Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Jurnal MSI UII Tafsir Ayat-ayat Konsumsi

Artikel Jurnal MSI UII Tafsir Ayat-ayat Konsumsi

Ratings: (0)|Views: 6,628|Likes:
Published by lukmanfauroni
aplikasi tafsir ekonomi al-Qur'an terhadap ayat-ayat konsumsi
aplikasi tafsir ekonomi al-Qur'an terhadap ayat-ayat konsumsi

More info:

Published by: lukmanfauroni on Mar 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

 
TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG KONSUMSI(Aplikasi Tafsir Ekonomi al-Qur’an)
Oleh: Lukman Fauroni, M.Ag
1
AbstractThis essay tries to develop economic studies from the point of view of Quraniceconomic
tafsir 
. As a methodology,
tafsir 
plays significant role in order to developIslamic economic discipline. This model of economic
tafsir 
derived from thethematic Quranic interpretation is developed through four phases including;classification of Quranic verses pertinent to economic affairs, understanding them based on chronology, micro and macro context, and socio-economiccontextualization. To sum up, this paper reveals that the consumption behavior inthe Quran is ruled harmoniously, gradually and systematically in order to proposethe new model of consumption for the Muslim community through eight axiomaticIslamic consumption behavior.Key word; economic tafsir al-Qur’an, adabi al-Ijtima’i wal iqtishadiyyah, consumer  behaviour, axiomatic Islamic consumption behavior 
نمم ةيداممصتقل ةسر يوط اح ةا هذنمم رابتع .آ داصتقل فت ظ ةجمم ,ةمم مما ممأ نمم ممفت أداممصتقل يوممط ممك تمميُأمم ممفتنممِتممش ةممح مم مم ذمم .سضمم خ نمم روممطت عوممو ممفتةممآ اممي ممص ؛مم نمم ممممب اممي مم ،ةيداصتقلؤا ةتةممي بمم اقاممس ،ثمم مميرا ىعهذمم  ُ مم ْ َ،ممت َ  .ةممعاتجلةيداممصتقلممظ ّ  ِ آمم مم تممسل وممس ّ ةاىتمم ممظ ّ  مم يرمم مم ،امماة ِ مما تممسل  ِ مم  َ ممي َومم َ تممَتمممسل ِ ومممس ةممما خ نممم ة ِ مممس
1 Dosen STEI Yogyakarta, peserta program doctor ekonomi Islam UIN Sunan Kalijaga
 
. ِ يب  ِ س
Pendahuluan
AL-QUR’AN merupakan sumber penggalian dan pengembangan ajaran Islamdalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Untuk melakukan penggalian dan pengembangan pemahaman terhadap al-Qur’an dipersyaratkan suatu kualifikasikemampuan tertentu guna menghasilkan pemahaman yang baik mengenai berbagai perilaku kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi.Perilaku konsumsi dalam kajian ekonomi Islam mempunyai karakteristik  perbedaan standar perilaku yang khas. Secara ideal setiap perilaku muslim, termasuk dalam perilaku konsumsi harus mempunyai pijakan dari sumber ajaran al-Qur’andan Hadis. Karena itu pengembangan ilmu ekonomi Islam harus digali dandikembangkan dari kedua sumber ajaran tersebut.Pengembangan ilmu ekonomi qur’ani pada dasarnya mempunyai peluangyang sama dengan pengembangan ilmu-ilmu lain dalam tradisi keilmuan Islam.Sayang, sebagai suatu disiplin ilmu, ilmu ekonomi qur’ani belum berkembang pesat.Padahal kebutuhan terhadap ilmu ini dirasakan sudah mendesak, sehubungankegagalan ilmu ekonomi modern dalam merealisasikan pembangunan kesejahteraandan kemaslahatan masyarakat.Khazanah fiqh muamalat mempunyai kontribusi yang tak terkira pada bidangnya, hanya saja karena lahir dan berkembang dalam ranah hukum Islam(fiqh), fiqh muamalat
2
seakan terpisah dari ranah ilmu ekonomi. Berdasar hal itu,
2 Dalam kontek perkembangan ilmu ekonomi Islam, menurut Munrokhim Misanan Fiqhmuamalat dianggap sebagai generasi pertama. Generasi kedua, ekonomi Islam normative yaitu
 
 penggalian ilmu ekonomi Islam yang dikembangkan dari sumber al-Qur’an tanpameninggalkan khazanah keilmuan seperti fiqh muamalat, menjadi tugas agenda para pegiat ekonomi Islam.Tulisan ini akan menafsirkan ayat-ayat tentang konsumsi dengan pendekatantafsir ekonomi al-Qur’an. Pilihan atas masalah konsumsi didasarkan pada kebutuhanterhadap suatu perilaku konsumsi umat yang baik. Konsumsi termasuk masalah problematis, namun strategis dalam menentukan keseimbangan ekonomi. Jika polakonsumsi masyarakat tinggi maka dapat menimbulkan penyakit ekonomi sepertiinflasi, instabilitas harga, praktek penimbunan, ketiadaan barang-barang kebutuhan pokok dan ketidakseimbangan pasar. Penyakit tahunan ekonomi seperti angka inflasiyang tinggi pada setiap bulan puasa, hari Raya Idul Fitri, apalagi bila berdekatandengan Natal dan Tahun Baru di antaranya disebabkan oleh tingginya polakonsumsi masyarakat.
Metodologi
Sebagai sebuah metodologi, tafsir ekonomi al-Qur’an mempunyai peluangyang baik bagi pengembangan ilmu ekonomi Islam. Model tafsir ini dimodifikasidari metode tafsir tematik dengan tahapan kerja sebagai berikut:
 pertama,
menginventarisasi ayat-ayat yang terkait dengan permasalahan ekonomi yang akandibahas, baik berdasar pada kata kunci maupun pada kandungan ayat.
 Kedua,
mengurutkan ayat-ayat tersebut berdasar urutan turunnya surat yang didukung olehasbabun nuzul baik secara mikro maupun makro.
 Ketiga
, menafsirkan ayat-ayat
gabungan antara ajaran Islam dengan fiqh Muamalat. Generasi Ketiga, implementasi ekonomi Islamdalam praktek ekonomi yang terlihat dengan perkembangan lembaga-lembaga keuangan syariah. Dangenerasi keempat, adalah formulasi teoritisasi ilmu ekonomi Islam. Pengkategorian ini, pada satu sisiyaitu aspek realitas ada benarnya, namun belum mempunyai pijakan data historis yang konkrit.
 

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muarijatul Ulya liked this
Fifi Musfira liked this
AristRa Rz liked this
Ermawati Hsb liked this
Farid Akhwan liked this
Lenny Lestari liked this
Bang Zack liked this
Aripin Suaiba liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->