Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
62Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pengendalian vector tikus

pengendalian vector tikus

Ratings: (0)|Views: 3,325 |Likes:
Published by HASTOMO

More info:

Published by: HASTOMO on Mar 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

 
 
PEDOMAN
PENGENDALIAN TIKUS
Khusus di Rumah Sakit
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tikus dan mencit adalah hewan mengerat (rondensia) yang lebih dikenalsebagai hama tanaman pertanian, perusak barang digudang dan hewan pengganguyang menjijikan di perumahan. Belum banyak diketahui dan disadari bahwakelompok hewan ini juga membawa, menyebarkan dan menularkan berbagai penyakitkepada manusia, ternak dan hewan peliharaan. Rodensia komensal yaitu rodensiayang hidup didekat tempat hidup atau kegiatan manusia ini perlu lebih diperhatikandalam penularan penyakit. Penyakit yang ditularkan dapat disebabkan oleh infeksiberbagai agen penyakit dari kelompok virus, rickettsia, bakteri, protozoa dan cacing.Penyakit tersebut dapat ditularkan kepada manusia secara langsung oleh ludah, urindan fesesnya atau melalui gigitan ektoparasitnya (kutu, pinjal, caplak dan tungau).Tikus dan mencit merupakan masalah rutin di Rumah Sakit, karena itupengendaliannya harus dilakukan secara rutin. Hewan mengerat ini menimbulkankerugian ekonomi yang tidak sedikit, merusak bahan pangan, instalasi medik, instalasilistrik, peralatan kantor seperti kabel-kabel, mesin-mesin komputer, perlengkapanlaboratorium, dokumen/file dan lain-lain, serta dapat menimbulkan penyakit. Bebera-pa penyakit penting yang dapat ditularkan ke manusia antara lain, pes, salmonelosis,leptospirosis, murin typhus.Ditinjau dari nilai estetika, keberadaan tikus akan menggambarkan lingkunganyang tidak terawat, kotor, kumuh, lembab, kurang pencahayaan serta adanya indikasipenatalaksanaan/manajemen kebersihan lingkungan Rumah sakit yang kurang baik.Mengingat besarnya dampak negatif akibat keberadaan tikus dan mencit diRumah Sakit, maka Rumah Sakit harus terbatas dari hewan ini.Sebagai langkah dalam upaya mencegah kemungkinan timbulnya penyebaranpenyakit serta untuk mencegah timbulnya kerugian sosial dan ekonomi yang tidak diharapkan, maka perlu disusun pedoman teknis pengendalian tikus dan mencit diRumah Sakit..
B. Tujuan1. Umum
Terbebasnya rumah sakit dari gangguan tikus dan mencit.
 
2. Khusus
- Menurunnya kepadatan tikus dan mencit di rumah sakit.- Dapat dilakukan pengamatan keberadaan tikus di rumah sakit.- Menurunnya penyakit bersumber tikus dan mencit.- Meningkatnya kemandirian rumah sakit dalam pengendalian tikus danmencit.
C. Sasaran
Sasaran pedoman ini adalah :1. Pengelola rumah sakit sehingga dapat merencanakan dan melaksanakanpengendalian tikus di Rumah Sakit.2. Petugas kesehatan lingkungan/Sanitarian di Rumah Sakit untuk dapat melak-sanakan pengendalian tikus di rumah sakit.3. Petugas kesehatan lingkungan Propinsi/Kota/Kabupaten sebagai alat penga-wasan sanitasi rumah sakit dan pemberantasan.4. Petugas Pusat, sebagai alat untuk melakukan pengembangan pengendaliantikus di rumah sakit.
D. Definisi operasionalEktoparasit
adalah hewan arthropoda (pinjal, kutu, caplak, tungau) yang hiduppada permukaan tubuh hospes.
Habitat vektor penyakit
adalah tempat-tempat yang disukai vektor penyakit,tempat berkembang biak, mencari makan dan istirahat.
Insektisida
adalah bahan kimia beracun yang digunakan untuk campuran umpanuntuk membunuh serangga atau tikus atau binatang pengganggu lain di dalammaupun diluar Rumah Sakit.
Instansi terkait pemerintah maupun swasta
yang terkait secara langsungmaupun tidak langsung dengan upaya pengendalian vektor penyakit.
Instansi yang bertanggung jawab
adalah instansi yang membidangipemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan.
Lembaga Swadaya Masyarakat
adalah kelompok masyarakat dalam suatuwadah organisasi yang mempunyai kepedulian dalam upaya pengendalian vertorpenyakit.
Parasit
adalah suatu organisme yang hidup pada atau di dalam organisme lain danmengmbil keuntungan dari organisme itu serta sekaligus merugikan.
Pengendalian vektor
adalah kegiatan yang bertujuan untuk menekan kepadatanserangga dan tikus dan penggangu lainnya.
Pestisida
adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik yangdipergunakan untuk pengendalian hama.
 
 
Reservoir
adalah manusis atau binatang yang menjadi media bagi agen penyakit(parasit,bakteri,virus,rickettsia,protiza dan cacing) dalam siklus hidupnya.
Rodensia komensal
adalah Rodensia yang hidup didekat tempat hidup ataukegiatan manusia, yang satu jenis beruntung sedangkan jenis lainnya tidak dirugikan.
Vektor
(Serangga dan Tikus), dalam program sanitasi Rumah Sakit adalah semua jenis serangga dan tikus yang dapat menularkan beberapa penyakit tertentu,merusak bahan pangan di gudang dan peralatan instansi Rumah Sakit.

Activity (62)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Iyan Phatterz liked this
Hezty Poem liked this
Ardhy Excelent liked this
Fidah Kireina liked this
Angles OutsIders liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->