Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
CASE
G
1
P
O
A
O
PARTURIENT ATERM (39-40 MINGGU)KALA I FASE AKTIF DENGAN PRESENTASI MUKADAGU BELAKANG+KPD+SUSPECT CPDDisusun oleh:Benny Novrianto1102004045SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGIRSUD GUNUNG JATICIREBON2010
BAB I
 
PENDAHULUAN
Secara harfiah, distosia berarti persalinan yang sulit dan ditandai oleh terlalulambatnya kemajuan persalinan. Secara umum, persalinan yang abnormal sering terjadiapabila terdapat disproporsi antara bagian presentasi janin dengan jalan lahir. Kelainan persalinan ini adalah konsekuensi empat kelainan yang dapat berdiri sendiri atau berkombinasi:1.Kelianan gaya dorong (ekspulsi) – baik akibat gaya uterus yang kurang kuat ataukurangnya koordinasi untuk melakukan pendataran dan dilatasi serviks (disfungsiuterus), maupun kurangnya upaya otot volunteer selama persalinan kala dua.2.Kelainan tulang pangul ibu-yaitu panggul sempit.3.Kelainan presentasi, posisi, atau perkembangan janin.
4.
Kelainan jaringan lunak saluran reproduksi yang membentuk halangan bagi turunnya janin.
1
Pada hampir 97% kehamilan, saat pelahiran, janin masuk ke panggul dengan presentasi kepala. Pada sekitar 3% kelahiran terjadi presentasi bokong. Pada sekitar 0,5%sisanya, presentasi janin mengikuti sumbu panjangnya, baik melintang atau oblik, ataukepalanya mengalami ekstensi sehingga presentasinya muka atau dahi janin.
1
BAB IIKERANGKA TEORI
 
Distosia Karena Kelainan Letak, Presentasi Atau PosisiPresentasi Muka
Definisi
Presentasi muka ialah keadaan di mana kepala dalam kedudukan defleksi maksimal,sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadapke bawah. Presentasi muka dikatakan primer apabila sudah terjadi sejak masa kehamilan, dandikatakan sekunder bila baru terjadi pada waktu persalinan. Angka-angka kejadiandibeberapa rumah sakit dengan jumlah persalinan yang banyak di Indonesia sukadibandingkan, karena perbandingan antara kasus-kasus terdaftar dengan kasus-kasus tidak terdaftar berbeda-beda antara rumah sakit satu dengan rumah sakit lainnya. Di Rumah sakitDr. Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun angka kejadian presentasi muka kurang dari 0,1%di antara 12.827 persalinan.
3
 Pada presentsi muka, kepala berada dalam posisi hiperekstensi sehigga oksiputmenempel pada punggung bayi dan dagu (mentum) menjadi bagian terbawah janin. Muka janin dapat tampil sebagai dagu (mentum) anterior atau posterior, relatif terhadap simfisis pubis. Pada janin berukuran aterm, kemajuan persalinan biasanya terhalang oleh presentasimuka mentum posterior karena dahi (bregma) janin akan tertekan oleh simfisis pubis ibu.Posisi ini menghambat fleksi kepala janin yang diperlukan untuk membuka jalan lahir.Berlawanan dengan keadaan ini, fleksi kepala dan partus pervaginam sering dijumpai pada presentasi mentum anterior. Banyak presentasi mentum posterior yang berubah spontanmenjadi presentasi mentum anterior bahkan pada akhir persalinan.
1
Etiologi
Pada umumnya penyebab terjadinya presentasi muka adalah keadaan-keadaan yangmemaksa terjadinya defleksi kepala atau keadaan-keadaan yang menghalangi terjadinyafleksi kepala. Oleh karena itu presentasi muka dapat ditemukan pada panggul sempit atau pada janin besar. Multiparitas dan perut gantung juga merupakan faktor yang memudahkanterjadinya presentasi muka. Selain itu kelainan janin seperti anensefalus dan tumor di leher  bagian depan dapat mengakibatkan presentasi muka. Kadang-kadang presentasi muka jugadapat terjadi pada kematian janin intrauterin, akibat otot-otot janin yang telah kehilangantonusnya.
3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more