Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Honor Pptk Ppakk Dll

Honor Pptk Ppakk Dll

Ratings: (0)|Views: 1,517|Likes:
Published by 8_4vote

More info:

Published by: 8_4vote on Mar 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

 
Assalamu'alaikum wr.wbSalam sejahtera semuanya.Pada prinsipnya, Saya setuju dengan pendapat Pak Noeh Cool Cash & Maz_amla.mengingat tugas pejabat pengadaan sebagaimana didefinisikan dalam perpres 8 tahun 2006 dan KMK 64/2008 ttgstandar biaya umum, honor pejabat pengadaan dapat dibayarkan setiap bulan. Mengingat tugas dantanggung jawab pejabat pengadaan termasuk juga panitia pengadaan sangat berat karenamemerlukan kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi dari Bappenas atau LKPP, cukup wajar  jika mendapat honor bulanan.untuk panitia pengadaan karena kewajiban dibentuk untuk pengadaan di atas 50 juta (kaitannyadengan proses lelang) untuk saat ini honornya dibayar per paket pengadaan. bagaimana denganULP (unit layanan pengadaan) jika suatu saat kita membentuk Unit tersebut dalam kementrian kitaseperti pada KPK? Apakah honornya dibayarkan per periode (katakanlah triwulan). Honor Tim SAIdan Rekon saja berdasarkan KAK/POK dari pusat dibayar bulanan? jadi cukup beralasanseandainya honor pejabat pengadaan dibayar bulanan.Yang menjadi masalah saat ini adalah menurut ketentuan dari LKPP (Lembaga KebijakanPengadaan barang/jasa Pemerintah) sertifikasi dari Bappenas/LKPP sudah diberlakukan mulaitahun 2009, kecuali untuk PPK mulai 2010. Dalam hal pejabat pengadaan dan panitia belummempunyai sertifikat, kegiatan pengadaan barang/jasa diambil alih oleh PPK atau KPAnya.Masalah yang akan muncul, apakah pejabat pengadaan tersebut sah mempunyai hak, seandainya diadiangkat menjadi pejabat pengadaan padahal dia tidak mempunyai sertifikasi dari bappenas/lkppyang dipersyaratkan?Terkait contoh dalam Kerangka acuan kegiatan (POK) yang dibuat oleh kantor pusat sebetulnyamasih bisa diperdebatkan. terutama honor panitia pengadaan. karena dalam KAK/POK dibebankan pada akun 521115. kalo panitia pengadaan gedung bangunan bagaimana? bukan menurut prinsipakuntansi, dalam perencanaan dan pelaksanan mengenal full costing, segala pengeluarandimasukkan ke dalam belanjanya. Seperti Kami, memiliki dana renovasi gedung tetapi honor  panitia pengadaannya di akun 521115 bukannya lebih tepat di belanja modalnya?Kalo KAK/POK masih menjadi perdebatan, apakah bisa dipedomani sebagai dasar atau acuan?Wassalamu 'alaikum wr.wbDari: bambang nugroho <bambang_...@yahoo.com>Kepada: forumprima@yahoogroups.comTerkirim: Kamis, 16 April, 2009 21:04:21Topik: Re: [Forum Prima] Re: Honor Pejabat Pengadaan Barang/JasaTentang honor Pejabat Pengadaan Barang/Jasa, masih perlu dilihat contoh dalam Kerangka AcuanKegiatan Kanwil DJPBN TA 2009 pada halaman 12. Di situ jelas dicontohkan bahwaKPA/PPK/PPT SPM/Bendahara Pengeluaran adalah 12 OB (1 org x 12 bln), dan Staf PengelolaKegiatan 36 OB (3 org x 12 bln). Sedangkan Pejabat Pengadaan Barang/Jasa (PPB/J) (1 x 4 bln) 4OB dan Panitia Pengadaan (PP) (5 org x 2 Paket) 10 OB. Dengan demikian honor untuk PPB/J danPP tidak dibayar tiap bulan selama setahun, tapi disesuaikan dengan volume dan rencana waktu penyelesaiannya. Demikian.
 
