Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
25Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Proposal

Contoh Proposal

Ratings: (0)|Views: 3,751|Likes:
Published by Clearesta Akin
RANCOB FKH USK
RANCOB FKH USK

More info:

Published by: Clearesta Akin on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
Proposal penelitianEFEKTIFITAS PENAMBAHAN VITAMIN E (
 Alfatokoferol 
)DALAM PENGENCER SUSU SKIM KUNING TELUR TERHADAPKUALITAS SPERMATOZOA PERANAKAN KAMBING BOER SETELAH PEMBEKUAN
TAUFIK AKBAR 
0402101010027
FAKUTAS KEDOKTERAN HEWANUNIVERSITAS SYIAH KUALADARUSSALAM, BANDA ACEH2009
1
 
BAB 1. PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang
Upaya perbaikan mutu genetik ternak kambing di propinsi NAD telahdilakukan melalui perkawinan silang antara ternak kambing betina lokal denganternak kambing pejantan unggul. Namun perkawinan silang dengan pejantan unggulternyata masih menghadapi kendala karena terbatasnya pejantan unggul danmahalnya harga pejantan, sehingga sulit terjangkau oleh para peternak dipedesaan.Keterbatasan ini dapat diatasi melalui pemanfaatan teknologi reproduksi inseminasi buatan (IB), karena dengan teknologi IB di samping mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat penyebaran populasi dengan mutu genetik yang lebih baik, juga diharapkan akan dapat mengoptimalkan fungsi seekor pejantan.Untuk lebih meningkatkan efisiensi serta lebih mempercepat dan memperluas penyebaran ternak unggul, penerapan IB dapat dilakukan dengan menggunakansemen beku. Semen beku dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama dan dapatdimanfaatkan kapan saja bilamana diperlukan. Akan tetapi proses pembekuan semen pada ternak kambing masih banyak mengalami hambatan seperti rendahnya viabilitasdan fertilitas spermatozoa. Hambatan-hambatan tersebut disebabkan oleh banyaknyafaktor yang berpengaruh dalam prose pembekuan semen seperti terjadinya cekamandingin (
cold shock 
), cekaman osmotik (
osmotic shock 
), kerusakan intraselluler akibatterbentuknya kristal es dan perubahan permeabilitas membran yang menyebabkankematian sel saat pencairan kembali (Toelihere, 1997). Disamping itu tingginya rasioantara asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh, komposisi fosfolipid membranserta rendahnya kolesterol membuat membran spermatozoa kambing mudahmengalami cekaman dingin dan menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat peroksidasi yang dapat merusak komponen struktural membran (White, 1993 danDasrul 2006). Upaya untuk meminimalkan penurunan kualitas spermatozoa akibat peroksidasi lipid selama proses pembekuan dapat dilakukan dengan cara penambahan antioksidan pada bahan pengencer .Vitamin E (
alfa tocopherol 
) merupakan salah satu vitamin yang bersifatsebagai anti oksidan yang larut dalam lemak. Vitamin E mampu menangkap radikal bebas dan mencegah terjadinya reaksi berantai, sehingga dapat menghindarikerusakan peroksidatif yang berpengaruh terhadap viabilitas dan fertilitasspermatozoa (Halliwel dan Gutteridge, 1993). Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan intra seluler yang paling kuat dalam mengurangi atau mencegah peroksidasiasam lemak tak jenuh di dalam dan di dinding sel (Donelly
et al.,
1999).Penambahan vitamin E 200-500 milligram dalam medium pengencer semen kerbaudapat menghambat penurunan motilitas, viabilitas dan kerusakan DNA spermatozoa(Hughes
et al.,
1998). Namun penambahan vitamin E dalam medium pengencer sususkim kuning telur pada semen kambing peranakan Boer selama pembekuanlaporannya masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Tujuan Penelitian
1.Untuk mengamati efektivitas penambahan vitamin E di dalam medium pengencer susu skim kuning telur terhadap motilitas dan viabilitasspermatozoa dalam proses pembekuan semen kambing peranakan Boer 
2
 
2.Untuk menentukan dosis optimal vitamin E yang dapat digunakan dalammedium pengencer susu skim kuning telur terhadap kualitas spermatozoakambing peranakan Boer 
Hipotesa penelitian
1.Penambahan vitamin E dalam medium pengencer susu skim kuning teludapat mempertahankan motilitas dan viabilitas spermatozoa dalam proses pembekuan semen kambing peranakan Boer 2.Dosi vitamin E di ditambahkan dalam medium pengencer susu skim kuningtelur berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa kambing peranakan Boer 
Manfaat Penlitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjuttentang bahan pengenceran yang tepat pada proses pembekuan semen kambing peranakan Boer dengan kualitas fungsional sperma yang tetap tinggi.
TINJAUAN PUSTAKAKarakteristik Semen Kambing Boer.
Semen kambing Boer yang sehat umumnya berwarna keabu-abuan, putihsusu atau putih kekuningan dengan konsistensi agak kental (Yonghong
 ,
2001).Volume semen kambing Boer bervariasi menurut individu, umur, berat badan, pakandan frekuensi penampungan. Volume semen kambing Boer yang dewasa diIndonesia berkisar antara 0,70 ml 1,50 ml (Suyadi
dkk.
2003). Konsentrasispermatozoa pada kambing Boer di Indonesia berkisar antara 500 – 800 juta/mldengan rata-rata 560 juta/ml (Gangyi dkk., 2001). Derajat keasaman (pH) semenkambing Boer relatif agak asam yaitu berkisar antara 6,4 – 7,6 atau pH netral rata-rata 6,8 (Suyadi
 ,
2003). Derajad keasaman sangat menentukan status kehidupanspermatozoa di dalam semen. Semakin rendah atau semakin tinggi pH semen dari pHnormal akan membuat spermatozoa lebih cepat mati (Suyadi dkk., 2002).Secara umum semen terdiri dari dua bagian besar yang plasma seminalis danspermatozoa. Plasma seminalis merupakan cairan yang disekresikan terutama olehkelenjar vesikularis dan kelenjar aksesoris lainnya, berfungsi sebagai mediumtransport spermatozoa dari lingkungan saluran reproduksi jantan ke traktusreproduksi betina selama ejakulasi, sebagai medium aktivasi bagi spermatozoa nonmotil dan menyediakan penyangga serta kaya akan makanan yang penting untuk hidup spermatozoa setelah deposisi ke traktus reproduksi betina. Plasma seminalissebagian besar terdiri dari air merupakan cairan netral dengan tekanan isotonik serta berisi substansi organik dan anorganik secagai cadangan makanan dan perlindunganspermatozoa. Zat organik yang terdapat dalam plasma semen adalah fruktosa,sarbitol, inositol, asam sitrat, gliserilfosforilkolin, fosfolipid, prostaglandin dan protein. Fruktosa merupakan sumber energi terbesar untuk spermatozoa dalamsemen. Sedangkan zat anorganik utama plasma semen terdiri natrium, klorida,fosfor, bikarbonat, kalsium, fosfor asam sitrat, asam askorbat, magnesium, nitrogendan kolesterol (Hafez, 2004).
3

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andika Septian liked this
Bocah Plur liked this
Dedy Al-Riyaghi liked this
Kawai'chan Vina liked this
Nuel Vila liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->