Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Pak Syaf Tentang Pajak

Makalah Pak Syaf Tentang Pajak

Ratings: (0)|Views: 3,932 |Likes:
Published by reffel

More info:

Published by: reffel on Mar 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
1
PENGARUH POTENSI DAN TANTANGAN PAD PASCA PENGESAHANUU NO.28 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK DAERAH DANRETRIBUSI DAERAH
 
I.
 
PENDAHULUAN
 Berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhirdengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 dan Undang-Undang Nomor33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, telah menyebabkan perubahan yang mendasarmengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah berupa pengaturanhubungan Pusat dan Daerah, khususnya dalam bidang administrasipemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.Dalam era otonomi daerah ini, daerah diberikan kewenangan yanglebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Hal iniberarti, idealnya pelaksanaan otonomi daerah harus mampu mengurangiketergantungan terhadap pemerintah pusat, daerah menjadi lebih mandiri,yang salah satunya diindikasikan dengan meningkatnya kontribusipendapatan asli daerah (PAD) dalam hal pembiayaan daerah. PemerintahDaerah diharapkan lebih mampu menggali sumber-sumber keuangan secaramaksimal khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintahandan pembangunan di daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).Tentu saja dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,termasuk diantaranya adalah pajak daerah dan retribusi daerah yangmenjadi unsur PAD yang utama.Dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan daerah agardapat melaksanakan otonomi khususnya yang berasal dari pajak daerah danretribusi daerah, Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan perpajakandaerah, diantaranya dengan menetapkan UU No.28 Tahun 2009 tentang
 
2
 
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kaliatas UU No.34 Tahun 2000 dan UU No.18 Tahun 1997. UU No.28 Tahun2009 yang baru saja disahkan oleh DPR pada 18 Agustus 2009 laludiharapkan dapat lebih mendorong peningkatan pelayanan kepadamasyarakat dan kemandirian daerah. Dalam UU tersebut, pajak daerah danretribusi daerah menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang pentingguna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah sehingga terdapat perluasan objek pajak daerah dan retribusi daerah serta adanya pemberiandiskresi (keleluasaan) dalam penerapan tarif. Kebijakan pajak daerah danretribusi daerah untuk kemudian dilaksanakan berdasarkan prinsipdemokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, danakuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah. Lantas, apakah pajakdaerah pasca pengesahan UU No.28 Tahun 2009 secara nyata berpotensimeningkatkan kemandirian daerah bila dibandingkan dengan UUsebelumnya? Lalu, apa saja tantangan dalam penerapannya?
 
3
 
II.
 
PEMBAHASAN
 Pajak daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Otonomi daerah ditujukan untukmeningkatkan kemandirian daerah yang dindikasikan dengan meningkatnyapendapatan sendiri (PAD). Pemerintah cenderung menggali potensipenerimaan pajak untuk meningkatkan penerimaan daerahnya (Shamsubdan Akoto, 2004). Upaya Pajak (Tax Effort) adalah upaya peningkatan pajakdaerah yang diukur melalui perbandingan antara hasil penerimaan (realisasi)sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan potensi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah. Tax effort menunjukkan upaya pemerintahuntuk mendapatkan pendapatan bagi daerahnya denganmempertimbangkan potensi yang dimiliki. Potensi dalam pengertian iniadalah seberapa besar target yang ditetapkan pemerintah daerah dapat dicapai dalam tahun anggaran daerah tersebut.Upaya pajak merupakan aspek relevan bila dikaitkan dengan tujuanotonomi daerah, yaitu peningkatan kemandirian daerah. Kemandirian daerahseringkali diukur dengan menggunakan Pendapatan Asli Daerah (PAD),dimana pajak daerah dan retribusi daerah menjadi komponen PAD yangmemberikan kontribusi yang sangat besar. Pelaksanaan otonomi daerahdirespon secara agresif oleh pemerintah daerah dengan menerbitkan perda-perda terkait dengan pajak maupun retribusi daerah. Penelitian Stine (2003)menunjukkan adanya pertambahan perda pajak/retribusi yang signifikandibanding sebelum otonomi daerah. Fakta ini menunjukkan adanya responyang sangat agresif untuk segera meningkatkan penerimaan sendiri,khususnya pajak maupun retribusi daerah.Dalam kaitannya dengan pelaksanaan otonomi daerah, pemberiankewenangan untuk mengadakan pemungutan pajak selainmempertimbangkan kriteria-kriteria perpajakan yang berlaku secara umum,sepantasnya juga mempertimbangkan ketepatan suatu pajak sebagai pajakdaerah. Pajak daerah yang baik sebagaimana dikemukakan oleh Richard M.

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Asrhi Leaf liked this
Akhirman Herman liked this
Masni Dhani liked this
Mutie Mutiasari liked this
Shofa Mawaddah W liked this
Hasmi Rhamadani liked this
Djunaidi Tauda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->