Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lateralization of Function (Fungsi Lateralisasi)

Lateralization of Function (Fungsi Lateralisasi)

Ratings: (0)|Views: 1,729 |Likes:
Published by Siska Febri

More info:

Published by: Siska Febri on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Sistem saraf vertebrata secara struktural dan fungsional beragam. Sebagai contoh, korteksserebral pada otak lumba-lumba secara struktural lebih kompleks dan merupakan prosesor informasi yang jauh lebih ampuh dibandingkan dengan korteks serebral ikan atau katak. Namun semua sistem saraf vertebrata mempunyai beberapa kemiripan mendasar, yaitu adanya unsur pusat dan tepi yang jelas danderajat sefalisasi yang tinggi. Otak dan sumsum tulang belakang vertebrata menyusun SSP (sistems saraf  pusat/
central nervous system,
CNS).Otak adalah suatu organ yang bekerja mengkoordinasikan seluruh yang terjadi di dalam tubuh,kepribadian, metabolisme, tekanan darah, emosi, hormon, ingatan, bekerja melebihi komputer manapundi dunia ini. Kelainan kecil pada otak akan mempengaruhi aktifitas tubuh, karenanya kita harus selalumenjaga nutrisinya dan menjaga kesehatannya dan mengembangkannya.Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan,  perilakudan fungsi tubuhhomeostasis  seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh, dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi sepertipengenalan,emosi,ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk   pembelajaranlainnya.Otak terbentuk dari dua jenissel, yaitugliadanneuron. Glia berfungsi untuk  menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang dikenal sebagai potensial aksi.Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan ke seluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebutneurotransmitter . Neurotransmitter ini dikirimkan pada celahyang dikenal sebagisinapsis. Avertebrata sepertiseranggamungkin mempunyai jutaanneuronpada otaknya, vetebrata besar bisa mempunyai hingga seratus milliar neuron. Otak manusia memiliki palingsedikit 1o juta neuron. Setiap neuron ini memiliki proses tersendiri dalam berkontribusi dalam tingkahlaku manusia. Berbeda dengan neuron, manusia melakukan sesuatu sebagai kesatuan, seperti kesadaran.Kita hanya memiliki satu kesadaran walaupun memiliki banyak bagian otak yang terlibat.Kesadaran manusia terjadi melalui hubungan antara beberapa bagian otak. Bagaimana jikahubungan tersebut terputus? Jika hubungan ini terputus, maka bagian-bagian otak tersebut akan tetapmelanjutkan aktifitasnya akan tetapi tidak ada komunikasi yang terjadi diantara bagian-bagian otak tersebut. Lalu bagaimanakah otak tetap beroperasi dengan koneksi yang telah terputus tersebut?
 
BAB IIPEMBAHASAN
Otak manusia terdiri dari dua belahan atau hemisfer yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan.Hemisfer kiri dan kanan terhubung dengan sisi lawan tubuh (kontralateral) kecuali tubuh atas dan ototmuka yang terhubung dengan kedua hemisfer. Paul Broca (1861) menemukan peran utama hemisfer kiriadalah pada kemampuan berbicara. Kemudian Carl Wernicke menemukan peran lain yang tidak kalah penting pada hemisfer kiri yaitu kemampuan berbahasa. Sedangkan hemisfer kanan lebih berperan pada perasaan, emosi, dan kreatifitas.Hemisfer kiri dan kanan bertukar informasi melalui bundel akson yang dikenal sebagai korpuskalosum (corpus callosum) serta melalui komisura anterior (anterior commisure) yang menghubungkanhemisfer di bagian anterior korteks serebral, komisura hipokampal (hippocampal commisure) yangmenghubungkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, dan beberapa sambungan kecil lainnya.
Gambar 1a)Corpus Callosum; b) Corpus Callosum (tampak depan); c) Corpus Callosum (tampak belakang)
Tanpa korpus kalosum, hemisfer kiri hanya bisa bereaksi terhadap informasi yang datang dari sisikanan tubuh dan begitu pula hemisfer kanan hanya bisa berekasi terhadap informasi dati sisi kiri tubuhsaja. Artinya, korpus kalosum memungkinkan setiap hemisfer untuk menerima informasi dari kedua sisitubuh.Hemisfer kiri dan kanan bukan merupakan mirror images dari satu sama lain (bentuknya tidak  persis sama). Setiap hemisfer memiliki fungsi yang berbeda, perbedaan spesialisasi fungsi antara hemisfer kiri dan kanan dikenal sebagai
lateralisasi
(lateralization).
Hubungan Mata dengan Hemisfer Kiri dan Kanan
 
Kedua hemisfer terhubung dengan kedua mata dengan sedemikian rupa sehingga setiap hemisfer hanya menerima input dari bidang pandangan yang ada di sisi berlawanan (the opposite half of the visualfield). Setengah dari akson-akson yang berasal dari setiap mata bertemu dan menyilang ke hemisfer di sisilawannya pada kiasma optikum (optic chiasm).
Visual Field
LeftRightRight retinaLeft retina
Gambar 2
Gambar diatas menunjukkan
visual field 
sebelah kanan ditangkap oleh bagian kiri setiap retina baik retina mata kiri dan retina mata kanan. Kemudian dihubungkan ke hemisfer kiri. Sementara itu
visual field 
sebelah kiri ditangkap oleh bagian kanan setiap retina dan dihubungkan ke hemisfer kanan.
 

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muthia Fadhilah liked this
Idham Kholik liked this
Rina Herniyanti liked this
Rina Herniyanti liked this
KinantiKiki liked this
Rahayu A. Surur liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->