Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
129Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PBL Herpes Zoster

PBL Herpes Zoster

Ratings: (0)|Views: 9,828|Likes:
Published by riandamayanti
wew.....ewesome T_T...hikZ....to all my friend check it out..n please create comment 4 my homework...
wew.....ewesome T_T...hikZ....to all my friend check it out..n please create comment 4 my homework...

More info:

Published by: riandamayanti on Mar 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/30/2013

pdf

text

original

 
FAKULTAS KEDOKTERAN UNSWAGATIRIAN DAMAYANTI (1081700015)
SkenarioBintul berair dan bergerombolSeorang laki-laki berusia 25 th dating ke poliklinik umum dengan keluhan timbul bintul berair ditubuhnya sejak 2 hari yang lalu. Bintul tersebut tidak gatal, yang ada terasa nyeri seperti terbakar danhanya muncul di pinggang sebelah kiri saja, tampak bergerombol. Beberapa hari sebelumnya ia merasabadannya meriaang dan ia hnaya minum obat warung saja, kemudian meriangnya membaik tapi timbulbintul tersebut. Ia mengatakan kepada dokter yang memeriksanya bahwa ia sudah pernah sakit cacardan ia bertanya apakah kali ini juga cacar, padahal yang ia tahu cacar hanya timbul sekali seumur hidup.Lalu dokter member penjelasan dan obat untuk keluhannya.Kata kunci1.
 
Bintul berair2.
 
Tidak gatal, nyeri seperti terbakar, bintul hanya muncul di pinggang sebelah kiri, tampakbergerombol.3.
 
Beberapa hari sebelumnya meriang4.
 
RPD: cacarDaftar masalah1.
 
Definisi bintul berair2.
 
Macam bintul berair3.
 
Penyebab terjadinya bintul berair4.
 
Mekanisme/patofisiologi terjadinya bintul berair5.
 
Diagnosis apa saja yang gejalanya seperti diatas?6.
 
Diagnosis yang paling mungkin dari geejala diatas?Analisis masalah1.
 
Bintik kecil yang menonjol dan berisi cairan2.
 
  jernih, - kuning, - merah, -keruh, -hijau, -hitam3.
 
Virus (varicela zoster), bakteri, jamur, parasit, alergi4.
 
SB5.
 
Varicela, Herpes zoster, Herpes Simplex, Impetigo, Vesica bulosa.6.
 
Herpes zosterMain problem HERPES ZOSTER
 
Sasaran belajar1.
 
Definisi, pathogenesis, diagnosis, diagnosis banding (DD), komplikasi, penatalaksanaan,prognosis HERPES ZOSTER2.
 
Mekanisme/patofisiologi terjadinya bintul berair?HERPES ZOSTERHerpes zoster telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Herpes zoster disebabkan oleh virus yang samadengan varisela, yaitu virus varisela zoster. Herpes zoster ditandai dengan adanya nyeri hebat unilateralserta timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada dermatom yang dipersarafi serabut saraf spinalmaupun ganglion serabut saraf sensorik dan nervus kranialis.Insiden herpes zoster tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka kesakitan antara priadan wanita. Angka kesakitan meningkat dengan peningkatan usia. Diperkirakan terdapat antara 1,3-5per 1000 orang per tahun. Lebih dari 2/3 kasus berusia di atas 50 tahun dan kurang dari 10% kasusberusia di bawah 20 tahun.Patogenesis herpes zoster belum seluruhnya diketahui. Selama terjadi varisela, virus varisela zosterberpindah tempat dari lesi kulit dan permukaan mukosa ke ujung saraf sensorik dan ditransportasikansecara sentripetal melalui serabut saraf sensoris ke ganglion sensoris. Pada ganglion terjadi infeksi laten,virus tersebut tidak lagi menular dan tidak bermultiplikasi, tetapi tetap mempunyai kemampuan untukberubah menjadi infeksius. Herpes zoster pada umumnya terjadi pada dermatom sesuai dengan lokasiruam varisela yang terpadat. Aktivasi virus varisela zoster laten diduga karena keadaan tertentu yangberhubungan dengan imunosupresi, dan imunitas selular merupakan faktor penting untuk pertahananpejamu terhadap infeksi endogen.Komplikasi herpes zoster dapat terjadi pada 10-15% kasus, komplikasi yang terbanyak adalah neuralgiapaska herpetik yaitu berupa rasa nyeri yang persisten setelah krusta terlepas. Komplikasi jarang terjadipada usia di bawah 40 tahun, tetapi hampir 1/3 kasus terjadi pada usia di atas 60 tahun. Penyebarandari ganglion yang terkena secara langsung atau lewat aliran darah sehingga terjadi herpes zostergeneralisata. Hal ini dapat terjadi oleh karena defek imunologi karena keganasan atau pengobatanimunosupresi.Secara umum pengobatan herpes zoster mempunyai 3 tujuan utama yaitu: mengatasi inveksi virus akut,mengatasi nyeri akut ynag ditimbulkan oleh virus herpes zoster dan mencegah timbulnya neuralgiapaska herpetik.
Definisi
 Herpes zoster adalah radang kulit akut dan setempat, terutama terjadi pada orang tua yang khasditandai adanya nyeri radikuler unilateral serta timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada dermatomyang dipersarafi serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensorik dari nervus kranialis.Infeksi ini merupakan reaktivasi virus varisela zoster dari infeksi endogen yang telah menetap dalambentuk laten setelah infeksi primer oleh virus.
 
