Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
J03 Beny Dkk LHP Pantai Berpasir

J03 Beny Dkk LHP Pantai Berpasir

Ratings: (0)|Views: 1,503|Likes:
Published by BENY
Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Pantai Berpasir

Oleh :
Beny Harjadi, Purwanto, Arina Miardini,
Gunawan, Aris Boediyono, dan Siswo

ABSTRAK

Lahan pantai berpasir termasuk lahan marginal yang bersifat dinamis yang terdapat hubungan antara pasokan butir-butir pasir dari hasil abrasi pantai oleh ombak menuju pantai dan dari gisik yang merupakan hasil erosi angin kearah daratan. Peristiwa tersebut menyebabkan lahan pantai berpasir menjadi kritis, baik untuk wilayah itu sendiri maupun wilayah di belakangnya. Berkaitan dengan permasalahan yang ada di wilayah pantai berpasir, dibutuhkan suatu model pengelolaan untuk rehabilitasi dan konservasi yang sesuai dan mampu diterapkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan sarana pengembangan teknologi rehabilitasi lahan pantai berpasir yang sesuai, berupa demplot yang representatif serta inovatif. Metode penelitian meliputi: (a) Kegiatan pembuatan rancangan, dan pemetaan lokasi antara lain: patok, meteran, GPS, kompas, peta dasar, (b) Kegiatan pembuatan sarana penahan erosi pasir tanaman TA, antara lain: cemara laut (Casuarina equisetifolia), (c) Bibit tanaman budidaya semusim untuk ditanam di antara jalur tanaman TA antara lain: cabe (Capsicum annuum) dan jagung (Zea mays), (d) Kegiatan perbaikan tanah berupa pupuk kandang dengan dosis 20 ton/ha serta pupuk anorganik ZA, KCl, urea, TSP, insektisida, dan fungisida, (e) Pengelolaan kondisi iklim dan biofisik lahan (f) Kegiatan pengamatan lapangan antara lain: ombrometer, anemometer, termometer, termohidro. Pengembangan tanaman Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) sebagai tanggul angin sudah memasuki tahun kelima sejak tahun 2005 - 2009.
Penanaman cemara laut dilakukan setiap tahun dengan jarak tanam 5 x 5 m. Kriteria bibit cemara laut yang cocok untuk dikembangkan di lahan pantai berpasir adalah bibit yang memiliki batang coklat, daun hijau gelap dan ukuran diameter batang ½ cm atau keliling batang sekitar 2 cm dengan umur bibit sekitar 6 sampai satu tahun. Kelembagaan berupa peran aparat desa dan staf obyek wisata serta anggota kelompok tani cukup baik. Namun tingkat adopsi masih rendah, karena resiko kegagalan yang tinggi penanaman di lahan pantai berpasir juga karena lahan tersebut juga menjadi milik obyek wisata. Partisipasi masyarakat terhadap upaya RLKT lahan pantai berpasir yang mendukung wisata lingkungan terpadu cukup yaitu ditunjukkan dari semangat untuk melakukan penanaman semusim di lahan pantai berpasir dan adanya pertemuan rutin bulanan kelompok tani. Peningkatan tingkat pendapatan masyarakat dengan pengembangan lahan pantai berpasir harus ditunjang partisipasi aktif dari masyarakat dengan merubah persepsi bahan lahan berpasir yang dianggap lahan marjinal menjadi lahan yang memiliki produktivitas tinggi. Data pengunjung wisata tahun 2006-2009 mengalami peningkatan yaitu 66.100 orang menjadi 80250 orang. atau peningkatan pendapatan wisata dari Rp. 136.550.000,- (2006) menjadi Rp. 163.581.150,- (2009).
Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Pantai Berpasir

Oleh :
Beny Harjadi, Purwanto, Arina Miardini,
Gunawan, Aris Boediyono, dan Siswo

