Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
485Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul 9 Benefit-Cost Ratio Analysis

Modul 9 Benefit-Cost Ratio Analysis

Ratings:

4.82

(50)
|Views: 25,692 |Likes:
Published by Scuba Diver
Benefit-Cost Ratio Analysis.
Benefit-Cost Ratio Analysis.

More info:

Published by: Scuba Diver on May 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
 
110
Modul 9
A
NALISIS
ENEFIT 
-C 
OS
ATIO 
 
Konsep Dasar Analisis
Benefit Cost Ratio 
 
Keterbatasan anggaran pemerintah merupakan hal yang umum ditemui. Di sisi lain, pemerintahdihadapkan pada berbagai alternatif program yang akan dilaksanakan. Hal tersebutmenyebabkan pemerintah harus jeli dalam menentukan program yang diprioritaskan. Pemilihanprioritas suatu proyek tidak mudah. Dalam memutuskan kelayakan suatu proyek yangberhubungan dengan sektor publik, pemerintah dihadapkan pada banyak pertimbangan danpermasalahan. Dalam hal ini, prioritas yang dipilih harus mempertimbangkan kepentingan publikatau masyarakat umum.Terkait dengan proses pengambilan keputusan mengenai kelayakan suatu proyek atau program,pemerintah memerlukan suatu alat analisis yang mampu digunakan dalam meminimalkankesalahan dalam pemilihan keputusan. Salah satu analisis yang dapat digunakan sebagai alatuntuk memilih program yang layak diprioritaskan adalah dengan menggunakan analisis
Benefit Cost Ratio 
(BCR) atau disebut juga analisis manfaat dan biaya.
Pengertian Analisis
Benefit Cost Ratio 
Analisis manfaat-biaya merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui besarankeuntungan/kerugian serta kelayakan suatu proyek. Dalam perhitungannya, analisis inimemperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan suatu program.Dalam analisis
benefit 
dan
cost 
perhitungan manfaat serta biaya ini merupakan satu kesatuanyang tidak dapat dipisahkan.Analisis ini mempunyai banyak bidang penerapan. Salah satu bidang penerapan yang umummenggunakan rasio ini adalah dalam bidang investasi. Sesuai dengan dengan maknatekstualnya yaitu
benefit cost 
(manfaat-biaya) maka analisis ini mempunyai penekanan dalamperhitungan tingkat keuntungan/kerugian suatu program atau suatu rencana denganmempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang akan dicapai. Penerapananalisis ini banyak digunakan oleh para investor dalam upaya mengembangkan bisnisnya.Terkait dengan hal ini maka analisis manfaat dan biaya dalam pengembangan investasi hanyadidasarkan pada rasio tingkat keuntungan dan biaya yang akan dikeluarkan atau dalam kata lainpenekanan yang digunakan adalah pada rasio finansial atau keuangan.Dibandingkan penerapannya dalam bidang investasi, penerapan
Benefit Cost Ratio 
(BCR) telahbanyak mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan analisis BCR antara lain yaitupenerapannya dalam bidang pengembangan ekonomi daerah. Dalam bidang pengembanganekonomi daerah, analisis ini umum digunakan pemerintah daerah untuk menentukan kelayakanpengembangan suatu proyek.Relatif berbeda dengan penerapan BCR di bidang investasi, penerapan BCR dalam prosespemilihan suatu proyek terkait upaya pengembangan ekonomi daerah relatif lebih sulit. Hal inidikarenakan aplikasi BCR dalam sektor publik harus mempertimbangkan beberapa aspek terkait
social benefit 
(
social welfare function 
)
 
dan lingkungan serta tak kalah penting adalah faktorefisiensi. Faktor efisiensi mutlak menjadi perhatian menimbang terbatasnya dana dankemampuan pemerintah daerah sendiri.Secara terinci aspek-aspek tersebut juga mempertimbangkan dampak penerapan suatu programdalam masyarakat baik secara langsung (
direct impact)
maupun tidak langsung (
indirect impact)
,
 
 
 
