Wasiat 1: Habib AbduLlah al-Hadad
disertai kerelaan dan kepuasan hati sepenuhnya atau tazahhud (yakni zuhud tingkat bawah yangdipaksakan) sepanjang pelaksanaannya masih disertai dengan perasaan enggan dan berat hati, keranaterpaksa melawan hawa nafsu. Kerananya, barang siapa meninggakan sesuatu kerana takut kepada manusiaatau mengharapkan sesuatu yang ada pada mereka, maka ia-pada hakikatnya- hanya bertakwa kepadamereka dan bukan bertakwa kepada Allah. Sedangkan yang benar-benar bertakwa kepada Allah Swt, adalahyang melakukannya kerana semata-mata mengharapkan keredhaan-Nya, menginginkan pahala-Nya dantakut akan seksa-Nya.Dan barangsiapa telah berdiri mantap dalam maqam ketakwaan, maka ia telah layak menerima ilmu yangdiwariskan (‘ilm-l-wiratsah). Itulah ‘ilmu ladunni’ (al-‘ilm al-ladunniy) yang dihunjamkan Allah Swt secaralangsung ke dalam hati para wali-Nya. Ilmu yang tidak tercantum dalam buku-buku, tidak tercakup dalam pengajaran yang bagaimanapun. Ilmu seperti itu, diharamkan Allah atas orang-orang yang menghambakepada hawa nafsunya, yang telah diliputi kegelapan hati, yang hanya mementingkan selera nafsu mereka, berkaitan dengan apa yang dimakan, dipakai dan dinikahi. Ilmu ladunni seperti itulah yang diajarkan AllahSwt kepada hamba-hamba-Nya yang khusus seperti diisyaratkan dalam firman-Nya: “Bertakwalah kamukepada Allah, nescaya Allah akan mengajari kamu”. Demikian pula dalam sabda Rasullah Saw .: “ barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya, nescaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.” Dan itulah buah dari amalan ilmu yang diperoleh dari Al-Quran dan Sunnah NabiSaw., yang tersaring bersih dari segal;a noda hawa nafsu. Dan begitu pula buah dari upaya mengikuti jalanlurus yang disertai dengan penuh takwa, disamping menjauh dari sifat keangkuhan dan kebanggaan padadiri sendiri.Dan tentunya takkan mungkin bagi seorang hamba, menyiapkan dirinya guna dapat meraihlimpahan anugerah illahi yang demikian besarnya itu, tanpa sebelummnya melakukan riyadhah (pelatihanmental dan pengendalian diir) yang intensif, dengan cara memutuskan segala ajakan syahwat hawa nafsu,disertai dengan mengkonsentrasikan diri kepada Allah secara terus menerus, dalam beribadat kepada-Nyasecara ikhlas dan murni semata-mata hanya untuk-Nya saja.
Keharusan Menuntut Ilmu
Saya berpesan selanjutnya hendaklah Anda selalu berusaha dengan sungguh-sungguh menuntut ilmu yang berguna, dengan cara membaca, menelaah buku-buku ataupun berdiskusi untuk mencapai hasil. Jangansekali-kali meninggalkan upaya itu kerana malas atau bosan, atau pun kerana perasaan takut sekiranya andananti tidak mampu mengamalkan ilmu anda itu. Yang demikian itu merupakan kebodohan belaka.Dan hendaklah anda dalam hal ini selalu membaikkan niat anda dan bermawas diri, jangan segera berpuas hati dengan merasa telah cukup berhasil, sampai anda benar-benar menguji diri anda sendiri.Selanjutnya, berupayalah sungguh-sungguh untuk mengamalkan ilmu yang telah anda ketahui itu, sertamengajarkannya kepada siapa yang belum mengetahuinya, baik anda diminta atau tidak. Dan apabila setanmembisikkan kepada anda: “
Janganlah mengajar sebelum kamu benar-benar menjadi alim yang luasilmunya”
, maka katakan kepadanya: “Kini aku apabila ditinjau dari apa yang telah kuketahui adalah
alim
(seorang yang berilmu), dan kerananya wajib untuk mengajarkannya kepada orang-orang lain. Sedangkan – apabila ditinjau dari apa yang belum kuketahui-maka aku kini seorang pelajar yang wajib belajar danmenuntut ilmu”. Ini tentunya berkenaan dengan ilmu yang wajib dipelajari. Adapun selebihnya, tak apalah jika anda pelajari juga.Mengajarkan ilmu merupakan amal ibadat yang besar pahalanya, sepanjang diiring dengan niat baik yang dasarnya ‘kerana Allah’ semata-mata bukan kerana sesuatu lainnya, tanpa sedikit pun niat untuk meraih harta atau kedudukan.Hendaklah anda, secara konsisten menelaah buku-buku para ulama terdahulu, terutama para tokohsufi dan memperhatikan apa yang ada didalamnya. Kerana di situ terhimpun banyak petunjuk khusustentang bagaimana mengenal Allah serta berbagai bimbingan tentang cara-cara pembaikan niat, keikhlasandalam beramal pendidikan jiwa dan lain sebagainya. Semuanya itu adalah ilmu-ilmu sangat bermanfaatyang tentunya akan menuntun kearah keberuntungan dan keselamatan.
2
Add a Comment