Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 1
BAB 1PENDAHULUAN1.Latar Belakang
Konflik antara Palestina dan Israel hingga saat ini masih merupakan masalah terbesar  bagi negara-negara di kawasan timur tengah bahkan di tangan internasional. Penduduk Palestinasudah puluhan tahun hidup dalam perjungan untuk membela kedaulatannya, dan membelakeadilan serta hak asasinya. Serangan dari Israel yang mendapat dukungan dari Amerika tidaklahmembuat mereka mundur, buram dan takluk, bahkan justru dapat melahirkan semangat juanguntuk membela Negara dan keadilan.Hal ini dapat di lihat ketika terjadi konflik dengan Israel, pejuang Palestina selalumenunjukkan semangatnya untuk melawan musuh dengan senjata yang tidak sebanding dengansenjata musuh. Namun meskipun keterbatasan senjata tidaklah membuat mereka berhati kecil, putus asa dan mudah menyerah, karena mereka tahu bahwa hal ini merupkan persoalan hak  penduduk Palestina yang harus di pertahankan dan di bela. Israel tidaklah berhak merebut tanah palestina dan menginjak-ngenjak bangsa palestinaKonflik yang berkepanjangan ini tidaklah mudah di selasaikan, sebab hal ini persoalanyang harus di tangani dan di selesaikan secara internasional. Namun anehnya, konflik ini padakenyataannya tidak pernah selesai bagaikan film serial yang terus bersambung; serial pertamaselasai muncul serial kedua dan begitu seterusnya. Memang kadang terjadi perdamaian selang beberapa bulan atau beberapa tahun, namun kemudian meletus lagi.Sekarang terjadi lagi konflik yang cukup panas antara pejuang Palestina dan Israel. Sejak konflik beberapa hari hingga sekarang, serangan Israel ke Gaza telah merengut nyawa sekitar 700 (tujuh ratus korban), yang mayoritas masyarakat sipil dan anak-anak di bawah usia. Udara diGaza di selimuti dengan asap letusan bom-bom Israel, tumpahahan darahpun terus mengalir  bagaikan mata air yang mengalir, sementara dunia hanya menjadi saksi. Alangkah kejamnyamanusia yang selalu punya rasa dendam dan merebut hak orang lain, sungguh sangat biadabnyatindakan Israel itu dengan membabi buta. Anehnya, konflik ini seakan-akan hanya menjadi
 
 2
tayangan PBB yang hendak di saksikan di layar TV tanpa ada yang protes. Padahal persoalan inidapat di selesaikan hanya melalui PBB. Jika tidak maka konflik ini tidak akan pernah selasai.PBB hanya menjadi saksi bisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun menengahi penyelesaian dan perdamaian.Maklum PBB hanya di peralat oleh Amerika yang mendukung penuh terhadap Israel danmenjadi sebatas simbol ketika di hadapkan pada konflik Palestina-Israel. Penyelesaian lewat dua belak pihak´ palestina-Israel´ tidaklah akan menjamin secara penuh atas perdmaian di palestina.Oleh karena itu, sekarang PBB harus bertindak dengan cepat untuk menangani perdamaian itudan harus tegas tanpa di tunda-tunda lagi.
 
 3
BAB IIPembahasan1.
 
Latar Belakang Munculnya Konflik Palestina-Israel
a.
 
Gerakan Zionisme Internasional 
Z
ionisme merupakan salah satu kelompok dalam agama yahudi. Istilah Yahudi berasal dari akar kata
Z
ion atau Sion, yang pada masa awal sejarah Yahudimerupakan Sinonim dari kata Jerusalem. Lahirnya
Z
ionisme tidak dapat lepas dariharapan kaum Yahudi untuk kembali ke tanah yang dijanjikan (
 p
romised land 
).
Z
ionisme berangkat dari rumusan sederhana terhadap kondisi riil fonomena anti-semit atau lebih tepat dikenal dengan anti-jews di Eropa.Sebagai sebuah ideology,
Z
ionisme disusun dengan sebuah target jelas, yaitu untuk membentuk sebuah Negara Yahudi. Latar belakang utama lahirnya gerakan
Z
ionismedisebabkan oleh hak social,politik, ekonomi, budaya, dan agama mereka yangditindas ketika mereka terpaksa hidup berdiaspora di beberapa Negara. Dari sinilahtimbul kesadaran dalam diri orang-orang Yahudi untuk mengakhiri penderitaanmereka yang berkepanjangan dengan cara kembali ke negeri leluhur mereka di tanahyang dijanjiakan.Tranformasi
Z
ionisme menjadi sebuah gerakan resmi terjadi pada sekitar tahun 1897.Perubahan tersebut tidak dapat dilepaskan dari nama Theodore Herzl. Herzl berhasilmerumuskan idologi kebangsaan dan gagasan tentang sebuah Negara merdeka bagiyahudi (Abu Bakar; 2008). Setahun kemudian, meskipun banyak tantangan, diamenyelenggarakan kongres zionis pertama di Bassel, Swiss. Di samping itu, Herzlmulai melobi para pemimpin dunia dan tokoh politik.Selain menjadi tonggak bagi berdirinya gerakan
Z
ionisme secara global, kongres pertama tersebut merekomendasikan sebuah Negara khusus bagi kaum Yahudi yangtercerai berai di seluruh dunia. Namun, kongres tersebut belum menentukan secarategas wilayah mana yag akan dijadikan tempat bagi berdirinya Negara tersebut. Baru pada kongres kedua yang diselenggarakan pada 1906, gerakan
Z
ionismemerekomendasikan secara tegas untuk mendirikan sebuah Negara bagi Yahudi ditanah Palestina.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more