Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
67Activity
P. 1
Futuhul Ghoib, Mutiara Karya Seorang Sufi Besar Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani

Futuhul Ghoib, Mutiara Karya Seorang Sufi Besar Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani

Ratings: (0)|Views: 3,271 |Likes:
Published by barak_musthafa
FUTUHUL GHOIB, Sebuah mutiara karya seorang sufi besar Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani. Berisikan risalah-risalah perkataan dan pengajaran beliau. Pada awal tulisan ini kami nukilkan riwayat singkat Beliau. Sebuah riwayat tentang sosok Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani:
Diriwayatkan bahwa menjelang keberangkatannya ke Baghdad, ibunya yang sudah menjanda, membekalinya delapan puluh keping emas yang dijahitkan pada bagian dalam mantelnya, persis di bawah ketiaknya, sebagai bekal. Uang ini adalah warisan dari almarhum ayahnya, dimaksudkan untuk menghadapi masa-masa sulit. Kala hendak berangkat, sang ibu diantaranya berpesan agar jangan berdusata dalam segala keadaan. Sang anak berjanji untuk senantiasa mencamkan pesan tersebut.
FUTUHUL GHOIB, Sebuah mutiara karya seorang sufi besar Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani. Berisikan risalah-risalah perkataan dan pengajaran beliau. Pada awal tulisan ini kami nukilkan riwayat singkat Beliau. Sebuah riwayat tentang sosok Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani:
Diriwayatkan bahwa menjelang keberangkatannya ke Baghdad, ibunya yang sudah menjanda, membekalinya delapan puluh keping emas yang dijahitkan pada bagian dalam mantelnya, persis di bawah ketiaknya, sebagai bekal. Uang ini adalah warisan dari almarhum ayahnya, dimaksudkan untuk menghadapi masa-masa sulit. Kala hendak berangkat, sang ibu diantaranya berpesan agar jangan berdusata dalam segala keadaan. Sang anak berjanji untuk senantiasa mencamkan pesan tersebut.

More info:

Published by: barak_musthafa on Mar 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

 
Riwayat hidupSheikh Abdul Qadir Al Jailani
NASAB
Sayyid Abu Muhammad Abdul Qadir dilahirkan di Naif, Jailan, Iraq, pada bulanRamadhan 470 H, bertepatan dengan th 1077 M. Ayahnya bernama Shahih,seorang yang taqwa keturunan Hadhrat Imam Hasan, r.a., cucu pertamaRasulullah saw, putra sulung Imam Ali ra dan Fatimah r.a., puteri tercinta Rasul.Ibu beliau adalah puteri seorang wali, Abdullah Saumai, yang juga masihketurunan Imam Husein, r.a., putera kedua Ali dan Fatimah. Dengan demikian,Sayid Abdul Qadir adalah Hasani sekaligus Huseini.
MASA MUDA 
Sejak kecil, ia pendiam, nrimo, bertafakkur dan sering melakukan agar lebih baik, apa yang disebut 'pengalaman-pengalaman mistik'. Ketika berusia lapan belas tahun, kehausan akan ilmu dan keghairahan untuk bersama para saleh,telah membawanya ke Baghdad, yang kala itu merupakan pusat ilmu danperadaban. Kemudian, beliau digelari orang Ghauts Al-Azam atau wali ghautsterbesar.Dalam terminologi kaum sufi, seorang ghauts menduduki jenjang ruhaniah dankeistimewaan kedua dalam hal memohon ampunan dan ridha Allah bagi ummatmanusia setelah para nabi. Seorang ulama' besar di masa kini, telahmenggolongkannya ke dalam Shaddiqin, sebagaimana sebutan Al Qur'an bagiorang semacam itu. Ulama ini mendasarkan pandangannya pada peristiwa yangterjadi pada perjalanan pertama Sayyid Abdul Qadir ke Baghdad.Diriwayatkan bahwa menjelang keberangkatannya ke Baghdad, ibunya yangsudah menjanda, membekalinya delapan puluh keping emas yang dijahitkanpada bagian dalam mantelnya, persis di bawah ketiaknya, sebagai bekal. Uang iniadalah warisan dari almarhum ayahnya, dimaksudkan untuk menghadapi masa-masa sulit. Kala hendak berangkat, sang ibu diantaranya berpesan agar jangan berdusata dalam segala keadaan. Sang anak berjanji untuk senantiasamencamkan pesan tersebut.Begitu kereta yang ditumpanginya tiba di Hamadan, menghadanglah
 
