Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Dan an Pengajaran Akuntansi

Etika Dan an Pengajaran Akuntansi

Ratings: (0)|Views: 38 |Likes:
Published by Muhammad Nur

More info:

Published by: Muhammad Nur on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

 
ETIKA DAN PENGEMBANGAN PENGAJARAN AKUNTANSI
Oleh: Wiwik Utami
1)
Staf Pengajar Program Magister AkuntansiProgram Pascasarjana Universitas Mercu Buana
Abstrak
sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia pendidikan di Indonesia jauhtertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia. Salah satu factor yang menyebabkan adalah kurangnya implementasi etika dalam sistempendidikan. Setiap elemen dalam sistem pendidikan harus mampumengaplikasikan nilai-nilai etika sehingga diperoleh sinergi dalampemgembangan kualitas pendidikan. Pengajaran etika hakekatnya memberikanpengetahuan etika pada mahasiswa hanya pada tingkat
moral perception
dan
moral judgement 
. Untuk sampai pada tindakan (
action
), mahasiswa harusmempunyai kesadaran tentang nilai-nilai Ketuhanan.
 
Akuntansi sebagai disiplinilmu harus memberikan bekal pengetahuan etika yang terintegrasi dengan matakuliah akuntansi, khususnya akuntansi keuangan. Teknik pengajaran yangdigunakan adalah diskusi kelas dengan memakai kasus yang relevan dengantopik yang dibahas.
PENDAHULUAN
Dunia pendidikan merupa-kan produsen yang memberikanoutput berupa sumber dayamanusia kepada masyarakat.Warna yang diberikan oleh duniapendidikan akan ikut mewarnaiperilaku masyarakat. Oleh karenaitu pembangunan dunia pendidikanyang etis dan bermoral menjadisangat penting dalam rangkamembentuk masyarakat yang ma-dani.Elemen yang terkait dalampengembangan dunia pendidikanadalah: (1) pemerintah yang me-ngatur dunia pendidikan berda-sarkan ketentuan peraturan danundang-undang, (2) institusi pe-nyelenggara pendidikan, (3)penga-jar/dosen, dan (4)mahasiswa. Keempat elementersebut saling terkait satu denganlainnya sehingga membentuk suatusistem pendidikan.Makalah ini bertujuan untukmemaparkan pemikiran tentangbagaimana sistem pendidikan yangada sekarang dibangun berdasar-kan nilai etika/moral. Ide tulisanini muncul berdasarkan kenyataanyang sudah menjadi rahasia umumbahwa dunia pendidikan diIndonesia jauh tertinggal diban-dingkan dengan negara-negara laindi Asia. Berdasarkan hasil surveyyang dilakukan oleh suatu lembagakonsultan di Singapura mengung-kapkan bahwa kualitas pendidikandi Indonesia berada pada peringkatke 13 dari negara-negara ASEAN,bahkan dengan Vietnam punIndonesia masih kalah. Salah satufaktor yang menyebabkan kondisi
1)
Kepala Pusat Penelitian dan Dosen FE Universitas Mercu Buana
 
