Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR

Ratings: (0)|Views: 1,808|Likes:
Published by hendrysuba

More info:

Published by: hendrysuba on Mar 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/27/2011

pdf

text

original

 
Berita Resmi Statistik No. 19/03/Th. XIII, 1 Maret 2010
1
 
 
Pada bulan Januari 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umumnaik 0,91 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertaniansebesar 1,15 persen, utamanya adalah Subsektor Tanaman Pangan yang memberi andil positif sebesar 0,07 persen . Pada bulan ini seluruh sektor IHPB mengalami kenaikan, Sektor Pertambangan danPenggalian 0,23 persen, Sektor Industri 0,96 persen, Kelompok Barang Impor 0,96 persen, dan KelompokBarang Ekspor 0,59 persen.
 
IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Januari 2010 naik masing-masing1,03 persen, 0,99 persen, dan 0,39 persen. Kenaikan harga Bahan Baku tersebut disebabkan kenaikanharga Bahan Baku Lokal sebesar 1,06 persen, dan Bahan Baku Impor 0,92 persen.
 
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2010 naik 0,38 persen terhadap bulan sebelumnya, antaralain disebabkan kenaikan harga hasil kilang minyak lainnya (1,29%) dan semen (0,59 %). Sedangkan yangmengalami penurunan harga adalah barang-barang dari besi dan baja dasar (0,42%) dan barang-barangdari logam lainnya (0,06%).
No. 19/03/Th. XIII, 1 Maret 2010
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
P
ERDAGANGAN
B
ESAR
 
JANUARI 2010 HARGA GROSIR NAIK 0,91 PERSEN, HARGA GROSIR BAHAN BAKU NAIK1,03 PERSEN
Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen
Secara umum, harga grosir berbagai barang pada bulan Januari 2010 menunjukkan adanyakenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan Januari 2010 IHPB Umum adalah 167,35atau naik 0,91 persen dari IHPB Desember 2009 sebesar 165,84.Kenaikan persentase perubahan IHPB terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkanoleh kenaikan indeks seluruh sektor dan kelompok barang dalam IHPB. Sektor Pertanian, SektorPertambangan dan Penggalian, Sektor Industri, Kelompok Barang Impor, dan Kelompok Barang Ekspornaik masing-masing sebesar 1,15; 0,23; 0,96 ; 0,96 dan 0,59 persen. Beberapa komoditas yang mengalamikenaikan harga selama bulan Januari 2010 antara lain karet, beras, gula pasir, solar, dan barang-baranghasil kilang minyak impor.Pada bulan Januari 2010 Sektor Industri merupakan penyumbang andil terbesar pada inflasi HPB,yaitu sebesar 0,44 persen. Sedangkan Sektor Pertanian, Pertambangan & Penggalian, Kelompok BarangImpor, dan Kelompok Barang Ekspor masing-masing menyumbang andil masing-masing sebesar 0,20;0,004; 0,16 dan 0,11 persen.
BADAN PUSAT STATISTIK
 
Berita Resmi Statistik No. 19/02/Th. XIII, 1 Maret 2010
 
2
 
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari 5 (lima) kelompok jenis bangunan padabulan Januari 2010 secara umum mengalami kenaikan indeks sebesar 0,38 persen dibandingkan bulansebelumnya. Pada bulan ini seluruh kelompok jenis bangunan mengalami kenaikan indeks, Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal naik sebesar 0,41 persen; Kelompok BangunanPekerjaan Umum Untuk Pertanian 0,42 persen; Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan,Jembatan dan Pelabuhan 0,29 persen; Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum danKomunikasi 0,45 persen; dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,45 persen.
 
Tabel 1Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IndonesiaBulan Januari 2010 menurut Sektor (2005=100)
Sektor IHPBDesember 2009IHPBJanuari2010Perubahan IHPBJan. 2010 thdDes. 2009(%)Andil InflasiHPB Jan.2010
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pertanian 219,92 222,44
1,15
0,202 Pertambangan & Penggalian 209,35 209,83
0,23
0,0043 Industri 167,58 169,19
0,96
0,444 Impor 158,04 159,55
0,96
0,165 Ekspor 134,70 135,49
0,59
0,11
Umum 165,84 167,35
0,91
0,91
Umum Tanpa Ekspor 174,97 176,69
0,98
0,80Umum Tanpa Ekspor Migas 168,22 169,82
0,95
0,91Umum Tanpa Impor 167,48 168,99
0,90
0,75Umum Tanpa Impor dan Ekspor Migas 170,51 172,12
0,94
0,75Umum Tanpa Impor dan Ekspor 179,87 181,65
0,99
0,64
Bahan Baku
 
