Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
294Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SOP UGD

SOP UGD

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 15,127|Likes:
Published by joannebl3102

More info:

Published by: joannebl3102 on Mar 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2014

pdf

text

original

 
SOP UGDDAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR …..……………………………………………………............................iDAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………..iiBAB–I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….11. Umum 12. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………13. Tata Urut …………………………………………………………………………….1BAB–I STANDARD OPERATING PROCEDURE UNIT GAWAT DARURAT ….……….2Prinsip Penatalaksanaan Kedaruratan Medik..……………………………………… 2Sikap Penolong ………………………………………………………………………….21. Kedaruratan Sistem Pernapasan ………………………………………………………….3a.Epistaksis ...3b.Obstruksi Jalan Napas .4c.Hemoptisis Masif 7d.Status Asmatikus …..8e.Trauma Wet Lung .9f.Pneumomediastinum …10g.Tamponade dan Luka Jantung ...102. Kedaruratan Sistem jantung dan Pembuluh Darah ……………………………………….10Syok ……..103. Trauma Sumsum Tulang Belakang dan Tulang Belakang……..…………………………12a.Kommosio Sumsum Tulang Belakang ..12b.Kontusio Sumsum Tulang Belakang .124. Fraktur dan Dislokasi Tulang Belakang …………………………………………………….13a.Daerah Servikal 13b.Daerah Torakal 13c.Daerah Lumbosakral …13 5. Kedaruratan Sistim Saluran Cerna ………………………………………………………….14a.Hematemesis dan Melena ..14b.Gastroenteritis Dehidrasi ….17c.Akut Abdemen ..24d.Apendisitis .25e.Kolestitis Akut …27f.Pankreatitis Akut ……..28g.Divertikulitis ..29h.Perforasi Ulkus Peptikum 30i.Perforasi pada Tifus Abdominalis …..30j.Ileus Obstruktif (Obstruksi Mekanis) ..31k.Trauma Perut .326. Kedaruratan Sistem Saluran Kemih ………………………………………………………34a.Payah Ginjal Akut 34b.Retensi Urin ..35c.Trauma Saluran Kemih …377. Kedaruratan Akibat Agens Fisik …………………………………………………………….41a.Luka Bakar 41
 
b.Heat Cramps 44c.Heat Exhaustion .44d.Heat Hyperpyrexia ….45e.Acciddental Hypothermia .46f.Syok Listrik ..46g.Tenggelam …..478. Keracunan …………………………………………………………………………………..489.Gigitan dan Sengatan 51a.Gigitan Ular ..51b.Gigitan Binatang Laut .5210. Resusitasi ……………………………………………………………………………………52BAB–III PENUTUP …………………………………………………………………………….57BAB 1Prinsip Penatalaksanaan Kedaruratan MedikKedaruratan medik dapat terjadi pada seseorang maupun sekelompok orang pada setiap saat dan dimana saja. Hal ini dapat berupa serangan penyakit secara mendadak,kecelakaan, atau bencana alam. Keadaan ini membutuhkan pertolongan segera yangdapat berupa pertolongan pertama sampai pada pertolongan selanjutnya secara mantap di rumah sakit. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk menyelamatkan jiwa mencegah dan membatasi cacat serta meringankan penderitaan dari penderita.Keadaan ini selain membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang baik dari penolong dan sarana yang memadai, juga dibutuhkan pengorganisasian yang sempurna.PERAWATAN KEDOKTERAN KRITISCritical Care Medicine merupakan salah satu bentuk kegiatan kedokteran dari tempat kejadian dalam sistem penatalaksanaan keadaan darurat mulai dari tempat kejadian sampai di rumah sakit. Pertolongan pertama biasanya diberikan oleh orang-orang sekitar korban; di antaranya akan menghubungi pertugas kesehatan atau dokterterdekat. Tidak jarang bahwa anggota Hansip, Polisi dan Pemadan Kebakaran terlibat dalam hal ini. Pertolongan ini hasus diberikan secara tepat sebab penangan yang salah justru dapat berakibat kematian atau cacat tubuh. Sudah menjadi suatu kewajaran bila terhadap anggota Hansip, Polisi dan Pemadam Kebakaran diberi pendidikan dan latihan mengenai hal tersebut. Setelah pertolongan pertama diberikan,selanjutnya penderita diangkut ke puskesmas atau rumah sakit setempat, sedapat mungkin dengan angkutan khusus, misalnya mobil ambulan yang dilengkapi dengan peralatan dan petugas kesehatan. Selama perjalanan menuju ke Puskesmas atau Rumah Sakit, penderita tetap mendapat pertolongan dan pengawasan yang ketat.Di Puskesmas atau di rumah sakit penderita mendapat pertolongan yang mantap oleh dokter danpetugas kesehatan lainnya. Dalam hal ini puskesmas harus gesit dan cakap dalammenangani penderita. Dalam keadaan di mana sarana di puskesmas tidak banyak membantu maka disalurkan ke rumah sakit. Rumah Sakit dengan Unit Penanganan Insetifnya (Intensive Care Unit) merupakan rantai akhir dari penanggunalangan penderitadalam Criticl Care Medicine.SIKAP PENOLONGKarena yang ditanggulangi adalah orang yang sakit berat dalam keadaan kritis maka dokter harus berlomba dengan waktu dalam menyelamatkan jiwa penderita. Dalam keadaan ini jangan bertindak panik namun bersikap tenang dan cekatan.Hal-hal penting yang harus diperhatikan terhadap korban:1.Pernafasan dan denyut jantung.
 