segerombolan perampok. Kala menjarahi, para perampok sama sekali tak memperhatikannya, karena ia tampak begitu sederhana dan miskin. Kebetulansalah seorang perampok menanyainya apakah ia mempunyai uang atau tidak.Ingat akan janjinya kepada sang ibu, si kecil Abdul Qadir segera menjawab: "Ya,aku punya delapan puluh keping emas yang dijahitkan di dalam baju oleh ibuku."Tentu saja para perampok terperanjat keheranan. Mereka heran, ada manusiasejujur ini.Mereka membawanya kepada pemimpin mereka, lalu menanyainya, dan jawabannya pun sama. Begitu jahitan baju Abdul Qadir dibuka, didapatilahdelapan puluh keping emas sebagaimana dinyatakannya. Sang kepala perampok terhenyak kagum. Ia kisahkan segala yang terjadi antara dia dan ibunya padasaat berangkat, dan ditambahkannya jika ia berbohong, maka akan tak bermaknaupayanya menimba ilmu agama.Mendengar hal ini, menangislah sang kepala perampok, jatuh terduduk di kali Abdul Qadir, dan menyesali segala dosa yang pernah dilakukan. Diriwayatkan, bahwa kepala perampok ini adalah murid pertamanya. Peristiwa inimenunjukkan proses menjadi Shiddiq. Andaikata ia tak benar, maka keberaniankukuh semacam itu demi kebenaran, dalam saat-saat kritis, tak mungkin baginya.
BELAJAR DI BAGHDAD
Selama belajar di Baghdad, karena sedemikian jujur dan murah hati, ia terpaksamesti tabah menderita. Berkat bakat dan kesalehannya, ia cepat menguasaisemua ilmu pada masa itu. Ia membuktikan diri sebagai ahli hukum terbesar dimasanya. Tetapi, kerinduan ruhaniahnya yang lebih dalam gelisah inginmewujudkan diri. Bahkan di masa mudanya, kala tenggelam dalam belajar, iagemar musyahadah*).Ia sering berpuasa, dan tak mau meminta makanan dari seseorang, meski haruspergi berhari-hari tanpa makanan. Di Baghdad, ia sering menjumpai orang-orang yang berfikir serba ruhani, dan berintim dengan mereka. Dalam masapencarian inilah, ia bertemu dengan Hadhrat Hammad, seorang penjual sirup, yang merupakan wali besar pada zamannya.Lambat laun wali ini menjadi pembimbing ruhani Abdul Qadir. HadhratHammad adalah seorang wali yang keras, karenanya diperlakukannyasedemikian keras sufi yang sedang tumbuh ini. Namun calon ghauts inimenerima semua ini sebagai koreksi bagi kecacatan ruhaninya.
LATIHAN-LATIHAN RUHANIAH
Setelah menyelesaikan studinya, ia kian keras terhadap diri. Ia mulaimematangkan diri dari semua kebutuhan dan kesenangan hidup. Waktu dantenaganya tercurah pada shalat dan membaca Qur'an suci. Shalat sedemikianmenyita waktunya, sehingga sering ia shalat shubuh tanpa berwudhu lagi, karena
 
 belum batal.Diriwayatkan pula, beliau kerapkali tamat membaca Al-Qur'an dalam satumalam. Selama latihan ruhaniah ini, dihindarinya berhubungan denganmanusia, sehingga ia tak bertemu atau berbicara dengan seorang pun. Bila ingin berjalan-jalan, ia berkeliling padang pasir. Akhirnya ia tinggalkan Baghdad, danmenetap di Syustar, dua belas hari perjalanan dari Baghdad. Selama sebelastahun, ia menutup diri dari dunia. Akhir masa ini menandai berakhirnyalatihannya. Ia menerima nur yang dicarinya. Diri-hewaninya kini telahdigantikan oleh wujud mulianya.
DICOBA IBLIS
Suatu peristiwa terjadi pada malam babak baru ini, yang diriwayatkan dalam bentuk sebuah kisah. Kisah-kisah serupa dinisbahkan kepada semua tokohkeagamaan yang dikenal di dalam sejarah; yakni sebuah kisah tentangpenggodaan. Semua kisah semacam itu memaparkan secara perlambang, suatuperistiwa alamiah dalam kehidupan.Misal, tentang bagaimana nabi Isa as digoda oleh Iblis, yang membawanya kepuncak bukit dan dari sana memperlihatkan kepadanya kerajaan-kerajaanduniawi, dan dimintanya nabi Isa a.s., menyembahnya, bila ingin menjadi rajadari kerajaan-kerajaan itu. Kita tahu jawaban beliau, sebagai pemimpinruhaniah. Yang kita tahu, hal itu merupakan suatu peristiwa perjuangan jiwasang pemimpin dalam hidupnya.Demikian pula yang terjadi pada diri Rasulullah saw. Kala beliau kukuh berdakwah menentang praktek-praktek keberhalaan masyarakat dan musuh-musuh beliau, para pemimpin Quraisy merayunya dengan kecantikan, harta dantahta. Dan tak seorang Muslim pun bisa melupakan jawaban beliau: "Aku samasekali tak menginginkan harta ataupun tahta. Aku telah diutus oleh Allah sebagaiseorang Nadzir**) bagi umat manusia, menyampaikan risalah-Nya kepadakalian. Jika kalian menerimanya, maka kalian akan bahagia di dunia ini dan diakhirat kelak. Dan jika kalian menolak, tentu Allah akan menentukan antarakalian dan aku."Begitulah gambaran dari hal ini, dan merupakan fakta kuat kemaujudan duniawi.Berkenaan dengan hal ini, ada dua versi kisah tentang Syaikh Abdul QadirJailani. Versi pertama mengisahkan, bahwa suatu hari Iblis menghadapnya,memperkenalkan diri sebagai Jibril, dan berkata bahwa ia membawa Buraq dari Allah, yang mengundangnya untuk menghadap-Nya di langit tertinggi.Sang Syaikh segera menjawab bahwa si pembicara tak lain adalah si Iblis, karena baik Jibril maupun Buraq takkan datang ke dunia bagi selain Nabi SuciMuhammad saw. Setan toh masih punya cara lain, katanya: "Baiklah AbdulQadir, engkau telah menyelamatkan diri dengan keluasan ilmumu." "Enyahlah!, bentak sang wali." Jangan kau goda aku, bukan karena ilmuku, tapi karenarahmat Allahlah aku selamat dari perangkapmu".

Activity (67)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
yusupd liked this
Mansuri Andizaid added this note
ass. makasi
En D Ra liked this
pretender liked this
Frans Fransiskus liked this
Nurdian Setiawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->