IHPB Bahan Baku pada Januari 2010 mengalami kenaikan indeks dari173,76 pada Desember2009 menjadi 175,54 pada Januari 2010 atau inflasi sebesar 1,03 persen. Kenaikan harga Bahan Bakudisebabkan oleh kenaikan harga Bahan Baku Lokal dan Impor masing-masing sebesar sebesar 1,06persen dan 0,92 persen. Penyebab kenaikan harga Bahan Baku Lokal antara lain naiknya harga barang-barang di Subsektor Tanaman Perkebunan (2,09%), Kelompok Gula dan Pengolahan Gula (7,81%), danKelompok Pemintalan dan Pertenunan Tekstil (1,37%). Ketiganya memberikan andil inflasi Bahan Bakumasing-masing sebesar 0,05; 0,003 dan 0,03 persen. Seiring dengan Bahan Baku Lokal, Bahan BakuImpor mengalami inflasi sebesar 0,92 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 154,45 pada Desember2009 menjadi 155,88 pada Januari 2010. Kenaikan Bahan Baku Impor disebabkan antara lain olehkenaikan harga pada Subsektor Hasil Industri Pengilangan Minyak (3,56%), dan Subsektor BarangElektronik, Komunikasi dan Perlengkapannya (4,02%), dimana kedua subsektor tersebut memberikanandil inflasi masing-masing sebesar 0,03 dan 0,01 persen.
 
Berita Resmi Statistik No. 19/03/Th. XIII, 1 Maret 2010
3
Kelompok Barang Konsumsi
 
Kelompok Barang Konsumsi pada Januari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,99 persendibandingkan dengan bulan sebelumnya atau terjadi kenaikan indeks dari 154,11 pada Desember 2009menjadi 155,64 pada Januari 2010. Sektor Industri memberikan andil positif terbesar yaitu 0,89 persen,utamanya dari Subsektor Industri Penggilingan Padi dan Biji-bijian (0,48%), Subsektor Industri MakananLainnya (0,10%), dan Subsektor Industri Alat-alat Angkutan (0,01%). Sebaliknya, Sektor Pertanianmemberikan andil negatif sebesar 0,03 persen, antara lain karena Subsektor Tanaman Panganmemberikan andil negatif sebesar 0,18 persen.
Kelompok Barang Modal
Pada Januari 2010, IHPB Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,39 persen atau terjadikenaikan indeks dari 125,10 pada Desember 2009 menjadi 125,58 pada Januari 2010. Kelompok BarangImpor memberikan andil inflasi sebesar 0,41 persen pada inflasi Kelompok Barang Modal, utamanya dariSubsektor Industri Alat-alat Berat, Mesin-mesin untuk Industri dan Perlengkapannya (0,37%), danSubsektor Industri Perlengkapan Listrik, Barang Elektronik dan Komunikasi Impor (0,07%). Sebaliknya,Sektor Industri memberikan andil negatif sebesar 0,02 persen, utamanya dari Subsektor Industri BahanBangunan Siap Pasang dari Logam yang memberikan andil negatif sebesar 0,01 persen.
Tabel 2Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal IndonesiaBulan Januari 2010 menurut Sektor (2005=100)
Kelompok dan Sektor /IHPBDesember 2009IHPBJanuari2010PerubahanIHPB Jan.2010 thdDes. 2009(%)Andil inflasiJanuari 2010(1) (2) (3) (4)
I. Bahan Baku 173,76 175,54
1,03 
1,03Bahan Baku Lokal 180,43 182,34
1,06 
0,82
1.1. Pertanian 209,70 214,03
2,06
0,421.2. Pertambangan dan penggalian 209,33 209,81
0,23
0,011.3. Industri 169,63 170,86
0,73
0,38
Bahan Baku impor 154,45 155,88
0,92 
0,21II. Barang konsumsi 154,11 155,64
0,99 
0,99
2.1. Pertanian 236,03 235,70
-0.14
-0,032.2. Pertambangan dan penggalian 265,25 268,34
1,16
0,002.3. Industri 168,09 170,46
1,41
0,892.4. Impor 160,81 162,61
1,12
0,13
III. Barang modal 125,10 125,58
0,39 
0,39
3.1. Pertanian 211,44 211,63
0,09
0,003.2. Industri 135,99 135,93
-0,05
-0,023.3. Impor 171,22 172,69
0,86
0,41

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->