Kepentingan sosial akan hukum dipengaruhi oleh ajaranagama yang dianut oleh masyarakat sehingga nilai-nilai yangterkandung dalam ajaran agama diterapkan dalam kehidupanmasyarakat yang kemudian berproses menjadi norma sosialyang mencitrakan moralitas masyarakatnya.
Sebagaicontohnya,
slametan
pada adat Jawa banyak dipengaruhi olehIslam dan didasarkan pada Al Qur’an dan Hadits.
Hal itu senada dengan teori
receptio in complexu
yangdicetuskan oleh LWC. Van Den Berg. Menurut teori tersebut,hukum pribumi harus mengikuti agama yang dipeluk olehmasyarakat. Oleh karena itu jika memeluk suatu agama, makaharus mengikuti hukum-hukum agama itu dengan sebenarnya.
Dengan demikian, apabila masyarakat memeluk agama Islam,maka hukum-hukum lokal juga harus mengikuti agama Islamyang dipeluk oleh masyarakat.Namun pada perkembangan selanjutnya, teori tersebutberhasil dipatahkan oleh teori
receptie
yang diusung oleh SnouckHurgronje. Teori ini yang oleh Hazairin disebut sebagai ‘teoriiblis’,
sangat berlawanan dengan teori sebelumnya, dimanamenurut teori ini, sebenarnya yang berlaku di Indonesia adalahhukum adat asli meskipun ada pengaruh dari hukum Islam.
Lebih lanjut teori ini menyebutkan bahwa hukum Islam barumempunyai kekuatan hukum jika sudah diterima oleh hukumadat dan produk hukum yang keluar berupa hukum adat.
4
Ibid.
hal. 153
5
Mark R. Woodward.
Islam Jawa: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan.
Yogyakarta: LKis. 2004. Hal. 136
6
Soekanto,
Meninjau Hukum Adat Indonesia: Suatu Pengantar Untuk Mempelajari Hukum Adat.
Cet. 3. Jakarta: Rajawali Pers. 1996. Hal. 53
7
Hazairin,
Hukum Kekeluargaan Nasional.
cet. 2. Jakarta: Tintamas. 1968. Hal.28.
8
Abdul Manan,
Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia.
Jakarta:Kencana. 2006. Hal. 297
9
Ibid,
hal. 298
2