You are on page 1of 2

Titik Nyala (Flash Point)

Titik Nyala (Flash Point)Adalah temperature dimana timbul sejumlah uap yang apabila
bercampur dengan udara membentuk suatu campuran yang mudah menyala. Titik nyala dapat
diukur dengan jalan melewatkan nyala api pada pelumas yang dipanaskan secara teratur. Titik
nyala merupakan sifat pelumas yang digunakan untuk prosedur penyimpanan agar aman dari
bahaya kebakaran. Semakin tinggi titik nyala suatu pelumas berarti semakin aman dalam
penggunaan dan penyimpanan. Metode standar untuk pengukuran titik nyala adalah ASTM D-
92.
1. bahan bakar cair yang mudah menyala (yang punya titik nyala dibawah 37.8 derajat
Celcius dan tekanan uap tidak lebih dari 2.84 kg/cm2), terbagi:
a. kelas IA, punya titik nyala dibawah 22.8 derajat Celcius dan titik didih dibawah
37.8 derajat Celcius
b. kelas IB, punya titik nyala dibawah 22.8 derajat Celcius dan titik didih sama atau
diatas 37.8 derajat Celcius
c. kelas IC,punya titik nyala sama atau diatas 22.8 derajat Celcius dan titik didih
dibawah 60 derajat Celcius
2. bahan bakar cair mudah terbakar (yang punya titik nyala sama atau diatas 37.8 derajat
Celcius, terbagi:
a. kelas IIA, punya titik nyala sama atau diatas 37.8 derajat Celcius dan titik didih
dibawah 60 derajat Celcius
b. kelas IIB, punya titik nyala sama atau diatas 37.8 derajat Celcius dan titik didih
dibawah 93 derajat Celcius
c. kelas IIC, punya titik nyala sama atau diatas 93 derajat Celcius.
Temperatur terendah di mana campuran senyawa dengan udara pada tekanan normal
dapat menyala setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Titik nyala dapat
diukur dengan metoda wadah terbuka (Open Cup /OC) atau wadah tertutup (Closed cup/CC).
Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda
wadah tertutup.
Flashpoint Tester
Kittiwake Development UK
Electronic Flashpoint Tester di gunakan mengukur titik nyala dari berbagai macam bahan bakar,
pelumas dan bahan kimia. Pelumas bekas pakai (used oil) juga memerlukan pengujian titik
nyala untuk memastikan tingkat kontaminasi bahan bakar minyak dan gas - gas yang mudah
terbakar. Seperti pada pelumas trafo yang sangat rentan terhadap polutan gas berpotensi ledakan
dari hasil oksidasi pelumas dan kertas pembungkus lilitan. Membeli bahan bakar adalah
membayar nilai energi yang terkandung di dalamnya, bukan berdasarkan satuan volume dan
beratnya. Selain nilai kalori bahan bakar, titik nyala pada temperatur tertentu memastikan mesin
Anda bekerja sesuai design mesin tersebut. Para produsen, distributor, dan pengguna bahan
bakar menggunakan Flashpoint Tester standar ASTM ini dalam memastikan kualitas bahan
bakar sesuai spesifikasi dan mencegah potensi out of spec secara sengaja atau tidak di sengaja.
Flashpoint Tester sangat membantu pada pekerja industri perminyakan, gas dan kimia dalam
pengaturan peralatan proses produksi.Produk FG-K16909-KW, Flashpoint Tester ditawarkan
dalam paket stand-alone kit dalam kemasan tas metal yang ekslusif. Produk Flashpoint Tester
juga digunakan para produsen dan pengguna biofuel dalam mengukur titik nyala dari biodiesel
dan bioethanol.
Fitur Flashpoint Tester elektronik:
» Sangat mudah dalam penggunaan dan perawatan.
» Kualitas produk standar International.
» Akurasi tinggi, hemat biaya investasi awal dan operasional.
» Spare part dan reagent tersedia di setiap negara.

Write by :

Willy sirait

You might also like