II.4-1
BAB IVILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) diarahkan padapeningkatan kualitas penguasaan dan pemanfaatan iptek dalam rangka mendukungtransformasi perekonomian nasional menuju perekonomian yang berbasis padakeunggulan kompetitif. Dalam mewujudkan arahan ini, pembangunan iptek menghadapiberbagai permasalahan baik yang bersumber dari sisi litbang sebagai penyedia solusiteknologi, sisi pengguna teknologi, maupun yang berkaitan dengan integrasi sisipenyedia dan sisi pengguna teknologi. Berdasarkan permasalahan tersebut, secara garisbesar pembangunan iptek dirancang dalam dua bagian, yaitu (1) yang berkaitan denganwahana pembangunan iptek dan (2) yang berkaitan dengan substansi iptek itu sendiri.Agar dukungan iptek terhadap pembangunan nasional dapat berlangsung secarakonsisten dan berkelanjutan, sistem inovasi nasional sebagai wahana pembangunaniptek akan diperkuat melalui penguatan kelembagaan, sumberdaya, dan jaringan iptek.Sementara itu, pembangunan substansi dilaksanakan melalui penelitian,pengembangan, dan penerapan iptek di bidang-bidang iptek yang strategis dandiarahkan untuk mencapai hasil yang semakin nyata mendukung pencapaian sasaranpembangunan nasional baik dalam bentuk publikasi ilmiah, paten, prototip, layananteknologi, maupun wirausahawan teknologi.
4.1 Kondisi Umum
Peranan Iptek menjadi perhatian utama di negara-negara maju dalam menjawabpermasalahan pembangunan bangsa dan meningkatan pertumbuhan ekonomi. Diberbagai negara maju, kebijakan ekonomi dan kebijakan iptek semakin terintegrasi dandiselaraskan untuk meningkatkan daya saing nasional. Pembangunan bidang Iptek hingga kini telah memberikan landasan bagi terwujudnya sistem inovasi nasional (SIN)dalam rangka membangun perekonomian negara yang berdaya saing.Kondisi umumiptek, yang diantaranya mencakup potret SDM iptek, jumlah publikasi ilmiah, indekskutipan ilmiah (
citation index
), jumlah paten, dan sumber pendanaan kegiatanpenelitian dan pengembangan ditunjukkan dalam uraian berikut ini.Potret SDM iptek ditunjukkan melalui persentase sumber daya manusia iptek dalam jenjang S3 di Lembaga Litbang Pemerintah Non Departemen (LPND) danLembaga Litbang Departemen (LPD) dari tahun 2005 - 2008 yang rata-rata hanya 4,48%, sedangkan untuk jenjang S2 sebesar 14,99 %. Dalam kurun waktu yang sama, SDMyang menempuh jenjang karier melalui jabatan fungsional rata-rata 37,4 %. Dilihat dariproporsi jumlah peneliti yang dimiliki Lembaga Litbang Non Departemen dan LembagaLitbang Departemen terhadap jumlah total peneliti, diketahui bahwa jumlah peneliti