Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
65Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Terbatas Bab i Pendahuluan

Terbatas Bab i Pendahuluan

Ratings: (0)|Views: 2,300 |Likes:
Published by joannebl3102

More info:

Published by: joannebl3102 on Mar 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.Umum
Perkembangnya informasi dan teknologi memberikan dampak yang sangat besar terhadap tata kehidupan sosial, kesehatan sebagai bagian dari kebutuhan manusia takluput juga menjadi sasaran. Kebutuhan akan kesehatan yang prima serta tuntutan akan jaminan keselamatan, mempengaruhi cara pandang dan konsep penyedia jasapelayanan kesehatan yang profesional. Oleh karena itu untuk penyedia jasa pelayanankesehatan harus terus membenahi berbagai aspek yang turut mendukung didalampencapaian peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.Rumah sakit sebagai salah satu unsur yang begerak didalam penyedia jasapelayanan kesehatan dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya secara optimalsehingga profesionalitas rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan dapatdicapai. Profesionalisme pada pelayanan kesehatan dapat dicapai bilamana dapatmengikuti kemajuan dan pekembangan lmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) bidangkesehatan serta Teknologi Informasi.Seiring dengan perubahan sikap masyarakat yang semakin kritis terhadap jasapelayanan kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut maka dibutuhkan kesiapanyang menyeluruh baik perangkat keras (
hard were
) maupun perangkat lunak (
soft ware
)dari penyedia jasa pelayanan kesehatan. Salah satu perangkat lunak yang harus ada dirumah sakit yaitu suatu prosedur operasional yang standar dalam pelayanan kesehatan,dimana ini akan menjadi acuan atau dasar dalam melakukan suatu tindakan pelayanankesehatan.Melihat kenyataan di atas maka Rumkital Dr. Komang Makes berusaha lebihprofesional dan salah satu bentuk upaya yang dilaksanakan di lingkungan Rumkital Dr.Komang Makes adalah menyusun dan menerapkan Panduan Manajemen Klinis Matadengan merujuk pada Panduan Manajemen Klinik yang ditetapkan oleh Perdami.
2.Maksud dan tujuan
a.MaksudBuku Panduan Manajemen Klinis Mata ini dimaksudkan sebagai pedoman bagitenaga medis Rumkital Dr. Komang Makes dalam memberikan pelayanankesehatan di bidang mata secara profesional.b.Tujuan
1)
Memberikan pengetahuan dan keseragaman carabertindak dalam memberikan pelayanan kesehatan di bidang mata.
2)
Mendapatkan mutu seoptimal mungkin dalampemberian pelayanan kesehatan di bidang mata.
3.Tata Urut
a.
BAB I Pendahuluan
 b.
BAB II Panduan Manajemen Klinis Mata
c.
BAB III Penutup1
TERBATAS
 
BAB-IIPANDUAN MANAJEMEN KLINIS MATAGAMBARAN UMUM KELAINAN REFRAKSII.MIOPIA
Miopia adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekutan pembiasan sinar yangberlebihan,sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan didepan retina.
1.
Miopia axial:
kekuatan retraktif mata normal, tetapidiameter anterior-posterior bola ata lebih panjang. Mata biasanya lebih besar dari normal. Pada tipe miopia ini bias dijumpai
myopic cresent 
dan stafilomaposterior 
2.
Miopia kurvatura:
Bessar bola mata normal, tapikurvatura kornea dan lensa lebih besar dari normal
3.
Miopia indeks refraksi:
perubahan indeks refraksisering terlihat pada pasien Diabetes yang kadar gula darahnya tak terkontrol.
4.
Perubahan posisi lensa:
perubahan lensa kearahdepan sering terjadi sesudah tindakan bedah, terutama glaukomaGejala miopia
1.
Gejala paling penting yaitu melihat menjadi buram
2.
Sakit kepala
3.
Kecenderungan terjadinya juling saat melihat jauh4.asien lebih jelas melihat dekatPenatalaksanaanPengobatan pasien dengan miopia adalah dengan memberikan koreksi sferisnegatip terkecil yang memberikan ketajaman penglihatan maksimal.
II. HIPERMETROPIA
Mata hipermetropia mempunyai kekuatan refraksi yang lemah, sinar sejajar yangdating dari obyek terletak jauh tak terhingga dibiaskan dibelakang retina.Berasarkanstruktur bola mata hipermetropia dibedakan menjadi beberapa tipe,yaitu:
1.
Hipermetropia axial:
Kekuatan refraksi mata normal, tetapi diameter anterior-posterior bola mata lebih pendek dari normal
2.
Hipermetropia kurvatura:
Kelengkungan kornea dan lensa lebih lemah darinormal
3.
Hipermetropia indeks refraksi:
Indeks refraksi lebih rendah dari normal
4.
Perubahan posisi lensa:
Hipermetropia dapat disebabkan perubahan posisilensa ke belakangBerdasarkan akomodasi hipermetropia dibedakan secara klinis menjadi:
1.
Hipermetropia manifest:
didapatkan tanpa sikloplegik, merupakanhipermetropia yang dapat dikoreksi dengan lensa positif maksimal yang memberikan2
TERBATAS
 
