Senyatanya: Meskipun di Indonesia ditetapkan kebijakan kurikulum berupa KBK kemudian KTSP yang berbasis pendidikan partisipatif,namun pada praksisnya keterlibatan peserta didik masih sebatassebagai pendengar, pencatat, dan penampung ide-ide pendidik. Selainitu, metodologi pendidikan Islam yang selama ini berlangsung masihmengedepankan pendekatan indoktrinasi yang akhirnya akanmelahirkan sikap dogmatis yang ekstrim dan bukan pendekatan partisipatoris.4.Peserta didik yang pasif
Seharusnya: Keaktifan lebih dibebankan kepada peserta didik,sedangkan pendidik lebih berperan sebagai tenaga fasilitator. Olehkarena itu, perlu persiapan materi yang matang bagi peserta didik sebelum menerima materi dari guru yaitu dengan membaca sendirisehingga ketika di kelas siswa tidak
blank
.
Senyatanya: Peserta didik malas untuk melakukan persiapan itu.5.Tidak adanya sintesa antara perguruan tinggi dengan pesantren
Seharusnya: Ada sintesa, konvergensi atau sinergisitas antara perguruan tinggi dengan pesantren.
Seharusnya: Kedua institusi tersebut sudah terlanjur dikembangkandalam wacana keilmuan yang dualisme-dikotomik. Perguruan tinggimempunyai keunggulan dari sisi rasionalitas dan ditambah dengan pengayaan di bidang
skill
tetapi minus pengayaan moral. Sedangkan pesantren mempunyai keunggulan dari sisi moralitas tapi minus tradisirasional.6.Posisi dan peran pendidikan Islam dengan keragaman lembaga yangdimilikinya masih dipertanyakan
Seharusnya: Pendidikan Islam mampu menjalankan perannya sebagai pendidikan alternatif yang menjanjikan masa depan.
Senyatanya: Kehadiran madrasah, sekolah dan perguruan tinggi Islamcenderung berafiliasi pada ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis atau badan-badan/ yayasan-yayasan Perguruan Islam.7.Potensi pendidikan Islam belum menjadi kekuatan aktual
Seharusnya: Pendidikan Islam menjadi kekuatan aktual.