Islam mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam halkenegaraan. Sehingga tidak heran jika kemudian muncul istilah‘negara Islam’ yang pada akhirnya banyak menimbulkan berbagaispekulasi dari para pemikir islam sendiri. Menurut Prof. LeonardBinder, Islam tidak dapat dipisahkan dari politik. Islam itu sendiriadalah agama sekaligus negara.
Namun, tidak selamanya urusan negara akan bergantungkepada agama. Bahkan, ide tentang pembentukan negara Islam,telah menimbulkan benturan-benturan yang serius. Bahkan tidak jarang pula sebagai akibat benturan pemikiran-pemikiran tersebut,menimbulkan konflik di negara-negara yang penduduknya mayoritasmuslim, antara yang menghendaki cita-cita negara Islam dan yangmenghendaki
nation state
yang diklaim sekuler.
Berbicara mengenai Negara Islam, ada baiknya jika kita kembalimenengok ke belakang, menuju zaman yang akan menjadi cikal bakalNegara Islam itu sendiri.Secara historis, Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAWdengan Mekkah dan Madinah sebagai sentralnya. Dakwahpenyebaran agama Islam yang dilakukan Nabi SAW adalah titik awaldari Islam sebagai negara. Karena pada saat itu telah dikenal adanyakekuasaan Islam, yaitu wilayah-wilayah yang telah diduduki Islamdengan pemimpin pusat Rasulullah SAW. Setelah wafatnya Nabi SAW,wilayah kekuasaan Islam meliputi seluruh Jazirah Arab, bahkan sudahkeluar dari wilayah Arab. Tonggak kepemimpinan Islam kemudian diteruskan oleh
Khulafaur Rasyidin
. Mereka juga meneruskan upaya Rasulullah SAWuntuk menyebarkan Islam sampai keluar Arab. Abu Bakar melakukanekspansi dan menduduki wilayah Hirah dan Ambar di Mesopotamia(Irak).
Selanjutnya pada masa khalifah Umar Bin Khattab, penyebaranIslam sudah sampai di Sungai Amur Darya di timur dan Mesir disebelah barat.
Kemudian pada masa Ustman Bin Affan, wilayah Islamsemakin meluas meliputi: Khurasan, Armenia, Aserbaijan di sebelah
4
Leonard Binder.
The Ideological Revulution In The Middle East.
dalam, Manoucher Paydar.
Legitimasi Negara Islam Problem Otoritas Syariah dan Politik Penguasa (Aspect of the Islamic State: Religious Norm and Political Realities.
Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. 2003. Hal. 88-89
5
A. Maftuh Abegebriel et al.
Negara Tuhan; The Thematic Encyclopaedia.
Yogjakarta: SR-InsPublishing. 2004. Hal. 2
6
Fadil SJ.
Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah.
Malang: UIN-MALANG Press. 2008.Hal. 124
7
Ibid
2