Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Informasi

Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Informasi

Ratings: (0)|Views: 4,745|Likes:
Published by serbaada
Makalah Seminar Bahasa Indonesia
Makalah Seminar Bahasa Indonesia

More info:

Published by: serbaada on Mar 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/17/2012

pdf

text

original

 
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA INFORMASILAYANAN UMUM DAN LAYANAN NIAGA,SUDAH BENARKAH?Sri Indrawati
 
 ABSTRACT 
  Language use in public information services and trades, suchas street banner (spanduk) advertisement board, and brochure have to use bahasa Indonesia. These are based on Rancangan Undang-Undang Kebahasaan, paragraph 19. However, in fact, the using of bahasa Indonesia in trade services often to be neglected by advertising bureau or corporation that promote it. English language, local dialect,or nonstandard language can be found in street banners,advertising board, or brochure, like the following examples:Orchild Exhibition 2008 menggelar seminar; ke Palcomtechaja lebih seru; Mau kemana aja paling hemat pake Xenia.These language fenomenon are caused by the limitation of users’ language knowledge or by the lack of bahasa Indonesia’s prestigious, or because of communicative or informative perception. The objective of this article is todescribe the using of bahasa Indonesia in public information services and trades which found in Palembang and social  perception of using bahasa Indonesia in public information services and trades. These data were collected from that  sources in July—August 2008, and the social perception of using bahasa Indonesia toward public information servicesand trades were collected from 100 consumers (students, journalists, public service, and labors or employers)
1. Pendahuluan
Dalam
 Hasil Seminar Politik Bahasa Nasional 
dijelaskan bahwa masalah kebahasaan di Indonesia memperlihatkan ciri yangsangat kompleks. Kekompleksan itu berkaitan dengan tiga aspek, yaitu bahasa, pemakai bahasa, dan pemakaian bahasa. Aspek bahasa1
 
menyangkut bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Aspek  pemakai bahasa berkaitan dengan mutu dan keterampilan berbahasaseseorang. Aspek pemakaian bahasa mengacu pada bidang-bidangkehidupan yang merupakan ranah pemakaian bahasa (Alwi danSugono, 2000).Dalam menghadapi era globalisasi diperlukan suatu rumusanketentuan mengenai penggunaan bahasa Indonesia. Hal ini mengingat bahwa masalah kebahasaan di Indonesia sangat rumit. Di Indonesiaterdapat lebih dari 728 bahasa daerah. Bahasa-bahasa daerah itu hidupdan berkembang serta dipergunakan dengan setia oleh penuturnya.Selain itu, di Indonesia terdapat bahasa asing. Walaupun kedudukandan fungsi bahasa daerah dan bahasa asing itu sudah diatur  penggunaannya, tetap saja pemakaian bahasa daerah dan bahasa asing(Inggris) dipergunakan
 semaunya
oleh pemakainya.Kenyataan itu akan menyudutkan penggunaan bahasaIndonesia. Kalau bahasa Indonesia tidak segera diatur penggunaannya, bahasa Indonesia tidak akan mampu menunjukkan gengsinya, baik dinegara sendiri (nasional) maupun internasional.Berbicara tentang penggunanan bahasa, tidak akan terlepas dari bahasa, pemakai dan pemakaiannya. Bahasa apa yang akan dipilih tentuakan berkaitan dengan siapa yang berbicara, kepada siapa berbicara,apa yang dibicarakan, di mana berbicara. Seperti dikatakan olehHudson (1980) ragam bahasa itu bergantung pada
who, what, when,where, why
. Dengan demikian, dalam situasi formal tentulah ragamformal yang dipilih, sedangkan dalam situasi nonformal tentu pularagam nonformal yang digunakan.Untuk pemilihan ragam nonformal tidaklah perludipermasalahkan. Penggunaan bahasa Indonesia yang bercampur kodedengan bahasa gaul, prokem, slang, ataupun bahasa daerah selagi tidak tidak dipakai dalam situasi formal tidaklah perlu dirisaukan. Namun,yang menjadi kerisauan kalau ragam formal bahasa Indonesia (baku)itu digunakan tidak sebagaimana mestinya.Variasi atau ragam formal itu digunakan, antara lain, dalam pidato kenegaraan, rapat dinas, surat-menyurat dinas, ceramahkeagamaan, buku pelajaran, karya ilmiah (Nababan, 1984). Sesuaidengan laju perkembangan dunia yang global, bahasa Indonesia ragam baku juga harus digunakan pada layanan umum dan layanan niaga. Halini disebabkan layanan umum dan layanan niaga merupakan salah satu2
 
 bentuk untuk penyebaran penggunaan bahasa Indonesia. Jadi, penggunaan bahasa Indonesia ragam baku pada layanan masyarakatdan layanan niaga akan memberikan fungsi pemersatu dan prestise.Selain fungsi penggunaannya untuk-untuk situasi-situasi resmi, ragam baku menurut Gravin dan Mathiot dalam (Chaer dan Agustina, 2004) juga mempunyai fungsi lain yang bersifat sosial-politik, antaralainfungsi pemersatu dan harga diri.Penggunaan bahasa pada spanduk yang dipampangkan ditempat umum masih terlihat sebagian kesalahan. Berikut contoh tulisanyang dipampangkan pada spanduk:
Orchild Exhibition 2008
 Menggelar Seminar
,
Mau Kuliah? Ke Palcomtech aja! Lebih seru,Open Tournament Futsal 2008 Antarmember, Tetap Keren TanpaNarkoba:
 Say no to Druggs
.
Penggunaan bahasa seperti itu akanmenimbulkan konsekuensi bagi pemakai bahasa. Apakah memang bahasa yang digunakan itu sudah tepat Ataukah bahasa itu sudah cukupkomunikatif tidak perlu digunakan bahasa yang baku.Kalaulah pemakaian bahasa seperti itu tetap dibiarkan tentuakan menimbulkan kegamangan perkembangan bahasa Indonesia padamasa yang akan datang. Bagaimana bahasa Indonesia akan menjadi bahasa internasional, pemakaian bahasa Indonesia di negeri sendirimasih
amburadul 
. Untuk menyikapi itu Pusat Bahasa telah menyusunRancangan Undang-Undang Kebahasaan. Lebih lanjut dikatakan olehDendy Sugono (
 Kompas,
Jumat 19 Agustus 2007) rancangan itu untuk melegalkan perlindungan terhadap bahasa Indonesia, terutama dalamsituasi formal.Walaupun Rancangan Undang-Undang Kebahasaan itu sudahdisosialisasikan ke berbagai daerah, tidak terkecuali di Palembang, penggunaan bahasa Indonesia pada layanan umum dan layanan niagayang dipampangkan di tempat umum masih terdapat kesalahan.Persoalan yang muncul adalah apakah penggunaan bahasa Indonesia pada layanan umum dan layanan niaga di Kota Palembang itu sudah baikkah menurut persepsi masyarakat? Bagaimanakah pendapatmasyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia pada penunjuk jalanraya, rambu-rambu, brosur, spanduk? Permasalahan inilah yang akandipaparkan dalam makalah ini.3

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ewie Ntu Anna liked this
Ni Yashriy liked this
setio_wagiyanto liked this
mimintriagustina liked this
Erwin Windiagiri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->