Assalamu 'alaikum wr. wb.Mohon pencerahan dari teman-teman semua! Saya ingin meminta masukan teman-teman semuakhusus ttg pejabat pengadaan barang/jasa, bukanpanitia pengadaan barang/jasa. Pertanyaan_nyagini, klo pemberian honorarium pejabat pengadaan barang/jasa itu sebenarnya volume pembayarannya maksimal berapa kali yah dalam setahun?Apa perlu dibayar tiap bulan (12 x)? padahal khan pengadaan barang/jasa di kantor2 kita tidak perlutiap bulan? iya gak? Ada teman yg katanya di kantornya cuman bayar sekali saja honornya. katanya bayarnya nanti di akhir tahun. (klo ini mah kebangetan). masa' cmn dapat honornya sekali. Adateman kerja sekantor (eselon IV) yg bilangnya maksimal 2 x! tapi saya tanya aturan jelasnya ygngatur ttg itu dia gak komentar! Nah..ada juga yang bilang dibayarnya cukup 4 x saja. Kata dia pengadaan barang/jasa itu bisa kok dilakukan per triwulan. Saya pribadi sih sebenernya agak sependapat dgn komentar yg terakhir ini(4 x dlm setahun), tapi sy gak berani nentuin yg bener yg mana & yang salah yang mana karena sygak punya aturan jelas yg mengatur tentang itu.Jadi minta tulung nih sama teman2 semua masukannya tentang hal ini! Klo bisasih ditunjukin aturan jelas yg mengatur ttg hal2 itu klo ada yg punya!thank's!Jawab :Kalau baca di PMK No.64/2008 tentang SBU maka Pejabat Pengadaan Barang/Jasa dibayar dengansatuan OB (orang per bulan). Menurut saya berarti dibayar tiap bulan selama setahun penuh.Mungkin sedikit berbagi pemahaman, bahwa pejabat pengadaan itu tidak identik dengan proyek atau paket2 pekerjaan yg tertera dalam DIPA.Bahwa segala macam pembelian persediaan merupakan tugas pejabat pengadaan mulai dari pengadaan ATK, Odner, Tinta Printer, dll sampai dengan barang/jasa dengan nilai maksimal 50 juta. Bayar listrik, air, rek.telpon, jaringan internet merupakan belanja jasa yg juga tanggung jawabdari pejabat pengadaan.Tugas2 di atas bukanlah tanggung jawab Bendahara, tetapi pejabat pengadaan. Bendahara hanyamenyediakan dananya. Pejabat harus sering2 berkoordiasi dengan seksi teknis dan bendaharasehingga apa yg dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan kantor dan sesuai dengan dana yg tersediadalam DIPA (tdk melebihi pagu).Tentang honor Pejabat Pengadaan Barang/Jasa, masih perlu dilihat contoh dalam Kerangka AcuanKegiatan Kanwil DJPBN TA 2009 pada halaman 12. Di situ jelas dicontohkan bahwaKPA/PPK/PPT SPM/Bendahara Pengeluaran adalah 12 OB (1 org x 12 bln), dan Staf PengelolaKegiatan 36 OB (3 org x 12 bln). Sedangkan Pejabat Pengadaan Barang/Jasa (PPB/J) (1 x 4 bln) 4OB dan Panitia Pengadaan (PP) (5 org x 2 Paket) 10 OB. Dengan demikian honor untuk PPB/J danPP tidak dibayar tiap bulan selama setahun, tapi disesuaikan dengan volume dan rencana waktu penyelesaiannya. Demikian.
 
