ditandatangani di New Delhi pada tanggal 14 Januari 1977, dan disahkan di Indonesiapada tanggal 16 Agustus 1978.II.1.2. Indonesia – Thailand. Garis batas dasar laut yang telah disepakati adalah garislurus di sekitar Laut Andaman, yang ditarik dari titik pertemuan 3 negara ke arahTenggara sampai ketitik yang mempunyai koordinat 07º48’00” LU ; 95º32’48” BT.Kesepakatan ini juga ditandatangani di New Delhi pada tanggal 26 Juni 1978.II.1.3. Indonesia – Singapura. Penegasan batas negara mulai di adakan sejak awal1970an, setelah dilakukan perundingan, akhirnya kedua negara menyepakati 6 titikkoordinat sebagai batas laut. Kesepakatan ini berlaku mulai tanggal 8 Desember 1973.Namun setelah itu masih terdapat beberapa perundingan, yang terakhir berlangsungpada 29 Maret 2007
2
.II.1.4. Indonesia – Vietnam. Rangkaian perundingan landas kontinen bergulir sejak tahun1972. Akhirnya kata sepakat dicapai pada tanggal 23 Juni 2003, dengan prinsip
main land to main land
(landas kontinen ditarik dari pulau besar ke pulau besar), dan disahkan4 tahun kemudian pada tanggal 13 februari 2007.
3
II.1.5. Indonesia – Papua Nugini. Berdasarkan perundingan yang berlangsung dari tahun1971 – 1980, diperoleh titik-titik batas daerah dasar laut, yaitu garis lateral yangmenghubungkan 6 buah titik batas di depan pantai selatan Irian, dan 2 titik batas didepan pantai utara Irian. Kesepakatan ini di tandatangani pada tanggal 13 November1980, dan di sahkan pada tahun 1982 oleh pemerintah Indonesia.
4
II.1.6. Indonesia – Australia. Sampai saat ini Indonesia telah menyepakati 6 perjanjianbatas maritim, beberapa diantaranya murni atas nama Australia dan sisanya atas namaPapua Nugini. Kesepakatan yang ada mulai tentang batas landas kontinen di LautArafuru dan Laut Timor, batas maritim di sebelah selatan Pulau Tanimbar, Pulau Rotedan Pulau Timor, batas maritim di Samudra Pasifik sampai yang terakhir pada tanggal 14Maret 1997 untuk tubuh air, ZEE, dan dasar laut.II.1.7. Indonesia- Malaysia. Hal yang telah disepakati adalah garis batas antar keduanegara yang teletak di Selat Malaka yang sempit , yaitu di selat yang lebar antara garisdasar kurang dari 24 mil. Dilakukan dengan metode garis tengah, yaitu garis yangmenghubungkan titik-titik yang sama jaraknya . Kesepakatan ini berlangsung di KualaLumpur pada tanggal 21 Desember 1971 dan disahkan pada tanggal 11 Maret 1972.
5
II.2. Batas Maritim yang Belum Disepakati.
II.2.1. Indonesia – Filipina. Pada awalnya ada 2 permasalahan pokok yang menyebabkanFilipina dan Indonesia belum menemukan kata sepakat. pertama mengenai masihdiberlakukannya Traktat Paris 1989 dan Traktat 1930, yang mengakibatkan wilayahmaritim Filipina berbentuk kotak. Di lain pihak Indonesia cenderung mengacu pada
2
Lihathttp://www.unmit.org/legal/IndonesianLaw/uu/Uu197307.htm(untuk batas maritim Indonesia-Singapura)
3
Lihathttp://hukumonline.com/detail.asp?id=16105&cl=Berita(untuk batas maritim Indonesia-Vietnam)
4
Lihathttp://geodesy.gd.itb.ac.id/?page_id=88(untuk batas maritim Indonesia-PNG)
5
Lihathttp://www.theceli.com/dokumen/produk/1971/2-1971.htm(untuk batas maritim Indonesia-Malaysia)
Add a Comment