Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturan KPU No 07 Tahun 2008

Peraturan KPU No 07 Tahun 2008

Ratings:

4.15

(13)
|Views: 11,049|Likes:
Published by Agustian Piliang

More info:

Published by: Agustian Piliang on May 06, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
1 kpusumbar.blogspot.com
PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUMNOMOR 07 TAHUN 2008TENTANGORGANISASI DAN TATA KERJA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN, PANITIA PEMUNGUTAN SUARA,DAN KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2009KOMISI PEMILIHAN UMUM,Menimbang :
 bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 42, Pasal 45, dan Pasal 48Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara PemilihanUmum, perlu ditetapkan keputusan komisi pemilihan umum tentangorganisasi dan tata kerja panitia pemilihan kecamatan, panitia pemungutansuara dan kelompok penyelenggara pemungutan suara;
Mengingat :
1.
 
Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang PembentukanPeraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);2.
 
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran NegaraNomor 4801);3.
 
Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Tahun2008Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4836);4.
 
Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum, (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 59,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4721);5.
 
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentangPembentukan Komisi Pemilihan Umum;6.
 
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 2008 TentangTata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan UmumProvinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;7.
 
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 TentangOrganisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi PemilihanUmum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan SekretariatKomisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;
Memperhatikan :
Hasil Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum tanggal 3 April 2008
M E M U T U S K A N :Menetapkan :
ORGANISASI DAN TATA KERJA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN,PANITIA PEMUNGUTAN SUARA, DAN KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2009.
 
 2 kpusumbar.blogspot.com
- 2 -
BAB I
 
KETENTUAN UMUM
 Pasal 1Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
a.
 
Pemilihan umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyatdalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b.
 
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat DaerahProvinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota selanjutnya secara berturut-turut disebut DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota;
c.
 
Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut KPU adalah lembaga yang bersifat nasional,tetap dan mandiri, untuk menyelenggarakan Pemilu;
d.
 
Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yangselanjutnya masing-masing disebut KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota adalah pelaksanaPemilu di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang merupakan bagian dari KPU;
e.
 
Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, dan Kelompok PenyelenggaraPemungutan Suara yang selanjutnya masing-masing disebut PPK, PPS, dan KPPS adalahpelaksana Pemilu di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan dan di Tempat Pemungutan Suara yang bertugas membantu KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Pemilu;
f.
 
Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disebut TPS adalah tempat pemilih memberikansuara pada hari pemungutan suara;
g.
 
Penduduk adalah Warga Negara Republik Indonesia yang berdomisili di wilayah Republik Indonesia dan Warga Negara Republik Indonesia yang berada di luar negeri; dan
h.
 
Pemilih adalah penduduk yang berusia sekurang-kurangnya 17 (tujuh belas) tahun atausudah/pernah kawin.
BAB II
 
PEMBENTUKAN DAN KEDUDUKAN
 Pasal 2
(1)
 
Untuk melaksanakan Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota ditingkat kecamatan dan desa/kelurahan masing-masing dibentuk PPK dan PPS.
(2)
 
PPK dan PPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota.
(3)
 
KPPS dibentuk oleh PPS.Pasal 3
(1)
 
PPK berkedudukan di pusat pemerintahan kecamatan.
(2)
 
PPS berkedudukan di desa/kelurahan.
(3)
 
KPPS berkedudukan di tempat pemungutan suara.
BAB IIITUGAS DAN WEWENANG
Pasal 4Tugas dan wewenang PPK adalah :
a.
 
mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS dan melakukan rekapitulasi hasilpenghitungan suara dari seluruh PPS di wilayah kerjanya;
b.
 
menerima saksi yang memiliki surat mandat dari ketua dan sekretaris atau pimpinan dengansebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya yang ingin menghadiri penghitungan suara;
c.
 
menerima utusan yang mewakili pengawas Pemilu dan pemantau Pemilu serta wargamasyarakat yang ingin menghadiri penghitungan suara di tingkat Kecamatan;
d.
 
menyerahkan 1 (satu) eksemplar berkas berita acara rekapitulasi dan sertifikat hasilpenghitungan suara di wilayah kerja PPK kepada KPU Kabupaten/Kota; dan
e.
 
membantu tugas-tugas KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Pemilu.
 
