Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
46Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asas Dan Prinsip Bimbingan Dan Konseling Sekolah

Asas Dan Prinsip Bimbingan Dan Konseling Sekolah

Ratings: (0)|Views: 2,821 |Likes:
Published by prayoga adhitama
baca ya terimakasih
baca ya terimakasih

More info:

Published by: prayoga adhitama on Mar 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
ASAS DAN PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : Bimbingan dan Konseling SekolahDosen Pengampu : Zidni Imawan Muslimin, S. Psi., M. Si.
Disusun Oleh :
 
Prayoga Adhitama NIM.07710018
PROGAM STUDI PSIKOLOGIFAKULTAS ILMU SOSIAL HUMANIORAUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTANEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA2010
 
1
A.
 
Latar Belakang
Sistem pendidikan di Indonesia masih dapat dikatakan belum mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial di masyarakat, seperti korupsi, kolusi, perkosaan, penyalahgunaan narkotika, tawuran, kenakalan remaja, dan tindakan antisosial yang lain.Hal ini kemungkinan dapat disebabkan karena masih banyaknya sekolah-sekolah yangterlalu menekankan segi kognitif saja, tetapi kurang menekankan segi nilai kemanusiaanyang lain seperti emosionalitas, religiusitas, sosialitas, spiritualitas, kedewasaan pribadi,afektivitas, dan lain-lain (Rejeki, 2005).Dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah, siswa berhadapan dengan, pilihan, keputusan, keraguan, orang tua, guru, teman, polisi, satpam, pedagang, preman, sopir, pengemis, dan masih banyak lagi. Pertemuan siswa dengan berbagai macam karakter manusia meninggalkan kesan tersendiri bagi dirinya. Kesanyang membekas tersebut diharapkan adalah kesan yang baik bukan kesan yang buruk.Masalah-masalah yang muncul akibat pertemuan dengan beraneka macam karakter orang,akan sangat berimbas pada kehidupan sehari-harinya. Apabila masalah-masalah tersebuttidak segera ditangani maka ditakutkan para generasi muda akan menjadi penyandangmasalah sosial.Pada umumnya sebagian besar waktu siswa, dihabiskan di lingkungan sekolah. Makadari itu, tugas sekolah dalam mengawasi, menyelesaikan, dan melakukan tindakan preventif pada permasalahan siswanya bukanlah hal yang terlampau sulit, apabila terdapatsinergis antara sekolah, warga sekolah, wali siswa, masyarakat sekitar, dan yangterpenting adalah siswa sebagai subjek pendidikan.Siswa belajar di sekolah tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan tetapi juga butuh adanya kesadaran sosial yang berarti kesiapan untuk melihat segala situasi di dalamkesadaran akan diri sendiri dan tidak hanya untuk orientasi suatu tindakan dengan tugas-tugas dan tujuan segera tapi untuk dasar mereka pada visi yang lebih komprehenship.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikandiharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya berilmu pengetahuan saja,tetapi juga generasi yang matang dan memiliki kesadaran sosial dalam kehidupan dimasyarakat (Rejeki, 2005).Konselor sekolah sebagai pelaksana pelayanan konseling di sekolah mempunyaitugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadapsejumlah peserta didik. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu
 
2
siswa dalam upaya menemukan dirinya, penyesuaian terhadap lingkungan serta dapatmerencanakan masa depannya (Ifdil, - ). Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolahuntuk mencapai Tri Sukses, yaitu: sukses bidang akademik, sukses dalam persiapan karir,dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan (Prayitno dalam Ifdil, - ).Semua pendidik, termasuk di dalamnya konselor, melakukan kegiatan pembelajaran, penilaian, pembimbingan, dan pelatihan dengan berbagai muatan dalam ranah belajar kognitif, afektif, psikomotor, serta keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang MahaEsa (Ifdil, - ). Dalam melakukan Konseling dalam hal ini Guru BP/ BK, mengacu padaasas dan prinsip Bimbingan dan Konseling di Sekolah sebagaimana telah diamanatkanoleh Undang-undang No 20 Tahun 2003. Sehingga hakikat pelaksanaan BK di sekolahyakni Tri Sukses : (sukses bidang akademik, sukses dalam persiapan karir, dan suksesdalam hubungan kemasyarakatan) dapat tercapai yang pada akhirnya akan menjadimanfaat bagi siswa sebagai subjek pendidikan nasional.
B
.
 
P
raktik Bimbingan dan Konseling di Sekolah Saat Ini
 Pada saat ini konseling di Indonesia belum sampai pada kondisi yang mapan, namunsudah menyesuaikan diri dengan perubahan global. Bimbingan konseling di sekolahsetidaknya sudah dilakukan secara benar, hal ini bisa dilihat dari sisi filosofis, psikologis,dan sosial budaya yang dijelaskan sebagai berikut :1.
 
Secara filosofis bimbingan konseling di lapangan ditujukan untuk seluruh siswadengan menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi, sosial, akademik,karir, dan dukungan sistem, meliputi ragam dimensi (masalah setting, metode, danlama waktu layanan); Bimbingan konseling di sekolah saat ini ditujukan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal, mencegah terhadap timbulnyamasalah dan memecahkan masalah siswa; Program BK di sekolah saat inidilaksanakan secara terpadu, kerjasama antara personel BK dengan personel sekolahlainnya, dan keluarga. Model bimbingan di atas menunjukkan bahwa :

Activity (46)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ronaldo Mo liked this
Yuniarti Aisyah liked this
Randhy Catra liked this
Mardiah Ningsih liked this
Tiara Fadillah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->