2ini adalah adanya perilaku yangtidak etis yang melingkupi sistempendidikan.Pembahasan dimulai denganmemberikan pengertian tentangetika kemudian dilanjutkan denganteori perilaku etis. Aplikasi konsepetika pada dunia pendidikandibahas berdasarkan pada elemen-elemen yang membentuk sistempendidikan. Di bagian akhirdibahas muatan etika dalampengembangan pengajaran akun-tansi.
ETIKA SEBAGAI BIDANG STUDI
Sering orang memberikanpengertian yang sama antara moraldan etika. Moral berasal daribahasa Latin
moralia
, kata sifatdari
mos
(adat istiadat) dan
mores
(perilaku). Sedangkan Etika berasaldari kata Yunani
ethikos
, kata sifatdari
ethos
(perilaku). MenurutSuseno (1997) etika merupakanfilsafat atau pemikiran kritis danmendasar tentang ajaran-ajarandan pandangan moral.Makna kata etika danmoral sering dianggap sama(sinonim), namun menurut Siagian(1996) antara keduanya mem-punyai nuansa konsep yangberbeda. Moral atau moralitasbiasanya dikaitkan dengan tinda-kan seseorang yang benar atausalah. Sedangkan etika ialah studitentang tindakan moral atausistem atau kode berprilaku yangmengikutinya. Etika sebagai bidangstudi menentukan standar untukmembedakan antara karakter yangbaik dan tidak baik atau dengankata lain etika adalah merupakanstudi normatif tentang berbagaiprinsip yang mendasari tipe-tipetindakan manusia.Perilaku seseorang dalammemenuhi kebutuhannya dipenga-ruhi oleh berbagai faktor.Pemenuhan kebutuhan tersebutharus diarahkan pada perilakuyang bermoral. Pemahamantentang berbagai masalah moralyang dihadapi manusia baiksebagai individu maupun kelompokmemerlukan dukungan dari berba-gai ilmu, misal: ekonomi, sosial,politik, psikologi, etnologi, antro-pologi, dan lainnya. Yang menarikdalam hal ini adalah tidak adanyatolak ukur yang pasti dan universaltentang apa yang dikatakan salahatau benar karena dipengaruhioleh banyak hal. Disinilah letakpentingnya mempelajari etika.Menurut Siagian (1996)menyebutkan bahwa setidaknyaada 4 alasan mengapa mempelajarietika sangat penting.
1.
Umat manusia hidup didunia dimana bukan hanyaberbagai keputusan harusdiambil, akan tetapi juga diakuiadanya cara yang benar dansalah. Norma moral dan etikamenjelaskan mengapa suatutindakan ter-tentu dikatakanbenar atau salah.
2.
Untuk menikmatikehidupan sosial yang teratur,manusia memerlukankesepakatan, pe-mahaman,prinsip dan berbagai ketentuanprosedural yang menyangkutpola perilaku. Etika mencariprinsip yang kokoh berdasarkankesepakatan sehingga
BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005
 
The Identification Of Pests And Diseases
 
3kehidupan yang harmonis dapattercapai.
3.
Dinamika dalamkehidupan manusiamenyebabkan peru-bahan nilai-nilai moral sehingga perludianalisa dan ditinjau ulang.
4.
Etika menunjukkan nilaihakiki dari kehidupan. Etikamen-dorong tumbuhnya nalurimo-ralitas dan mengilhamimanusia untuk sama-samamencari, menemukan danmenerapkan nilai-nilai hidupyang hakiki tersebut.
MANUSIA DAN ETIKA
Menurut Ghozali (
dalam
Herman:2001) bahwa manusiaterdiri dari dua unsur yaitu: unsurmateri (fisik) dan unsur non materi(jiwa, spiritual). Unsur materibersifat fana dan berasal daritanah, sedangkan non materibersifat kekal dan berasal dariTuhan. Essensi manusia terletakpada unsur ke dua yaitu jiwa.Unsur jiwa sering disebut sebagaiunsur metafisik dan unsurmetafisik manusia ini kemudiandiurai berdasarkan hIrarkhinyasebagai berikut: tingkatan pertama(terendah) adalah nafsu, ke duaadalah akal, ke tiga kalbu dan yangke empat (tertinggi) adalah ruh.Nafsu adalah dorongan hewaniyang agresif dan jika tidak dapatdikendalikan maka dapat menjeru-muskan manusia pada derajat yangserendah-rendahnya. Tanpa nafsumanusia tidak akan eksis di dunia,oleh karena itu nafsu tetap harusada. Untuk mencapai kemulyaan,manusia harus mampu mengenda-likan nafsu.Tingkatan yang lebih tinggidari nafsu adalah akal. Akal adalahdaya pikir atau potensi intele-gensia. Akal dapat memberikanpenjelasan yang rasional mengenaiberbagai fenomena yang dihadapimanusia. Dengan akal manusiamenggunakan pertimbangan rasio-nal dalam mengambil keputusan.Kalbu berada pada tingkatan yanglebih tinggi lagi, dan kalbumerupakan karunia Tuhan yanghalus, indah, bersifat rohaniah.Dengan kalbu kita dapat mem-peroleh kebenaran dengan cahayabimbingan Illahi. Tingkatan ter-tinggi adalah ruh, dimana ruh iniadalah milik Tuhan.Berdasarkan unsur metafisiktersebut maka akal manusia harusdiasah sehingga manusia mempu-nyai pengetahuan etika yang cukupsehingga dirinya mampu membe-dakan tindakan yang bermoral danamoral. Dalam hal ini akal tidakhanya sekedar mampu mengenal
knowledge of ethics,
tetapi jugamengolah dan mengembangkanilmu tersebut.Perubahan perilaku etis olehRest (1986) meliputi proses seba-gai berikut:
1.
The person must beable to identify alternatif actions and how thosealternatives will effect thewellfare of inte-rested parties.2.The person must beable to judge which course of action ought to be undertakenin that situation because it is
The Identification Of Pests And Diseases
BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->