ABSTRAK

Lahan pantai berpasir termasuk lahan marginal yang bersifat dinamis yang terdapat hubungan antara pasokan butir-butir pasir dari hasil abrasi pantai oleh ombak menuju pantai dan dari gisik yang merupakan hasil erosi angin kearah daratan. Peristiwa tersebut menyebabkan lahan pantai berpasir menjadi kritis, baik untuk wilayah itu sendiri maupun wilayah di belakangnya. Berkaitan dengan permasalahan yang ada di wilayah pantai berpasir, dibutuhkan suatu model pengelolaan untuk rehabilitasi dan konservasi yang sesuai dan mampu diterapkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan sarana pengembangan teknologi rehabilitasi lahan pantai berpasir yang sesuai, berupa demplot yang representatif serta inovatif. Metode penelitian meliputi: (a) Kegiatan pembuatan rancangan, dan pemetaan lokasi antara lain: patok, meteran, GPS, kompas, peta dasar, (b) Kegiatan pembuatan sarana penahan erosi pasir tanaman TA, antara lain: cemara laut (Casuarina equisetifolia), (c) Bibit tanaman budidaya semusim untuk ditanam di antara jalur tanaman TA antara lain: cabe (Capsicum annuum) dan jagung (Zea mays), (d) Kegiatan perbaikan tanah berupa pupuk kandang dengan dosis 20 ton/ha serta pupuk anorganik ZA, KCl, urea, TSP, insektisida, dan fungisida, (e) Pengelolaan kondisi iklim dan biofisik lahan (f) Kegiatan pengamatan lapangan antara lain: ombrometer, anemometer, termometer, termohidro. Pengembangan tanaman Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) sebagai tanggul angin sudah memasuki tahun kelima sejak tahun 2005 - 2009.
Penanaman cemara laut dilakukan setiap tahun dengan jarak tanam 5 x 5 m. Kriteria bibit cemara laut yang cocok untuk dikembangkan di lahan pantai berpasir adalah bibit yang memiliki batang coklat, daun hijau gelap dan ukuran diameter batang ½ cm atau keliling batang sekitar 2 cm dengan umur bibit sekitar 6 sampai satu tahun. Kelembagaan berupa peran aparat desa dan staf obyek wisata serta anggota kelompok tani cukup baik. Namun tingkat adopsi masih rendah, karena resiko kegagalan yang tinggi penanaman di lahan pantai berpasir juga karena lahan tersebut juga menjadi milik obyek wisata. Partisipasi masyarakat terhadap upaya RLKT lahan pantai berpasir yang mendukung wisata lingkungan terpadu cukup yaitu ditunjukkan dari semangat untuk melakukan penanaman semusim di lahan pantai berpasir dan adanya pertemuan rutin bulanan kelompok tani. Peningkatan tingkat pendapatan masyarakat dengan pengembangan lahan pantai berpasir harus ditunjang partisipasi aktif dari masyarakat dengan merubah persepsi bahan lahan berpasir yang dianggap lahan marjinal menjadi lahan yang memiliki produktivitas tinggi. Data pengunjung wisata tahun 2006-2009 mengalami peningkatan yaitu 66.100 orang menjadi 80250 orang. atau peningkatan pendapatan wisata dari Rp. 136.550.000,- (2006) menjadi Rp. 163.581.150,- (2009).

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: BENY on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

pdf

text

original

 
 
DEPARTEMEN KEHUTANANBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN
BALAI PENELITIAN KEHUTANAN SOLO
 
LAPORAN HASIL PENELITIAN
(LHP)TAHUN ANGGARAN 2009
MODEL REHABILITASI LAHAN DANKONSERVASI TANAH PANTAI BERPASIR
Penanggung Jawab Kegiatan :
Ir. Beny Harjadi, MSc.
SURAKARTA, DESEMBER 2009
 
ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PENELITIAN
MODEL REHABILITASI LAHAN DANKONSERVASI TANAH PANTAI BERPASIR
Tahun 2009
Surakarta, Desember 2009
 
Diperiksa oleh :Kepala Seksi EvLap
Ir.Ahmad Agus Munawar, MP
NIP. 19610827.198903.1.002
Diperiksa oleh :Ketua Kelti KTA,
Ir. Sukresno, MSc
NIP.19580204.198503.1.002
 Disusun oleh,Ketua Tim Pelaksana
Ir. Beny Harjadi, MSc
NIP.19610317.199002.1.001
 Disahkan oleh :Kepala BPK Solo,
Ir. Bambang Sugiarto, MP.
NIP. 710.004.775
 
iii
KATA PENGANTAR
Penelitian Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Pantai Berpasir
 
merupakan kegiatan pengembangan dan sosialisasi hasil penelitian yang pernah dilakukandi Samas, Yogyakarta. Judul ini merupakan bagian dari UKP ”Teknologi dan KelembagaanRehabilitasi Lahan Terdegradasi”. Tahun 2009 merupakan kegiatan tahun terakhir diKebumen sejak tahun 2005, sehingga LHP (Laporan Hasil Penelitian) tahun ini berisilaporan kumulatif dan komprehensif sejak tahun 2005 sampai 2009.
 
Laporan ini berisikan informasi mengenai kegiatan pengembangan pada lahanpantai berpasir. Pengembangan ini dilakukan dengan menanam tanaman tanggul anginyang terdiri dari cemara laut dan tanaman semusim. Tujuan penelitian ini untuk menyediakan sarana pengembangan teknologi rehabilitasi lahan pantai berpasir yang sesuai,berupa demplot yang representatif serta inovatif yang memuat kegiatan-kegiatan antara lain :1) Mengembangkan jalur TA dengan tanaman
Casuarina equisetifolia
.2)
 
Mengelola kondisi iklim dan biofisik lahan3) Mengembangkan pola tanam tanaman budidaya yang sesuai.4) Meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat
5)
Meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar wisata.
 
Dengan tersusunnya laporan akhir Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi TanahPantai Berpasir tahun dinas 2005-2009 diharapkan dapat dipakai sebagai bahan acuanuntuk penelitian berikutnya. Ucapan terimakasih kepada Tim Peneliti dan semua pihak yang selama ini telah membantu sehingga dapat tersusunnya laporan ini. Saran dan kritik dari para pengguna dan pembaca masih ditunggu untuk proses penyempurnaan laporan ini.Surakarta, Desember 2009Kepala Balai,
Ir. Bambang Sugiarto, MP.
NIP. 710.004.775

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
2whew liked this
Lee ram liked this
Febrayanto Catur liked this
priyoanggodo liked this
puguhdraharjo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->