Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kewirausahaan Sosial - Menemukan Kita Dalam Keterasingan Aku

Kewirausahaan Sosial - Menemukan Kita Dalam Keterasingan Aku

Ratings: (0)|Views: 1,698|Likes:
Published by buletin_ekonomi

More info:

Published by: buletin_ekonomi on Mar 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2012

pdf

text

original

 
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL:MENEMUKAN KITA DALAM KETERASINGAN AKUIstilah wirausaha sangat akrab di telinga kita. Istilah ini merujuk pada seseorang yangmenjalankan kegiatan tertentu untuk mendapatkan hasil/laba. Orang menjual pulsa kepada teman-temannya bisa disebut sebagai wirausaha. Orang membuka jasa tambal ban juga disebut wirausaha. Pak Ciputra yang memiliki dan mendirikan Ciputra Group dengan juga dijuluki sebagai wirausaha. Salahkaprah? Bukan!!Diskusi tentang entrepreneur bukan baru saja dimulai. Sudah sejak awal abad 18 orang mulaimemperbincangkannya. Richard Cantillon adalah salah satunya. (Say, 1803) (Knight, 1921)(Schumpeter, 1934) (Kirzner, 1973), (Gartner, 1988) adalah para penulis yang juga mencobamemahaminya. Setiap penulis memiliki sudut pandang yang berbeda ataupun penekanan yang berbedauntuk memahami fenomena kewirausahaan Dari pemahaman mereka, wirausaha dapat dimaknaisebagai
seseorang yang mampu melihat peluang untuk membawa visi ke dalam kehidupan danmengeksploitasi peluang itu dengan menyatukan/mengkombinasikan semua sumber daya secarainovatif.
Boone dan Kurtz lebih tegas mendefinisikan bisnis sebagai semua kegiatan untuk mendapatkanprofit/laba dengan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan ke dalam suatu sistem perekonomian.Profit bagi Boone dan Kurtz tidak harus berarti uang. Mereka mengartikan profit sebagai bentuk penghargaan karena keberanian seseorang untuk mengambil resiko mengkombinasikan sumber dayatertentu untuk menghasilkan barang dan jasa yang mampu memberikan kepuasan kepada konsumen.Artinya profit yang diterima oleh seseorang karena keberaniannya mengambil resiko dapat berartikepuasan pribadi atau kebanggaan. Dari sinilah kemudian pemisahan kewirausahaan. Kewirausahaanbisnis/commercial/tradisional dibedakan secara tegas dari kewirausahaan sosial. Dave Robert danChristine Woods (Changing the world on a shoestring: The concept of social entrepreneurship,Business Review, Autumn 2005) menyatakan perbedaan keduanya dari aspek motivasi melakukannya.
Social Entrepreneurs are motivated to address a social need, commercial entrepreneurs a financialneed.
Wirausaha sosial termotivasi untuk menyelesaikan masalah sosial sementara wirausaha bisnistermotivasi oleh kebutuhan finansial.Wirausaha sosial selalu berangkat dari kemandekan sosial sebagai sumber keprihatinan. Semakintinggi kemandekan sosial di dalam sebuah masyarakat, maka semakin tinggi pula kebutuhan akanwirausaha sosial di dalamnya. Kita sebagai sebuah bangsa telah mengalami disorientasi budaya sejak diperkenalkannya idiologi kapitalisme yang diusung dalam konteks pembangunan pada tahun 1967.Investor-investor asing, utamanya dari Amerika, berbondong-bondong berinvestasi di Indonesia.Pembangunan dengan triloginya pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan. Wirausaha bisnisberkembang dengan sangat pesat. Semangat individualistik menginfeksi dan menguat hampir di setiaplini kehidupan masyarakat kita. Dulu kita yang sangat akrab dengan kebersamaan, gotong royong, dansayuk rukun, sekarang terbiasa hidup dengan pola hidup yang ”aku-sentris”. Saat membangun rumah,kita lebih suka dengan menggunakan developer daripada bergotong royong, Pas punya hajat, kita lebihsuka menggunakan jasa boga (catering) daripada melibatkan tetangga. Kita lebih suka tinggal diperumahan yang tidak harus mengenali tetangga daripada tinggal di kampung yang banyak kegiatansosialnya. Masing-masing dari kita telah menjadi pulau-pulau terpisah yang tidak terhubungkan satusama lain. Situasi inilah yang berpotensi menjadi sumber kemandekan sosial di dalam masyarakat kita.Adalah Wirausaha sosial yang menjadi jawaban ketika keterasingan aku semakin menguat.Kemandean-kemandegan sosial yang terjadi karena keterasingan aku membutuhkan intervensi dariindividu-individu yang memiliki orientasi sosial. Dalam konteks sekarang, kita bisa mulai melihat
 
contoh-contoh hebat mereka, Penerima penghargaan dalam kategori yang lain diantaranya AntonSetiawan dari PT Tunas Ridean Tbk, penerima penghargaan "The Lifetime Achievement Award",Herman Moeliana dari PT United Chemical Group penerima "The Industry and ManufacturingEntrepreneur of the Year", Asep Sulaiman Sabanda dari PT Santika Duta Nusantara sebagai penerima"The Young Entrepreneur of the Year", Sudiarso Prasetio dari PT Pamapersada Nusantara penerimapenghargaan "The special award for inspirational Leadership"
.
Simak pula gelar-gelar Heros yangdibuat oleh Kick Andy, Pejuang Lingkungan, Pejuang Pendidikan, Pejuang Kesehatan dan Pejuang Senidan Budaya. Ashoka Fellowship menawarkan dukungan dan komunitas untuk pengembanganWirausaha Sosial.Indonesia membutuhkan orang-orang yang peka terhadap kemandegan sosial di dalamlingkungannya. Negeri ini merindukan orang-orang yang mampu dan mau mengorientasikan dirinyauntuk kepentingan orang banyak. Beranikah kita menjadi volunteer bagi pengembangan WirausahaSosial?
 
Ketika mata kiri melirik keSAP online dan mata kanan kekalendar akademi, …..waduh cilaka ternyata jatah ngajar sebelum UTS tinggal satu kali pertemuan lagi. Padahal materi yang diberikanmasih lumayan banyak. Saya pun buru-buru berburu bahan ajar terburu eh terbaru, atau setidak-tidaknya me-review kembali beberapa bahan ajar yang sudah diunggah kestaffsiteku. Tulisan ini akanmemaparkan tentang sejarah teori kewirausahaan, yang konsepnya sudah disebut-sebut dari zaman“baheula”, diantaranya oleh Jean Baptista Say dan Richard Cantillon pada awal abad ke-18.
Pengertian Kewirausahaan
Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, RichardCantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices inorder to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean BaptistaSay menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakanbahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangunsebuah organ produktif.Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik beratperhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner,1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang(Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalahsebagai berikut:Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang
menyatukan berbagai alat-alatproduksi dan menemukan nilai dari produksinya
.Frank Knight (1921): Wirausahawan
mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahanpasar
. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian padadinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerialmendasar seperti pengarahan dan pengawasan.Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang
mengimplementasikanperubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru.
Kombinasi barutersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2)memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperolehsumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatuindustri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteksbisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup
indentifikasi peluang-peluang di dalam sistemekonomi
. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan
untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentukatau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->