Bila pernafasan penderita berhenti, segera kerjakan pernafasan buatan secara efektif lakukan pernafasan ‘mulut ke mulut’ dan bersamaan dengan ini diteliti apakah ada penghentian denyut jantung. Jika jantung berhenti berdenyut, lakukan external cardiac massage. Usaha-usaha mengembalikan fungsi pernafasan dan sirkulasi ini dijelaskan dalam bab resusitasi.2.Perdarahan.Lakukan usaha-uasha menghentikan pendarahan, terutama pendarahan dari pembuluh darah yang besar.3.Syok.Perhatikan tanda-tanda syok serta penanggunalangan (lihat bab tentang syok).4.Cegah aspirasi terhadap muntahan penderita dengan posisi penderita miring pada salah satu sisi tubuh atau ditelungkupkan.5.Jangan terburu-buru memindahkan korban dari tempatnya sebelum dipastikansarana angkutan yang memadai.Terhadap penderita fraktur, terlebih dahulu dilakukan pembidaian. Penatalaksanaan selanjutnya secara terperinci akan diuraikan pada masing-masing bab.OBAT DAN PERALATANBeberapa peralatan dan obat-obatan yang minimal dibutuhkan sebagai pertolongan pertama dalam penatalaksanaan kedaruratan medik ialah:Peralatan.1.Pembalut biasa.2.Kasa steril.3.Pembalut segitiga.4.Plester.5.Kapas.6.Tourniquet.7.Alat Suntik.8.Alat-alat bedah sederhana.9.Alat infus & transfusi.Obat-obatan.1.Obat-obat antiseptik.Obat-obat suntikan.adrenaline, 1 mg/mlaminophylline, 250 mg/ 10 mlampicilin, 250 mg/ dan 500mgatropine sulphate, 0,6mg/mlchlorpheniramine maleate, 10 mg/mlchorpromazine, 50mg/2mldextrose 50 %, 20mldiazepam, 10mg/2mldigoxin, 0,5mg/2mlergometrine, 0,5mg/mlethyinoradrenaline, 2mg/mlfurosemide, 20mg/2mlhydrocortisone sodium succinate, 100mghyoscine N-butylbromide 20mg/mlmorphine sulfate, 15mg/mlpenicillin G, 1mega U (600mg)pentazocine 45 mg/1,5 ml dan 60 mg/2mlpethidine HCI, 100 mg/2mlphenobarbitone sodium, 200mg/mlphytomenadione 10mg/mlsalbutamol 0,5 mg/mltrifulpromazine, 20mg/,mlaquadestilata

Activity (294)

You've already reviewed this. Edit your review.
Superscr added this note
like this, help so much
donny narendra added this note
thank you 4 sharing
Superscr liked this
donny narendra liked this
Azyzah liked this
RaRa PRawita liked this
Andry Rover liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->