111
faktor eksternalitas, ketidakpastian (
uncertainty),
risiko (
risk)
serta
shadow price.
Terkaitperhitungan risiko dan ketidakpastian, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan asuransi danmelakukan lindung nilai (
hedging).
 Efisiensi ekonomi merupakan kontribusi murni suatu program dalam peningkatan kesejahteraanmasyarakat. Sehingga yang menjadi perhatian utama dalam penerapan BCR dalam suatu proyekpemerintah yang berkaitan dengan sektor publik adalah redistribusi sumber daya.
Manfaat Analisis
Benefit Cost Ratio 
Terkait dengan penerapan BCR dalam perekonomian suatu daerah, maka sesuai denganpedoman penyusunan anggaran berbasis kinerja, pemerintah harus menentukan target kinerja.Target tersebut ditetapkan berdasarkan prioritas tertentu. Dalam hal ini, BCR tidak hanyamembantu pengambil kebijakan untuk memilih alternatif terbaik dari pilihan yang ada, yang dalamhal ini pemilihan alternatif terbaik dilakukan berdasarkan alasan perbandingan antara
life cycle’s benefit 
dengan biaya yang dikeluarkan, melainkan juga dapat membandingkan alternatif-alternatiftersebut.Analisis BCR masih dapat diterapkan ketika suatu proyek telah diputuskan untuk dilakukan,sehingga manfaat yang kedua dari dilakukannya analisis BCR adalah dapat mengontrolperkembangan dari proyek yang bersangkutan pada tahun-tahun ke depan.Manfaat ketiga dari penerapan BCR adalah BCR dapat digunakan untuk evaluasi suatu proyekyang telah selesai dikerjakan. Tujuan dilakukannya evaluasi ini adalah untuk mengetahui kinerjasuatu proyek dan hasil analisis yang telah dilakukan dapat digunakan untuk perbaikan programyang selanjutnya.Berdasarkan hasil analisis ini, pemerintah dapat menentukan pilihan yang tepat dan anggarandapat dialokasikan secara efektif. Pemilihan alternatif dan penentuan prioritas ini berkontribusipada pencapaian anggaran berbasis kinerja, yang merupakan salah satu pilar reformasianggaran.Telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa landasan utama penetapan suatu proyekdalam kapasitas pengembangan daerah tidak mutlak hanya dilakukan berdasarkan variabelmanfaat dan biaya. Dalam pengembangan ekonomi suatu wilayah, analisis utama yang harusdikedepankan oleh pemerintah daerah adalah sejauh mana kontribusi suatu proyek dalamkomunitas dan ekonomi lokal suatu wilayah.Secara umum, BCR dapat membantu penggunanya untuk:1. membantu dalam proses pengambilan keputusan,2. menambah alternatif atau pilihan, dan3. mengurangi biaya alternatif yang tidak efektif.
Penerapan Analisis
Benefit Cost Ratio 
 
Salah satu pengembangan dari model BCR di Indonesia adalah metode Analisis KelayakanSuatu Proyek. Metode ini umum digunakan dalam penilaian kelayakan suatu proyek. Analisis inimerupakan suatu analisis yang dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh terhadap suatukelayakan proyek yang mencakup analisis dari berbagai aspek yang harus dilakukan secaraterpadu. Pada prinsipnya analisis ini mencakup analisis aspek pemasaran,
 
analisis aspekkeuangan, analisis aspek teknis dan operasi, analisis aspek sumber daya manusia, analisisaspek hukum, aspek ekonomi dan sosial, serta analisis dampak lingkungan. Keseluruhan aspekyang menjadi bahan pertimbangan dalam metode Analisis Kelayakan Proyek dapat dilihat padaGambar 1, Hirarki untuk Penilaian Kelayakan Proyek Investasi.
 
 
112
Gambar 1Hirarki Penilaian Kelayakan Proyek Investasi
Sumber: Joesron, Tati S (2001).
 Dalam Gambar 1 tersebut, analisis aspek pemasaran merupakan kunci utama dalam dalammenentukan kelayakan suatu proyek. Pemahaman terhadap pasar menurut Kottler
1
diawalidengan identifikasi produk yang akan dipasarkan dan seberapa besar produk ini dibutuhkan olehkonsumen. Salah satu persyaratan suatu proyek yang layak adalah keharusan dalam memilikiprospek penguasaan pangsa pasar yang baik. Namun tidak cukup hanya itu, penting juga untukmenganalisis kesinambungan performansi penguasaan pasar di masa depan. Hal inilah harusdipersiapkan dalam penyusunan
business plan 
dan
road map 
 
proyek.Analisis kedua yang harus dilakukan adalah analisis finansial. Dalam analisis ini dilakukanpengukuran kelayakan suatu proyek secara finansial dimulai dari estimasi biaya dan pendapatanyang dihasilkan dari proyek tersebut. Estimasi biaya menurut Petty. J.W.
2
mencakup:1. Estimasi biaya investasi awalEstimasi ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang pasti mengenai keseluruhan biayayang dibutuhkan. Keseluruhan biaya ini meliputi biaya perolehan ijin usaha, biaya peralatan,biaya instalasi, biaya
engineering 
, biaya pelatihan, biaya pembelian tanah dan biaya lainyang dikeluarkan pada awal investasi dilakukan.2. Estimasi biaya operasiTerdapat tiga macam biaya operasi.
Pertama,
biaya langsung, yaitu segala biaya yangmempunyai keterkaitan langsung dengan proses produksi mencakup biaya bahan langsungdan biaya tenaga kerja langsung.
Kedua,
biaya tidak langsung, yaitu biaya yang tidak terkait

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->