Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kekejaman Struktural Soeharto

Kekejaman Struktural Soeharto

Ratings: (0)|Views: 899 |Likes:
Published by antox_19

More info:

Published by: antox_19 on Mar 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
Kekejaman & kekerasan struktural di era Soeharto(1/9)Received on Wed Aug 12 09:30:38 MET DST 1998----------------------------------------------------------PENGANTAR:
Dr. Hermawan Sulistiyo membutuhkan waktu 13 tahun untuk menyelesaikan disertasinyatentang pembantaian dan kekejaman massal yang terjadi di daerah Jawa Timur padatahun 1965-66 sebagai kelanjutan dari peristiwa G30S. Disertasi itu dijadikannya bukuberjudul "The Forgotten Years".Tepat sekali judul buku Dr. Sulistyo itu mencerminkan keadaan kita sekarang. Seolah-olah kita sekarang telah melupakan pembantaian besar-besaran oleh ABRI dan bangsasendiri terhadap bangsa sendiri --sebagian terbesar dari mereka tidak tahu apa-apa dantidak berdosa.Pembantaian itu memakan korban sekurang-kurangnya 500 ribu orang, kalau tidak hendak dikatakan jauh lebih banyak lagi. Seolah-olah kita membenarkan apa yang pernahmenggemparkan dunia itu, dengan dalih "penumpasan PKI dan Komunisme yang jahatdan anti-Tuhan".Kekejaman itu telah mengantarkan bangsa Indonesia memasuki era Orde Baru, dankemudian terbukti telah menjadi bagian dari struktur dan sistem kekuasaan Orde Barusampai tumbangnya di tahun 1998. Orde Baru itu sendiri berdiri sebagai hasilpenggulingan kekuasaan Presiden Sukarno dan sekaligus penumpasan PKI. Dalih
 
langsung yang digunakan waktu itu adalah "penumpasan G30S yang melakukan upayakudeta terhadap pemerintahan yang sah."Namun -- sebagaimana diajukan dalam tesis David Johnson, Center for DefenseInformation, AS, (lihat artikel "[SP] Bukan G30S/PKI melainkan G30S/Soeharto #1-#4"yang ditayangkan kemarin dalam MILIS-SPIRITUAL) -- justru Soeharto-lah yangdicurigai merupakan dalang G30S, bekerja sama dengan CIA. Faktanya KASAD JenderalAhmad Yani bersama kelima jenderalPahlawan Revolusi lainnya telah dibantai oleh kesatuan-kesatuan G30S yang berasal dariKostrad, sedangkan Soeharto sendiri, Panglima Kostrad waktu itu, secara aneh "lolos"dari kekejaman G30S.Betapa kejamnya pembunuhan-pembunuhan bermotif politik itu terungkap secara grafisdalam artikel #9; begitu sadis, sebaiknya tidak dibaca oleh mereka yang berhati lembut.(Sekalipun di sini artikel itu tidak jelas sumbernya, namun barang siapa yang telahmenginjak usia remaja atau dewasa pada tahun 1965 itu pasti masih ingat apa yangdidengarnya -- atau bahkan mungkin dilihatnya sendiri -- di kampungnya pada waktuitu.)Sukar dibayangkan bahwa selama 3 dasawarsa bangsa Indonesia telah dikelabui olehsuatu rezim yang berkuasa dengan dalih "melaksanakan Pancasila secara murni dankonsekuen" serta keabsahan konstitusional, namun tangannya berlumuran darah. Adasuatu penolakan psikologis dalam diri kita, suatu rasa tidak percaya, bahwa selama initernyata kita telah hidup dan menghirup kenikmatan di bawah bayang-bayang dosa dan
 
kutukan. Ada perasaan sedikit-banyak ikut bersalah di dalam ketidaktahuan dankeawaman kita."Kekerasan muncul karena demokrasi dibungkam," kata Romo Mangunwijaya.Dan demokrasi dibungkam dengan menyelewengkan Pancasila; Pancasila hanyadigunakan sebagai slogan dan penghias bibir belaka. Itu adalah sifat politis dan strukturaldari Orde Baru.Serangkaian tulisan ini bertemakan kekerasan dan kekejaman yang merajalela pada eraOrde Baru, terdiri dari:* "Pancasila Ditunggangi dan Diselewengkan" oleh Kartaprawira (#2);* "September to Remember", Publikasi 29/1997, Laboratorium Studi Sosial Politik Indonesia (#3);* "Pembunuhan 3 Juta Orang dan Kup terhadap Presiden Sukarno", dimuat dalam Pijar,23 September 1997 (#4);* "Tak Ada Konsep Seragam dalam Pembunuhan Massal '65", wawancara dengan r.Hermawan Sulistyo, penulis "The Forgotten Years", Suara INDEPENDEN, o11/III/September 1997 (#5);* "Rekayasa Soeharto pada Peringatan 30 September", oleh : Sutandi astraprawira (#6);* "Beringas di Balik Mitos Kekeluargaan", Topik Utama, Suara INDEPENDEN, o11/III/September 1997 (#7);* "Orde Baru Itu Lahir dari Kekerasan", wawancara dengan YB angunwijaya, Topik Utama, Suara INDEPENDEN, No 11/III/September 1997 #8);

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ocha Maniest liked this
Hackerz Toraze liked this
Nera Il Kobah liked this
Aguz Al-Imam liked this
kaszief kaslan liked this
andi_jails liked this
gietzpri6132 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->