joule)Untuk mengubah 5 kg es batu menjadi air, diperlukan tambahan kalor sebesar 397 kkal atau tambahan energisebesar 1,66 Joule
Contoh soal 2 :
Berapakah jumlah kalor yang harus dilepaskan untuk mengubah 5 kg air menjadi es ?Panduan Jawaban :Q = mL
F
—- L
F
air = 79,5 kkal/kg (lihat tabel)Q = (5 kg) (79,5 kkal/kg)Q = 397,5 kkal = 397,5 Kalori (huruf K besar) = 397,5 x 10
3
kalori (huruf k kecil)1 kkal = 1000 kalori = 4.186 Joule397,5 kkal = 397,5 x 4.186 Joule = 1.663.935 Joule = 1,66 kJ (kilo Joule)Untuk mengubah 5 kg air menjadi es, kalor yang harus dilepaskan = 397 kkal atau pengurangan energi sebesar 1,66 Joule
Contoh soal 3 :
Berapakah energi yang diperlukan untuk mencairkan 2 kg emas ?
 
Panduan jawaban :Q = mL
F
—- L
F
emas = 64,5 x 10
3
J/kg (lihat tabel)Q = (2 kg) (64,5 x 10
3
J/kg)Q = 129 x 10
3
JouleCatatan :Perubahan wujud suatu benda dapat dijelaskan secara lengkap menggunakan Teori Kinetik Gas.
KEKEKALAN ENERGI (KALOR)
Ketika benda2 yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan, kalor akan mengalir dari benda yang bersuhutinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Ingat ya, kalor adalah energi yang berpindah. Apabila benda-bendayang bersentuhan berada dalam sistem yang tertutup, maka energi akan berpindah seluruhnya dari benda yangmemiliki suhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Sebaliknya apabila benda yang bersentuhan tidak beradadalam sistem tertutup, maka tidak semua energi dari benda bersuhu tinggi berpindah menuju benda yang bersuhurendah.Gurumuda pakai contoh saja… Misalnya kita mencampur air panas (suhu tinggi) dengan air dingin (suhu rendah).Apabila air panas dan air dingin dicampur dalam sebuah wadah terbuka (misalnya ember), maka tidak semuaenergi air panas berpindah menuju air dingin. Demikian juga air dingin tidak menerima semua energi yangdisumbangkan oleh air panas. Sebagian energi air panas pasti berpindah ke udara. Jika kita ingin agar semuaenergi air panas dipindahkan ke air dingin maka kita harus mencampur air panas dan air dingin dalam sistemtertutup. Sistem tertutup yang dimaksudkan di sini adalah suatu sistem yang tidak memungkinkan adanya pertukaran energi dengan lingkungan. Contoh sistem tertutup adalah termos air panas. Dinding bagian dalam daritermos air panas biasanya terbuat dari bahan isolator (untuk kasus ini, isolator = bahan yang tidak menghantarkan panas. Temannya isolator tuh konduktor. Konduktor = bahan yang menghantarkan panas). Ssttt… dalamkenyataannya memang banyak sistem tertutup buatan yang tidak sangat ideal. Minimal ada energi yang berpindahkeluar, tapi jumlahnya juga sangat kecil.Lanjut ya… Apabila benda-benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan dan benda-benda tersebut berada dalam sistem tertutup, maka ketika mencapai suhu yang sama, energi yang diterima oleh benda yangmemiliki suhu yang lebih rendah = energi yang dilepaskan oleh benda yang bersuhu tinggi. Karena energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu = kalor, maka kita bisa mengatakan bahwa dalam sistem tertutup, kalor yang dilepaskan = kalor yang diterima. secara matematis bisa ditulis sebagai berikut :Q lepas = Q terimaQ yang hilang = Q yang dicuriQ yang dibuang = Q yang dipungutIni adalah kekekalan energi kalor. Prinsip pertukaran energi dengan cara demikian merupakan dasar darikalorimetri (kalorimetri = teknik alias prosedur pengukuran kuantitatif suatu pertukaran kalor). Alat ukurnyadikenal dengan julukan si kalorimeter. Pernah lihat kalorimeter-kah ? mudah2an di sekolahmu ada kalorimeter air.Kalorimeter biasanya dipakai untuk menentukan kalor jenis suatu benda. Mau praktikum ? Praktikum aja di bloggurumuda Tuh ada gambar kalorimeter…..Biar paham, kita oprek beberapa contoh soal
Contoh soal 1 :
Karena kepanasan, diriku ingin menikmati teh hangat. Setelah mencuri sepotong es batu bermassa 0,2 kg dariwarung di sebelah kos, es batu tersebut dicampur dengan teh hangat yang sedang menanti sentuhan es batu dalamsebuah gelas. Massa teh hangat = 0,2 kg. Anggap saja suhu es batu = -10
o
C, sedangkan suhu si teh hangat = 40
o
C.Setelah bersenggolan dan bersentuhan selama beberapa saat, es batu dan air hangat pun berubah menjadi es teh

Activity (47)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jeffry Moningka liked this
Abdie Utama liked this
Asmara Kanthi liked this
Dian Fairuza liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->