Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pengaruh kerapatan lobak

pengaruh kerapatan lobak

Ratings: (0)|Views: 286 |Likes:
Published by Dedy Lesmana
PENGARUH KERAPATAN TANAM DAN KEDALAMAN OLAH TANAH TERHADAP HASIL UMBI LOBAK (Raphanus sativus L.) The influence plant spacing and depth of tillage on growth and yield of radish
Djoko Mursito dan Kawiji ABSTRACT
1

R

esearch to study the influence of exactly plant spacing and depth of tillage on growth and yield of radish was done conducted field experimental at Ngargoyoso, Karanganyar (1080 m elevation) in andosol soil type. The experimental design was randomized completely block with the facto
PENGARUH KERAPATAN TANAM DAN KEDALAMAN OLAH TANAH TERHADAP HASIL UMBI LOBAK (Raphanus sativus L.) The influence plant spacing and depth of tillage on growth and yield of radish
Djoko Mursito dan Kawiji ABSTRACT
1

R

esearch to study the influence of exactly plant spacing and depth of tillage on growth and yield of radish was done conducted field experimental at Ngargoyoso, Karanganyar (1080 m elevation) in andosol soil type. The experimental design was randomized completely block with the facto

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Dedy Lesmana on Mar 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

PENGARUH KERAPATAN TANAM DAN
KEDALAMAN OLAH TANAH TERHADAP
HASIL UMBI LOBAK (Raphanus sativus L.)
The influence plant spacing and depth of tillage on
growth and yield of radish
Djoko Mursito dan Kawiji1
ABSTRACT
esearch to study the influence of exactly plant spacing and depth of tillage
on growth and yield of radish was done conducted field experimental at

Ngargoyoso, Karanganyar (1080 m elevation) in andosol soil type. The experimental design was randomized completely block with the factor : plant spacing (30x10, 30x20, 30x30, 30x40) in cm and depth of tillage (0 cm, 15 cm and 30 cm). All of treatment combination replicated three times. The variables observed were plant growth and yield and than analysed F-test and DMR-test at 5 % signification level. The research showed that plant spacing factor evaluated have very significant effect on numbers of leaves, fresh weight of biomass, dried weight of biomass and weight of radish per plot. But depth of tillage factor and their interaction have no significant effect on growth and yield of radish. The widest plant spacing (30x40 cm) increasing the weight of fresh biomass and weight of dried biomass than the other plant spacing. The highest weight of radish per plot was obtained by the closer plant spacing (30x10 cm).

Key word : plant spacing, depth of tillage and radish
1Fakultas Pertanian UNS.
PENDAHULUAN

Pembangunan Nasioanl yang sesungguhnya mempunyai tujuan untuk memperbaiki mutu hidup manusia seutuhnya baik secara jasmani maupun rokhani, yang harus selaras dan seimbang. Salah satu cara untuk memperbaiki mutu hidup jasmani adalah adanya perbaikan makanan dalam kehidupan sehari-

hari, sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi. Tanaman lobak memiliki kandungan

gizi
yang

banyak diperlukan oleh tubuh, terutama vitamin dan mineral. Kandungan gizi yang terdapat dalam tanaman lobak antara lain adalah kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, vitamin A, vitamin

R
B1, vitamin B2, vitamin C, niasin,
dan air.

Oleh karena itu lobak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam menu makanan sehari-hari, guna mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral yang essensial bagi tubuh.

Salah satu jenis sayuran yang belum banyak digarap dalam skala komersial dan intensif adalah lobak. Tanaman lobak dapat digunakan sebagai penawar rasa terhadap makanan lainnya terutama makanan hewani yang mempunyai kandungan lemak tinggi. Lobak juga mempunyai khasiat yang penting bagi tubuh guna memperbaiki jaringan agar tetap berfungsi dengan baik. Komponen serat yang terkandung di dalamnya mempunyai efek yang baik dalam menekan senyawa kolesterol yang dapat

menyebabkan

serangan penyakit jantung koroner (Nur Berlian, 1994).

Kerapatan tanam merupakan
faktor
yang
mempengaruhi
pertumbuhan
tanaman,
karena
penyerapan energi matahari oleh
permukaan
daun
yang

sangat menentukan pertumbuhan tanaman juga

sangat
dipengaruhi

oleh kerapatan tanam ini juga, jika kondisi tanaman terlalu rapat maka dapat

berpengaruh
terhadap

pertumbuhan tanaman karena dapat perkembangan vegetatif dan hasil panen akibat menurunnya laju

fotosintesis dan perkembangan daun
(Gardneret. al. 1991).
Mengolah
tanah
yang
didefinisikan
sebagai

perlakuan terhadap tanah pertanian dengan menggunakan suatu alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh persiapan tanah sebaik- baiknya untuk keperluan budidaya. Pengolahan tanah juga sangat membantu dalam perbaikkan struktur tanah

dan
porositasnya
serta
membantu perkembangan perakaran

dan perkecambahan di dalam tanah. Keuntumgam lain dalam pengolahan tanah adalah juga dapat menjaga keseimbangan antara air, udara, dan suhu di dalam tanah. Pengolahan tanah

perlu
dilakukan
untuk

menciptakan lingkungan yang cukup baik, sebagai awal kegiatan budidaya (Anonim, 1989).

Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui
dan

mendapatkan informasi dari pengaruh kerapatan tanam dan kedalaman olah tanah terhadap hasil umbi lobak(Raphanus

sativusL . ) .
BAHAN DAN METODE
Penelitian
ini

merupakan percobaan lapang yang dilaksanakan di Desa Selorejo, Kecamatan

Ngargoyoso, Kabupaten Karang- anyar. Lokasi penelitian berada pada ketinggian kurang lebih 1080 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah andosol. Percobaan lapang dilakukan pada bulan November 2000 sampai dengan bulan Januari 2001.

Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor yang diuji adalah

kerapatan
tanam
dan
kedalaman olah tanah. Faktor I :
kerapatan tanam (K) terdiri atas 4

taraf yaitu K1 berjarak tanam 30 cm x 10 cm, K2 berjarak tanam 30 cm x 20 cm, K3 berjarak tanam 30 cm x 30 cm dan K4 berjarak tanam 30 cm x 40 cm. Faktor II : kedalaman olah tanah (D) terdiri atas 3 taraf, yaitu : D1 : kedalaman olah tanah 0 cm (tanpa pengolahan tanah), D2 : kedalaman olah tanah 15 cm dan D3 kedalaman olah tanah 30 cm. Kedua faktor tersebut menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali.

Benih menggunakan lobak
varietas lokal.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah matang dengan dosis 20 ton/ha dan pupuk anorganik sebesar 2 ton/ha.

Pemeliharaan yang
dilakukan
berupa

penyiraman, penyiangan dan pengguludan serta pengendalian

hama-penyakitnya. Pemanenan dilakukan pada umur sembilan minggu setelah tanam (9 MST).Variabel yang diamati adalah

jumlah daun, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, panjang umbi, volume umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, berat umbi per petak dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT, bila ada pengaruh nyata.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis sidik ragam dari perlakuan terhadap jumlah daun, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, panjang umbi, volume umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, berat umbi per petak dan indeks panen disajikan pada tabel 1.

Hasil
analisis
menunjukkan
adanya pengaruh signifian sangat nyata

dari kerapatan tanam terhadap jumlah daun, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan dan berat

umbi per petak, namun tidak menunjukan adanya pengaruh pada panjang umbi, volume umbi per tanaman, berat umbi per tanaman dan

indeks
panen.
Hal

ini dimungkinkan adanya faktor lain yang sangat menentukan terhadap parameter umbi, yang ternyata tidak terpengaruh oleh faktor jumlah daun, berat segar brangkasan dan berat kering brangkasan.

Sepertinya
dalam
percobaan
ini
mengindikasikan
tidak
adanya
korelasi
antara
pertumbuhan
vegetatif
dengan
pembentukan
umbinya.

Adapun Perlakuan kedalaman pengolahan tanah maupun interaksi keduanya

tidak
memberikan
pengaruh yang nyata terhadap semua

komponen yang diamati. Hal ini memperlihatkan bahwa kedalaman pengolahan tanah bukanlah faktor yang utama dalam berbudidaya tanaman lobak. Sehingga percobaan ini mengisyaratkan bahwa dalam membudidayakan tanaman lobak akan lebih menguntukngan dengan

\u201ctanpa pengolahan tanah\u201dyang
cukup banyak menyita tenaga dan
biaya.
Hasil
percobaan
terhadap
tanaman
lobak
ternyata
juga
menunjukkan
bahwa
kerapatan
tanam maupun kedalaman olah tanah
Tabel 1 : Hasil Analisis Sidik Ragam
Perla -
kuan
jumlah
daun
berat segar
brangkasan
berat
kering
brangkasan
Panjan
g umbi
volume
umbi per
tanaman
berat
umbi per
tanaman
berat umbi
per petak
indeks
panen
K
vs
vs
vs
Ns
ns
ns
Vs
ns
D
ns
ns
ns
Ns
ns
ns
Ns
ns
KxD
ns
ns
ns
Ns
ns
ns
Ns
ns
Keterangan :
vs :very significant (berpengaruh sangat nyata)
ns :non significant (berpengaruh tidak nyata)

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->