Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IPENDAHULUAN
Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia. Sebagai sebuah layanan profesional, kegiatan layanan bimbingan dan konseling tidak bisa dilakukan secara sembarangan, namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang kokoh, yang didasarkan padahasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Dengan adanya pijakan yang jelas dan kokoh diharapkan pengembangan layanan bimbingan dan konseling, baik dalam tataran teoritik maupun praktek, dapat semakin lebih mantap dan bisadipertanggungjawabkan serta mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan,khususnya bagi para penerima jasa layanan (klien).Agar aktivitas dalam layanan bimbingan dan konseling tidak terjebadalam berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan semua pihak,khususnya pihak para penerima jasa layanan (klien) maka pemahaman dan penguasaan tentang landasan bimbingan dan konseling khususnya oleh parakonselor tampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi dan menjadi mutlak adanya.Berbagai kesalahkaprahan dan kasus malpraktek yang terjadi dalamlayanan bimbingan dan konseling selama ini,seperti adanya anggapan bimbingan dan konseling sebagai “polisi sekolah”, atau berbagai persepsi lainnyayang keliru tentang layanan bimbingan dan konseling,- sangat mungkin memilikiketerkaitan erat dengan tingkat pemahaman dan penguasaan konselor.tentanglandasan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain, penyelenggaraan bimbingandan konseling dilakukan secara asal-asalan, tidak dibangun di atas landasan yangseharusnya.Oleh karena itu, dalam upaya memberikan pemahaman tentang landasan bimbingan dan konseling, khususnya bagi para konselor, melalui tulisan ini akandipaparkan tentang beberapa landasan yang menjadi pijakan dalam setiap gerak langkah bimbingan dan konseling.
 
BAB IIPEMBAHASAN
A.
Pengertian Konseling
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorangahli (disebutkonselor ) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebutkonsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan olehFrank Parsonsdi tahun1908saat ia melakukan konselingkarier.Selanjutnya juga diadopsi olehCarl Rogersyang kemudian mengembangkan pendekatanterapiyang berpusat pada klien (
client centered 
).
B.
Konselor
Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukankonseling. Berlatar belakang pendidikan minimalsarjanastrata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan(PPB), Bimbingan Konseling (BK), atauBimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernamaAsosiasiBimbingan Konseling Indonesia(ABKIN). Melalui prosessertifikasi, asosiasi ini memberikanlisensibagi para konselor tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling dan pelatihan bagimasyarakatumum secara resmi. Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidangpendidikan, tapi juga merambah pada bidangindustridanorganisasi,   penanganan korban bencana, dan konseling secara umum di masyarakat. Khusus bagikonselor pendidikanyang bertugas dan bertanggungjawab memberikanlayanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik disatuan pendidikan  (sering disebutGuruBP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkanmempunyai sertifikat terlebih dulu.
 
C.
Konselor Pendidikan
Konselor pendidikan adalahkonselor yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan layanan bimbingan dan konselingkepada peserta didik disatuan pendidikan.Konselor pendidikan merupakan salah satu profesi  yang termasuk ke dalamtenaga kependidikanseperti yang tercantum dalamUndang-undangRepublik IndonesiaNomor 20 tahun2003tentangSistem Pendidikan Nasionalmaupun Undang-undang tentangGurudanDosen. Konselor pendidikan semula disebut sebagai Guru Bimbingan Penyuluhan(Guru BP). Seiring dengan perubahan istilah penyuluhan menjadikonseling, namanya berubah menjadi Guru Bimbingan Konseling (Guru BK). Untumenyesuaikan kedudukannya dengan guru lain, kemudian disebut pula sebagaiGuru Pembimbing.
D.
Tujuan Bimbungan dan Konseling
Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseli dapat:1.Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang;2.Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinyaseoptimal mungkin;3.Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkunganmasyarakat serta lingkungan kerjanya;4.Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupunlingkungan kerja.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more