Sinonim
 Shingles, dampa, cacar ular.-
Epidemiologi
 Herpes zoster dapat muncul disepanjang tahun karena tidak dipengaruhi oleh musim dan tersebarmerata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka kesakitan antara laki-laki dan perempuan, angkakesakitan meningkat dengan peningkatan usia. Di negara maju seperti Amerika, penyakit ini dilaporkansekitar 6% setahun, di Inggris 0,34% setahun sedangkan di Indonesia lebih kurang 1% setahun.Herpes zoster terjadi pada orang yang pernah menderita varisela sebelumnya karena varisela danherpes zoster disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela zoster. Setelah sembuh dari varisela,virus yang ada di ganglion sensoris tetap hidup dalam keadaan tidak aktif dan aktif kembali jika dayatahan tubuh menurun. Lebih dari 2/3 usia di atas 50 tahun dan kurang dari 10% usia di bawah 20 tahun.Kurnia Djaya pernah melaporkan kasus hepes zoster pada bayi usia 11 bulan.-
Etiologi
 Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster (VVZ) dan tergolong virus berinti DNA, virusini berukuran 140-200 nm, yang termasuk subfamili alfa herpes viridae. Berdasarkan sifat biologisnyaseperti siklus replikasi, penjamu, sifat sitotoksik dan sel tempat hidup laten diklasifikasikan kedalam 3subfamili yaitu alfa, beta dan gamma. VVZ dalam subfamili alfa mempunyai sifat khas menyebabkaninfeksi primer pada sel epitel yang menimbulkan lesi vaskuler. Selanjutnya setelah infeksi primer, infeksioleh virus herpes alfa biasanya menetap dalam bentuk laten didalam neuron dari ganglion. Virus yanglaten ini pada saatnya akan menimbulkan kekambuhan secara periodik. Secara in vitro virus herpes alfamempunyai jajaran penjamu yang relatif luas dengan siklus pertumbuhan yang pendek sertamempunyai enzim yang penting untuk replikasi meliputi virus spesifik DNA polimerase dan virus spesifikdeoxypiridine (thymidine) kinase yang disintesis di dalam sel yang terinfeksi.
Patogenesis
 Varicella Zoster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. Kontak pertama dengan virus iniakan menyebabkan varicella, oleh karena itu varicella dikatakan infeksi akut primer, sedangkan bilapenderita varicella sembuh atau dalam bentuk laten dan kemudian terjadi serangan kembali maka yangakan muncul adalah Herpes Zoster.Infeksi primer dari VZV ini pertama kali terjadi di daerah nasofaring. Disini virus mengadakan replikasidan dilepas ke darah sehingga terjadi viremia permulaan yang sifatnya terbatas dan asimptomatik.Keadaan ini diikuti masuknya virus ke dalam Reticulo Endothelial System (RES) yang kemudianmengadakan replikasi kedua yang sifat viremia nya lebih luas dan simptomatik dengan penyebaran viruske kulit dan mukosa. Sebagian virus juga menjalar melalui serat-serat sensoris ke satu atau lebihganglion sensoris dan berdiam diri atau laten didalam neuron. Selama antibodi yang beredar didalamdarah masih tinggi, reaktivasi dari virus yang laten ini dapat dinetralisir, tetapi pada saat tertentudimana antibodi tersebut turun dibawah titik kritis maka terjadilah reaktivasi dari virus sehingga terjadiherpes zoster.Varisela :: virus
mukosa sal.nafas atas
multiplikasi
pemb. Darah dan limfe
kulit
lesi primer
 saraf perifer
ganglion dorsal root
infeksi laten.Herpes :: virus teraktifasi
saraf perifer
kulit
lesi.

Activity (129)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adddri liked this
adddri liked this
Indah Dwitari liked this
Viona Aprilia liked this
Andriana Nggay liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->