Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jaringan Sosial Di perbatasan

Jaringan Sosial Di perbatasan

Ratings: (0)|Views: 188 |Likes:
Published by afif futaqi
studi kasus pulau miangas
studi kasus pulau miangas

More info:

Published by: afif futaqi on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

 
Pola Hubungan Masyarakat di PerbatasanStudi Kasus: Masyarakat MiangasSebagai Suatu Kajian Jaringan Sosial di Wilayah PerbatasanOlehAfif Futaqi0606096585I. 1 Latar belakang
Pulau-pulau kecil secara harfiah merupakan kumpulan pulau yang berukurankecil yang secara fungsional salaing berinteraksi dari sisi ekologi, ekonomi, sosial,dan budaya. Interkasi ini menyebabkan pulau-pulau kecil tersebut jauh terpisah dari pulau induknya. (Mustafa, 2006) Seperti halnya pulau Miangas yang merupakan bagian dari kepulaan sangihe talaud yang merupakan pulau-pulau kecil yang terpisah jauh dari pulau sulawesi. Sehubungan dengan itu pulau miangas juga merupakandaerah perbatasan. Daerah perbatasan mempunyai karakteristik yang unik dibandingkan dengan daerah lainnya yang dekat dari pusat pemerintahan. Olehkarena itu pemerintah negara yang berkewajiban untuk melindungi segenap bangsaindonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dalam bentuk keutuhan NKRI. Dengandemikian kemampuan ketahan wilayah perbatasan sangat ditentukan olehkemampuan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam menangani permasalahan wilayah perbatasan tersebut. (Salamete, 2006) Dalam hal ini pemerintah melakukanya dengan menugaskan aparatur negaranya untuk menegaskan bahwa daerah itu bagian dari Negara Indonesia.Adanya kepentingan-kepentingan pemerintah dalam upaya memperjelasdaerah perbatasan ini sebagai bagian dari NKRI. (Asy'arie, 2005) dengan adanya TNIAD maupun AL di daerah tersebut sebagai bentuk bagaimana negara ada didaerahtersebut. Dengan begitu akan terjadi hubungan sosial antara TNI dan masyarakat diMiangas demi terwujudnya rasa nasionalisme di Miangas yang secara geografissangat jauh dari kepulauan indonesia pada umumnya. Dalam proses nation-building
 
tidaklah berdiri sendiri, tapi terkait dengan nasionalisme. Nasionalisme merupakan produk dari sejarah bangsa itu sendiri. Nasionalisme sebagai fenomena historis,timbul sebagai jawaban terhadap kondisi-kondisi historis, politik ekonomi dan sosialtertentu. Kondisi-kondisi yang dimaksudkan adalah munculnya kolonialisme darisuatu negara terhadap negara lainnya. Hal ini terjadi sebab nasionalisme itu sendirimuncul sebagai suatu reaksi terhadap kolonialisme, reaksi yang berasal dari sistemeksploitasi yang selalu menimbulkan pertentangan kepentingan secara terus menerus.Dan hal ini tidak hanya dalam bidang politik, tapi juga dalam bidang ekonomi sosialdan kultural (Kartodirdjo, 1972 : 56-57).Peran dan tugas TNI terus berlangsung dengan berbagai cara, sampai kitasemua lupa bahwa TNI adalah alat negara yang merupakan bagian penting dariPertahanan dan keamanan negara, yang harus ditempatkan, dibangun ,dibina dandigunakan secara proporsional dan profesional. (Bakrie, 2007). Hubungan sosialyangdibangun oleh para actor yang secara porposional dan profesional ini membentuk  jaringan kepentingan yang bermakana pada ¶tujuan-tujuan¶ tertentu atau khusus yangingin dicapai oleh pelaku.(Agusyanto, 2007)Dalam hal ini tujuan yang diinginkanoleh para aparatur negara yang berada di pulau Miangas adalah TNI AD, AL dan pegawai pemerintahan.Oleh karena itu pertukaran atau negosiasi terjadi dalam jaringan kepentinganini diatur oleh kepentingan-kepentingan para pelaku yang terlibat di dalamnya danserangkaian norma-norma yang umum atau general. Negoisiasi ini dalam jaringankepentinan ini terjadi antara aparatur negara dengan masyarakata miangas terjadi pertukaran atau negosiasi dalam mewujudkan kepentinganya. Dengan begituhubungan sosial yang seharusnya dapat memupuk rasa nasionalisme ini disertaidengan kepentingan lainnya yang saling tumpang tindih. Karena pada dasarnya tiaphubungan sosial memiliki jaringannya tersendiri. Sehingga akan banyak jaringansosial yang terbentuk dari tiap-tiap hubungan sosial yang terjadi di pulau Miangas ini.Adanya perbedaan pandangan terhadap wilayah perbatasan antara negaramodern dan aspek-aspek yang bersifat kultural ini ditentukan oleh pusatnya bukanoleh wilayah perbatasan itu sendiri. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa
 
 pemerintahan negara memberikan perhatian yang lebih kepada pusat dibandingkandengan wilayah-wilayah perbatasan.(Anderson, 1983). Dalam hal ini kepentingandari para aktor-aktor TNI AD, AL dan pegawai pemerintah adalah sebagai memupuk rasa nasionalisme akan NKRI. Tetapi dengan banyaknya kepentingan lainya ini yangmembuat banyaknya negosiasi-negosiasi lainya diantara aktor-kator dalam jaringansosial yang terbentuk oleh hubungan-hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.Hubungan sosial ini dapat dilihat dari interaksi yang dilakukan oleh aktor-aktor yang berada di dalam jaringan kepentingan tersebut. Hal ini menjadi menarik karena jaringan kepentingan oleh aktor-aktor ini berlatar belakangi daerah perbatasan pulaukecil. Jaringan kepentingan terbentuk atas dasar hubungan-hubungan sosial yang bermakna pada tujuan-tujuan tertentu atau khusus yang ingin dicapai oleh para pelaku. Bila tujuan-tujuan tersebut sifatnya spesifik dan konkret seperti memperoleh barang, pelayanan, pekerjaan, dan sejenisnya setelah tujuan-tujuan tersebut tercapai biasanya hubungan-hubungan tersebut tidak berkelanjutan(Agusyanto, 2007: 35). 
I. 2 Masalah penelitian
Manusia sebagai makhluk sosial juga membutuhkan interaksi social dengansesamanya. Interaksi yang dilakukan antar manusia membutuhkan wadah yang dapatmemfasilitasinya. Dengan demikian, ruang-ruang atau wadah-wadah yang bisamemfasilitasi interaksi sosial manusia dengan manusia lainnya menjadi penting.Dengan kata lain, kehidupan manusia bergantung kepada ada atau tidaknya interaksisosial yang bisa dilakukannya. Hubungan sosial ini dapat dilihat dari interaksi yangdilakukan oleh aktor-aktor yang berada di dalam jaringan kepentingan tersebut. Halini menjadi menarik karena jaringan kepentingan oleh aktor-aktor ini berlatar  belakangi daerah perbatasan pulau miangas ini.Dengan Jaringan Sosial yakni memfokuskan diri pada ikatan-ikatan di antaraindividu dibandingkan hanya
 
kualitas yang dimiliki oleh individu yang bersangkutanmendorong kita untuk berpikir tentang ketidakleluasaan-ketidakleluasaan perilakuindividual atau kolektif sebab ketidakleluasaan itu inheren dalam cara-cara hubunganyang diorganisasikan. Meskipun hubungan-hubungan sosial yang terwujud belum

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Busyuk Cyg liked this
marhaendy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->