Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
623Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul 8 Elastisitas

Modul 8 Elastisitas

Ratings:

4.84

(43)
|Views: 46,932 |Likes:
Published by Scuba Diver
Elastisitas.
Elastisitas.

More info:

Published by: Scuba Diver on May 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
 
95
Modul 8
E
LASTISITAS
 
Konsep Dasar Elastisitas
Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahandi bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, sepertidalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusikemakmuran
.
 Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahamidampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat mengetahuidampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkat pelayananmasyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, danindikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsepelastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan daerahterhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu. Dengan kegunaannyatersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan prioritasdan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi kemajuan daerah.Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahanvariabel lain. Sebagai contoh, elastisitas Y terhadap X mengukur berapa persen perubahan Ykarena perubahan X sebesar 1 persen.Elastisitas Y terhadap X= % perubahan Y / % perubahan XUntuk memudahkan pemahaman terhadap konsep tersebut, berikut ini akan dibahasberbagai jenis elastisitas. Pembahasan elastisitas ini dijelaskan dalam konteks pasar, yaituantara permintaan dan penawaran barang. Dengan memahami konsep tersebut, PemerintahDaerah nantinya akan mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalam pemerintahan daerahsesuai konteks yang dihadapi, baik dalam hal Pemerintah Daerah menjadi penyedia barangdan jasa publik maupun dalam berbagai kondisi lainnya.
Elastisitas Permintaan (
Price Elasticity of Demand 
)
Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yangdiakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahantersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas permintaan.
 
Macam-macam Elastisitas Permintaan
 
Berdasarkan nilainya, elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu permintaaninelastis sempurna, inelastis, elastis uniter, elastis, dan elastis sempurna.
1.
 
Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0)
Permintaan inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga yang terjadi
tidakberpengaruh
terhadap jumlah permintaan (koefisien E = 0). Sebagai contoh adalahpermintaan terhadap garam. Kondisi permintaan inelastis sempurna ini dapat dapatdigambarkan ke dalam bentuk kurva berikut (Gambar 1).
 
 
96
Gambar 1Kurva Permintaan Inelastis Sempurna2.
 
Permintaan Inelastis (E < 1)
 Permintan inelastis terjadi jika perubahan harga
kurang berpengaruh
pada perubahanpermintaan. Nilai E < 1, artinya kenaikan harga sebesar 1 persen hanya diikuti penurunan jumlah yang diminta kurang dari satu persen, sebaliknya penurunan harga sebesar 1persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta kurang dari 1 persen. Sebagaicontoh adalah permintaan masyarakat terhadap beras atau kebutuhan pokok lainnya(Gambar 2).
Gambar 2Kurva Permintaan Inelastis3.
 
Permintaan Elastis Uniter (E = 1)
 Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan
sebanding
dengan perubahanharga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1), artinya kenaikan hargasebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen, dansebaliknya. Kondisi permintan elastis uniter ini ditunjukkan oleh Gambar 3.
Gambar 3Kurva Permintaan Elastis Uniter4.
 
Permintaan Elastis (E > 1)
 Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan
lebih besar
dari perubahan harga.Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1), artinya kenaikan harga sebesar 
 
 
97
1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen, dan sebaliknya.Kondisi ini biasanya terjadi pada permintaan permintaan terhadap mobil dan barangmewah lainnya (Gambar 4).
Gambar 4Kurva Permintaan Elastis5.
 
Permintaan Elastis Sempurna (E = ~)
 Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan
tidak dipengaruhi
samasekali oleh perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu X atau Q (kuantitasbarang) seperti ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar 5Kurva Permintaan Elastis SempurnaElastisitas Permintaan dan Total Penerimaan
Perhitungan elastisitas biasanya dimanfaatkan oleh pengambil keputusan yang ditujukanuntuk meningkatkan penerimaan. Secara sederhana, total penerimaan dapat didefinisikansebagai perkalian antara harga dengan kuantitas barang dan jasa yang terjual, misalnya jumlah pendapatan yang diterima sebagai hasil dari penjualan barang dan jasa. Totalpenerimaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.TR = P x QKeterangan:TR: total penerimaanP: harga outputQ: kuantitas/jumlah output

Activity (623)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred thousand reads
Chairunnisa Pooth added this note
Maaf Pak mau bertanya ini sumbernya dari mana yaa? Untuk keperluan daftar pustaka di skripsi. Modulnya sangat bermanfaat terimakasih :)
Delima Samosir added this note
terimaksih
Intan Kartika S liked this
Nasri Risma liked this
Mansuri S liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->