2
.
Aliran Hukum Positifisme
Aliran Positifisme menganggap bahwa keduanya hukum dan moral dua hal yang harusdipisahkan. Dan aliran ini dikenal sadnya dua subaliran yang terkenal yaitu;a.
Aliran hukum positif yang analitis, pendasarnya adalah John Austin.Ada empat unsure penting menurut Austin dinamakan sebagai hukum;
y
Ajarannya tidak berkaitan dengan penelitian baik-buruk, sebab penelitian ini beradadi luar bidang hukum.
y
Kaidah moral secara yuridis tidak penting bagi hukum walaupun diakui ad pengaruhnya pada masyarakat.
y
Pandangannya bertentangan baik dengan ajaran hukum alam maupun dengan mazhabsejarah.
y
Masalah kedaulatan tak perlu dipersoalkan, sebab dalam ruang lingkup hubungan politik sosiologi yang dianggap suatu yang hendak ada dalam kenyataan.Akan tetapi aliran hukum positif pada umumnya kurang atau tidak memberikan tempat bagihukum yang hidup dalam masyarakat. Austin mengemukakan cirri-ciri positivism, adalah sebagi berikut;
y
Hukum adalah perintah manusia (command of human being).
y
Tidak ada hubungan mutlak antar hukum moral dan yang lainnya.
y
Analitis konsepsi hukum dinilai dari studi historis dan sosiologis.
y
System hukum adalah merupakan system yang logis, tetap, dan bersifat tertutup dandi dalamnya terhadap putusan-putusan yang tetap. b.
Aliran hukum positif murni, dipelopori oleh Hans Kelsen. Latar belakan ajaran hukummurni merupakan suatu pemberontakan terhadap ilmu idiologis, yaitu mengembangkanhukum sebagai alat pemerintah dalam negara totaliter. Dan dikatakan murni karenahukum harus bersih dari anasir-anasir yang tidak yuridis yaitu anasir etis, sosiologis, politis, dan sejarah. Maka menurut Hans Kelsen hukum itu berada dalam dunia ³sollen´dan bukan dalam dunia ³sain´. Sifatnya adalah hipotetis, lahir karena kemauan dan akalmanusia.Ajaran Hans Kelsen mengemukakan Stufenbau des Recht (hukum itu tidak boleh bertentangandengan ketentuan yang lebih atas derajatnya). Dan John Austin mengemukakan ada dua bentuk hukum, adalah sebagai berikut; Positif law dan Positif morality.