Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
57Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Program Tahunan

Program Tahunan

Ratings: (0)|Views: 1,981 |Likes:
Published by azkhaz

More info:

Published by: azkhaz on Mar 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
BAB I
P
ENDAHULUAN
Pendidikan Dasar bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkankehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakaat, warga negara, dan anggota umat manusia sertamempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah ( PP 28/ 1990 Pasal 3 ). Sedangkan pendidikan dasar yang diselenggarakan di sekolah dasar adalah memberi bekal kemampuan dasar baca-tulis-hitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang sesuai dengan tingkat perkembangannya sertamempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ).Berangkat dari acuan tujuan di atas perlu adanya pendekatan strategis yang bersifat multi dimensi(komprehensip) berkemmpuan menggerakkan sekaligus mewujudkan semua tuntutan dan harapan sepertiyang tersirat dan tersurat dari makna rumusan tersebut. Berbagai macam upaya telah dilakukan pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan mutu pendidikan antara lain penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi lainnya, peningkatan mutu guru dan tenagakependidikanlainnya melalui berbagai pelatihan dan penataran dan peningkatan kualifikasi pendidikanmereka, peningkatan manajemen pendidikan, serta pengadaan fasilitas-fasilitas pendidikan. Sementara inihasilnya masih jauh dari harapan. Mutu pendidikan kita masih terus dipertanyakan, belum adakeberhasilan yang signifikan dari seluruh usaha yang dilakukan. Terjadi kesenjangan yang sangat jauhantara output pendidikan dengan harapan masyarakat dan tuntutan kurikulum yang dibakukan. Tuntutankurikulum prosentasenya masih sangat rendah, sangat ajuh dari ketentuan batas tuntas belajar yakni 75 %komunitas siswa menguasai materi kurikulum yang disajikan oleh guru.Keluhan masyarakat terhadap output pendidikan adalah mereka tidak siap berkompetitimemasukki dunia kerja, sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang berdampak sangatluas, antara lain timbulnya pengangguran yang berakumulasi dari waktu ke waktu. Hal ini merupakansuatu potensi yang dapat menyulut terjadinya kerawanan-kerawanan social yang bagaikan bom waktuyang sewaktu-waktu bisa meledak.Dari hasilkonferensi internasional Tentang pendidikan, mutu pendidikan di Indonesia juga kurangmenggembirakan. Human Defelopment Indeck (HDI) mutu pendidikan Indonesia mendudukki peringkat1
 
102 dari 106 negara yang disurvai, satu tingkat dibawah Vietnam. Hasil study The Third InternationalMathematics and Science Sudy Repeat (TIMSS-R 1999) melaporkan bahwa siswa SLTP Indonesiamenepati peringkat 32 untuk IPA dan 32 untuk Matematika dari 38 negara yang disurvai di Asia,Australia,, dan Afrika. (Depdiknas: 2001).Hasil pengamatan dan analisis para ahli menyatakan bahwa ada tiga factor yang menyebabkanmengapa mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan. Tiga hal tersebut adalah sebagai berikut:1.Kebijaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production fungtion atau output input analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.Pendekatan ini melihat bahwa pendidikan lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksiyang apabila dipenuhi semua input yang diperlukan dalam kegiatan produksi terssebut, makalembaga tersebut akan menghasilkan output yang dikehendakki. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila input pendidikan seperti penataran guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, dan perbaikan sarana serta prasarana lain dipenuhi, maka mutu pendidikan (output) akan terjadi.Kenyataan tidak demikian. Penerapan pendekatan ini terlalu memusatkan pada input pendidikandan kurang memperhatikan proses pendidikan. Padahal proses pendidikan sangat menentukanoutput pendidikan.2..Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan secara sentralistik, sehinggamenempatkan sekoalah sebagai penyelenggara pendidian sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan terkadang kebijaksanaan yangdikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah. Dengan demikian sekolah kehilangankemandiriaan, motifasi dan inisiatif untuk mengembangkan dan memajukan lembaganyatermasuk menunjang mutu pendidikan nasional.3.Peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama iniumumnya kurang ( sangat minim). Partisiasi masyarakat umumnya bersifat input (dana) bukan pada proses pendidikan ( Pengambilan keputusan, monitoring, evaluasi danakuntabilitas ).Berkaitan dengan akuntabilitas, sekolah tidak mempunyai bebanmempertanggungjawabjkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat khususnya orangtuasiswa sebagai salah satu pihak utama yang berkepentingan dengan pendidikan (Stake Holder).2
 
Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut di atas perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan, salahsatunya adalah melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan, yaitu dengan menerapkan KonsepPendidikan Beroroentasi Kecakapan Hidup (Life Skill) melalui pendekatan Pendidikan Berbasis Luas(Broad Base Educated) yang pula didukung kukirikulum berbasis kelas (KBK).Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimilikki oleh seseorang untuk menghadapi hidup dankehidupan tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusisehingga akhirnya mampu mengatasinya. Kecakapan hidup dapat dikelompokkan menjadi lima bagian,yaitu:1.Kecakapan mengenai diri ( Self awareness), kecakapan ini juga disebut Kecakapan Personal( personal skill ) yang meliputi cakupan unsure-unsur sebagai berikut:a.Penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warganegara; b.Menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligusmenjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai iundividu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.Kecakapan berpikir rasional, yang mencakup unsure-unsur sebagai berikut:a.Kecakapan mengenal dan menemukan informasi ( information searsching); b.Kecakapan mengolah informasi (information processing and secisionmaking skill), danc.Kecakaapan memcahkan masalah secara kreatif (creative problem solving skill).3. Kecakapan social atau kecakapan antar personal (inter personal skill) yang mencakup:a Kecakapan komunikasi dengan empati (communication skill); bKecakapan bekerja sama (collabolation skill).Empati sikap penuh pengertian dan seni komunikasi dua arah, perlu ditekankan karena yangdimaksud berkomunikasi disini bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi isi dan sampainya pesan disertai dengan kesan baik yang akan menumbuhkan kesan harmonis.4.Kecakapan akademik (academic skill)Kecakapan ini
 
sering disebut kemampuan berpikir ilmiah dengan cakupan sebagai berikut:3

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
gina_nur liked this
2februari liked this
Ivo Basri K liked this
Ivo Basri K liked this
fathur_azai liked this
Wish Whae liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->