tajam penglihatan normal. Hipermetropia ini terdiri dari hipermetropia absolutditambah dengan hipermetropia fakultatif.
2.
Hipermetropia manifes absolut :
merupakan bagian hipermetropia yang tidakdapat diimbangi dengan akomodasi
3.
Hipermetropi fakultatif:
merupakan bagian hipermetropia yang dapat diukur dengan dikoreksi dengan lensa positif,tetapi dapat juga dikoreksi dengan akomodasitanpa lensa koreksi.pasien yang hanya mempunyai hipermetropia fakultatif akandapat melihat normal tanpa koreksi, tapi bila diberikan koreksi lensa positif yangmemberikan penglihatan normal maka otot akomodasinya akan istirahat.
4.
Hipermetropia laten:
merupakan bagian hipermetropia yang dapat diatasisepenuhnya dengan akomodasi, tanpa sikloplegik, merupakan perbedaan antarahipemetropia total dengan manifest. hipermetropia laten iniakan diatasi pasiendengan akomodasi trus menerus.Hipermetropia laten hsnys dspst diukur biladiberikan sikloplrgik. Makin muda seseorang makin besar komponen hipermetropilaten. Dengan bertambahnya usia maka kemampuan akomodasi menjadi berkurang,sehingga hipermetropia laten menjadi fakultatif dan kemudian menjadi hipermetropiaabsolut.
5.
Hipermetropi total
, yaitu seluruh jumlah hipermetropia laten dan manifest yangdidapatkan setelah pemeriksaan dengan sikloplegik.Gejala hipermetropia1.Bila hipermetropia 3 dioptri atau lebih, atau pada usia tua, pasien mengeluhpenglihatan jauh kabur.turunnya tajam penglihatan jauh pada pasien usia tuadisebabkan menurunnya amplitude akomodasi, sehingga tidak dapat lagimengkompensasi kelainan hipermetropia nya.
2.
penglihatan dekat lebih cepat buram. Karena kemampuan akmodasi menurundengan bertambahnya usia, sehingga akomodasi tidak cukup adekuat lagi untukpenglihatan dekat.Penglihatan dekat yang buram akan lebih terasa lagi padakeadaan kelelahan, atau penerangan yang kurang3.sakit kepala biasanya pada daerah frontaldan dipacu oleh kegiatan melihat dekat jangka panjang.jarang terjadi pada pagi hari.cenderung terjadi pada siang hari danbias membaik spontan kegiatan melihat dekat dihentikan.4.eyestrain5.Sensitif terhadap cahaya.
6.
spasme akomodasi; yaitu terjadinya cramp m.cilliaris diikuti penglihatan buramintermiten. Over aksi akomodasi dapat menyebabkan pseudomiopia.sehinggapenglihatan lebih jelas saat diberikan koreksi lensa negatipPenatalaksanaanApabila disertai esopohria, hipermeropia dikoreksi penuhApabila disertai strabismus konvergen, koreksi hipermetropia total, sebaliknyaapabila disertai exophoria diberikan under koreksi.
III. ASTIGMATISMA
Adalah keadaan dimana sinar sejajar tidak dibiaskan secara seimbang pada seluruhmeridian. Pada astigmatisma regular,terdapat dua meridian utama yang terletak salingtegak lurus.3
TERBATAS

Activity (65)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nur-ul Fatiha liked this
Ariawan Priguna liked this
Sherla Wijoyo liked this
Nyndia Weri liked this
Sity Cibureg liked this
Widia Astuti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->