Ada kasus menarik ketika hari Senin 28 Juli 2008 saya berdiskusi dengan peserta dari KabupatenPaser dalam acara Pelatihan Reguler Perencanaan Pembangunan bagi SKPD yang dilaksanakan diWisma MM UGM Yogyakarta. Pertanyaan yang muncul adalah seputar pelaksanaan kegiatan yangtelah ditetapkan dalam APBD, yakni ketika Kepala SKPD menunjuk Pejabat Pelaksana TeknisKegiatan (PPTK). So,
 Siapa yang dimaksud dengan PPTK? Apakah PPTK yang menandatangani kontrak dengan pihak ketiga?
Pasal 12 (ayat 1-2) Permendagri No.13/2006 menyatakan:1.
 Pejabat pengguna anggaran/pengguna barang dan kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang dalam melaksanaka program dan kegiatan menunjuk pejabat pada unit kerja SKPD selaku PPTK.
2.
 Penunjukan pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangankompetensi jabatan, anggaran kegiatan, beban kerja, lokasi, dan/atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya.
Konsep desentralisasi pengelolaan keuangan daerah pada dasarnya menempatkan Kepala SKPDsebagai
 pemilik dana
yang ada di kas daerah ketika anggaran yang menjadi kewenangannya telahmemiliki SPD (Surat Penyediaan Dana), yang bermakna telah tercantum angka rupiahnya dalamdokumen anggaran kas SKPD (yang telah disahkan oleh BUD). Dalam hal ini, anggaran kas dapatdipandang sebagai sebuah bentuk 
kontrak 
antara BUD dengan kepala SKPD, dengan tujuan akhir untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan sesuai dengan skedul yang diajukan oleh SKPD.Setelah BUD menerbitkan SPD, maka kepala SKPD sudah dapat mengajukan kebutuhan danadengan menerbitkan SPM-UP (surat perintah membayar-uang persediaan), yang nantinya akandipegang oleh bendahara (pengeluaran) untuk digunakan dalam operasional SKPD dalammelaksanakan kegiatan-kegiatan yang dikelolanya. Artinya, uang untuk pelaksanaan kegiatandipegang oleh bendahara meskipun yang bertanggungjawab untuk pengendalian atas pelaksanaan pekerjaan ada di tangan PPTK.Hal ini bermakna bahwa meskipun PPTK bertanggungjawab atas kesuksesan pelaksanaan kegiatan,PPTK tidak memegang uang (karena ada di bendahara). Ini berbeda dengan makna yang tersiratdalam Keppres 80/2003 tentang pengadaan barang dan jasa, yang menyebutkan bahwa kontrak ditandatangani oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang sekaligus bertanggungjawab dalam pelaksanaan pekerjaan fisik dan keuangan.Oleh karena itu, apa, siapa dan bagaimana yang dimaksud dengan PPTK dalam Permendagri13/2006? Mohon tanggapan dari rekan-rekan pembaca….Sedikit masukan buat rekan2seputar PPTK dan PPKm1) Pada dasarnya PPTK dan PPKm di ditunjuk/diangkat dgn SK PA/KPA, jadi PA/KPA tdk dibenarkan menjadi PPTK or PPKm.2) dlm aturan PPTK ditunjuk dan PPKm diangkat…dgn asumsi bhw PPTK mjd hak PA/KPA untuk scr lngsg menetapkan pejabat pd unit kerja dlm SKPDnya tetapi PPKm diangkat dgn beberapa persyaratan khusus, diantaranya memiliki sertifikasi pengadaan brng/jasa.3) PPTK tdk diperkenankan menandatangani perjanjian dgn pihak III, PPKm salah satu tgsnyaadalah menandatangani kontrak.kesimpulan yg dpt diambil adalah :a. PPTK dpt ditunjuk sbg PPKm jika memenuhi syarat yg ditetapkan berdsrkan keppres 80/2003(perubahan ke 4) b. Pejabat pd unit kerja dlm SKPD (bukan staff) yg ditunjuk sbg PPTK dapat menandatangani

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andhi Amhin liked this
Irmaisal Rantisi liked this
Donny Rau liked this
Don Kabo liked this
Nchy Orian liked this
Andi Amer liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->