 3 kpusumbar.blogspot.com
- 3 -
 Pasal 5Tugas dan wewenang PPS adalah :
a.
 
melakukan pendaftaran pemilih;
b.
 
mengangkat petugas pemutakhiran data pemilih;
c.
 
mensahkan dan mengumumkan daftar pemilih sementara;
d.
 
menerima perbaikan daftar pemilih;
e.
 
mengumumkan daftar pemilih tetap;
f.
 
menyampaikan daftar pemilih kepada PPK;
g.
 
menyusun salinan daftar pemilih tetap untuk setiap TPS;
h.
 
membentuk KPPS;
i.
 
menyampaikan salinan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPS hasil perbaikan kepada wakilPartai Politik peserta Pemilu di tingkat desa/kelurahan atau sebutan lainnya;
 j.
 
mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara per TPS;
k.
 
menyampaikan sertifikat hasil penghitungan suara per TPS kepada PPK; dan
l.
 
membantu tugas PPK.Pasal 6Tugas dan wewenang KPPS adalah:
a.
 
melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu di TPS;
b.
 
menerima surat suara dan alat perlengkapan yang diperiukan untuk pemungutan suara danpenghitungan suara;
c.
 
mengatur penyampaian surat pemberitahuan/panggilan untuk memberikan suara kepadapemilih tetap;
d.
 
menerima saksi yang memiliki surat mandat dari ketua dan sekretaris atau pimpinan dengansebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya yang ingin menghadiri penghitungan suara;
e.
 
menerima utusan yang mewakiii pengawas Pemilu dan pemantau Pemilu serta wargamasyarakat yang ingin menghadiri penghitungan suara di tingkat kecamatan;
f.
 
mengatur para pemilih memasuki TPS; dan
g.
 
membuat berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara untuk disampaikan kepada PPS.
BAB IV 
 
KEANGGOTAAN
 Pasal 7
(1)
 
Keanggotaan PPK sebanyak 5 (lima) orang berasal dari tokoh masyarakat terdiri dari:
a.
 
1 (satu) orang ketua merangkap anggota; dan
b.
 
4 (empat) orang anggota.
(2)
 
Ketua PPK dipilih dari dan oleh anggota PPK.
(3)
 
 Anggota PPK diangkat dan diberhentikan oleh KPU Kabupaten/Kota atas usul camat.Pasal 8
(1)
 
Dalam melaksanakan tugasnya, PPK dibantu sekretariat yang dipimpin oleh seorang Sekretarisdari Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk camat.
(2)
 
Sekretaris PPK dapat dibantu 3 (tiga) orang staf Sekretariat bantuan/fasilitasi dari PemerintahDaerah, terdiri dari :
a.
 
1 (sati) orang sekretaris;
b.
 
1 (satu) orang staf sekretariat urusan teknis penyelenggaraan; dan
c.
 
1 (satu) orang staf sekretariat urusan tata usaha, keuangan dan logistik Pemilu.
(3)
 
Staf sekretariat, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diangkat dan diberhentikan oleh camatatas nama Pemerintah Daerah.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tari Sstp added this note|
PEMERINTAH AJA BUAT ATURAN GAK SEMBARANGAN DALAM 1 BULAN ITU GAK SELAMANYA HARINYA ITU 30 HARI, ADA YANG 28,29 DAN 31 DALAM SETAHUN ADA YG 366 HARI DAN ADA YANG 365 HARI ITU MENGAPA BADAN STADARNISASI MENETAPKAN BATS MINIMAL PERHITUNGAN UMUR SESEORANG,
Tari Sstp added this note|
KEMAREN SY DITOLAK UNTUK IKUT PPK KARNA MASALAH UMUR SAYA LAHIR 25 11 1987 DAN PENERIMAAN PPK ADALAH TANGAL 15 OKTOBER 2012 TP SY DI TOLAK KRN TANGGAL 15 OKTOBER ITU UMUR SY BELUM MENCAPAI 25 TAHUN.. APA DASAR DARI STANDARISASI PENETAPAN UMUR SEORANG PPK SEDANG ATURANG PENGHITUNGAN BATAS MINIMAL UMUR UNTUK PPK ITU TDK ADA, JDI LANDASAN APA YG DI PAKE? ASUMSI ATAU KEBIASAAN?
Tari Sstp added this note|
CONTOH HAL DALAM PENERIMAAN CALON PNS DITETAPKAN BATAS MINIMAL UMUR ADALAH 18 TAHUN TERHITUNG PER1 DESEMBER TAHUN MENDATANG SETELAH DIBUKA TES cpns TSB. KALO TES NA 2010 JADI PER 1 DESEMBER 2010 PESERTA HARUS SUDAH BERUMUR 18 THN, TETAPI ppk KOK GAK ADA?
Tari Sstp added this note|
UNTUK MINIMAL USIA CALON PPK ITU 25 TAHUN? BAGAIMANA CARA PERHITUNGAN MINIMALNYA? PERHITUNGANN YA APA PAS PENDAFTRAN ITU CALON TERSEBUT HARUS SUDAH BERUMUR 25 ATAU PAS HARI H PENCOBLOSAN SEPERTI PEMELIH YANG JELAS TERTUANG DALAM PERATURAN KPU NO 12 TAHUN 2012 TENTANG PEMUKTAHIRAN DATA PEMILIH YANG DIMANA PEMILIH MEMENUHI SYARAT UMUR PEMILIH YANG PADA SAAT HARI PEMUNGUTAN SUARA SUDAH BERUMUR 17
Vicky Mahendra liked this
Fajar Setiawan liked this
Whyber's Lemkari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->