3
BAB IIPembahasan1.
Latar Belakang Munculnya Konflik Palestina-Israel
a.
Gerakan Zionisme Internasional
Z
ionisme merupakan salah satu kelompok dalam agama yahudi. Istilah Yahudi berasal dari akar kata
Z
ion atau Sion, yang pada masa awal sejarah Yahudimerupakan Sinonim dari kata Jerusalem. Lahirnya
Z
ionisme tidak dapat lepas dariharapan kaum Yahudi untuk kembali ke tanah yang dijanjikan (
p
romised land
).
Z
ionisme berangkat dari rumusan sederhana terhadap kondisi riil fonomena anti-semit atau lebih tepat dikenal dengan anti-jews di Eropa.Sebagai sebuah ideology,
Z
ionisme disusun dengan sebuah target jelas, yaitu untuk membentuk sebuah Negara Yahudi. Latar belakang utama lahirnya gerakan
Z
ionismedisebabkan oleh hak social,politik, ekonomi, budaya, dan agama mereka yangditindas ketika mereka terpaksa hidup berdiaspora di beberapa Negara. Dari sinilahtimbul kesadaran dalam diri orang-orang Yahudi untuk mengakhiri penderitaanmereka yang berkepanjangan dengan cara kembali ke negeri leluhur mereka di tanahyang dijanjiakan.Tranformasi
Z
ionisme menjadi sebuah gerakan resmi terjadi pada sekitar tahun 1897.Perubahan tersebut tidak dapat dilepaskan dari nama Theodore Herzl. Herzl berhasilmerumuskan idologi kebangsaan dan gagasan tentang sebuah Negara merdeka bagiyahudi (Abu Bakar; 2008). Setahun kemudian, meskipun banyak tantangan, diamenyelenggarakan kongres zionis pertama di Bassel, Swiss. Di samping itu, Herzlmulai melobi para pemimpin dunia dan tokoh politik.Selain menjadi tonggak bagi berdirinya gerakan
Z
ionisme secara global, kongres pertama tersebut merekomendasikan sebuah Negara khusus bagi kaum Yahudi yangtercerai berai di seluruh dunia. Namun, kongres tersebut belum menentukan secarategas wilayah mana yag akan dijadikan tempat bagi berdirinya Negara tersebut. Baru pada kongres kedua yang diselenggarakan pada 1906, gerakan
Z
ionismemerekomendasikan secara tegas untuk mendirikan sebuah Negara bagi Yahudi ditanah Palestina.