Distosia Karena Kelainan Letak, Presentasi Atau PosisiPresentasi Muka
Definisi
Presentasi muka ialah keadaan di mana kepala dalam kedudukan defleksi maksimal,sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadapke bawah. Presentasi muka dikatakan primer apabila sudah terjadi sejak masa kehamilan, dandikatakan sekunder bila baru terjadi pada waktu persalinan. Angka-angka kejadiandibeberapa rumah sakit dengan jumlah persalinan yang banyak di Indonesia sukar dibandingkan, karena perbandingan antara kasus-kasus terdaftar dengan kasus-kasus tidak terdaftar berbeda-beda antara rumah sakit satu dengan rumah sakit lainnya. Di Rumah sakitDr. Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun angka kejadian presentasi muka kurang dari 0,1%di antara 12.827 persalinan.
3
Pada presentsi muka, kepala berada dalam posisi hiperekstensi sehigga oksiputmenempel pada punggung bayi dan dagu (mentum) menjadi bagian terbawah janin. Muka janin dapat tampil sebagai dagu (mentum) anterior atau posterior, relatif terhadap simfisis pubis. Pada janin berukuran aterm, kemajuan persalinan biasanya terhalang oleh presentasimuka mentum posterior karena dahi (bregma) janin akan tertekan oleh simfisis pubis ibu.Posisi ini menghambat fleksi kepala janin yang diperlukan untuk membuka jalan lahir.Berlawanan dengan keadaan ini, fleksi kepala dan partus pervaginam sering dijumpai pada presentasi mentum anterior. Banyak presentasi mentum posterior yang berubah spontanmenjadi presentasi mentum anterior bahkan pada akhir persalinan.
1
Etiologi
Pada umumnya penyebab terjadinya presentasi muka adalah keadaan-keadaan yangmemaksa terjadinya defleksi kepala atau keadaan-keadaan yang menghalangi terjadinyafleksi kepala. Oleh karena itu presentasi muka dapat ditemukan pada panggul sempit atau pada janin besar. Multiparitas dan perut gantung juga merupakan faktor yang memudahkanterjadinya presentasi muka. Selain itu kelainan janin seperti anensefalus dan tumor di leher bagian depan dapat mengakibatkan presentasi muka. Kadang-kadang presentasi muka jugadapat terjadi pada kematian janin intrauterin, akibat otot-otot janin yang telah kehilangantonusnya.
3