Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
124Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul 4 Tipologi Klassen

Modul 4 Tipologi Klassen

Ratings:

4.56

(1)
|Views: 7,817|Likes:
Published by Scuba Diver
Management - Klassen Typology
Management - Klassen Typology

More info:

Published by: Scuba Diver on May 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2015

pdf

text

original

 
 
51
Modul 4
T
IPOLOGI
K
LASSEN
 
Konsep Dasar Tipologi
Klassen 
 
Pemerintah Daerah perlu membuat prioritas kebijakan agar pembangunan daerah dapatberjalan sesuai rencana. Terkait dengan kebijakan anggaran, penentuan prioritas kebijakantentang pengeluaran daerah merupakan hal yang penting. Penentuan prioritas kebijakantersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan menentukan sektor-sektor prioritas atauunggulan. Lebih jauh, penentuan prioritas tidak hanya dilakukan pada tingkat sektoral saja,tetapi juga pada tingkat subsektor, usaha, bahkan tingkat komoditi yang layak untukdikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada.Untuk menentukan sektor, subsektor, usaha, atau komoditi prioritas tersebut dapatdigunakan beberapa alat analisis. Salah satu alat analisis yang relatif sering digunakanadalah alat analisis Tipologi
Klassen 
. Topik ini akan membahas dan menguraikan lebih lanjutmengenai alat analisis Tipologi
Klassen 
.
Pengertian Tipologi
Klassen 
 
Selain itu, Tipologi
Klassen 
merupakan alat analisis yang dapat digunakan untukmengidentifikasi sektor, subsektor, usaha, atau komoditi prioritas atau unggulan suatudaerah. Dalam hal ini analisis Tipologi
Klassen 
dilakukan dengan membandingkanpertumbuhan ekonomi daerah dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang menjadi acuanatau nasional dan membandingkan pangsa sektor, subsektor, usaha, atau komoditi suatudaerah dengan nilai rata-ratanya di tingkat yang lebih tinggi atau secara nasional. Hasilanalisis Tipologi
Klassen 
akan menunjukkan posisi pertumbuhan dan pangsa sektor,subsektor, usaha, atau komoditi pembentuk variabel regional suatu daerah.
 
Tipologi
Klassen 
juga merupakan salah satu alat analisis ekonomi regional, yaitu alat analisisyang digunakan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhanekonomi suatu daerah. Pada pengertian ini, Tipologi
Klassen 
dilakukan denganmembandingkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan pertumbuhan ekonomi daerah yangmenjadi acuan atau nasional dan membandingkan pertumbuhan PDRB per kapita daerahdengan PDRB per kapita daerah yang menjadi acuan atau PDB per kapita (secara nasional).
Tujuan dan Manfaat Tipologi
Klassen 
 
Analisis Tipologi
Klassen 
dapat digunakan untuk tujuan sebagai berikut:1. mengidentifikasi posisi perekonomian suatu daerah dengan memperhatikanperekonomian daerah yang diacunya2. mengidentifikasi sektor, subsektor, usaha, atau komoditi unggulan suatu daerahBerdasarkan tujuan-tujuan tersebut, pengguna analisis tipologi
Klassen 
akan mendapatkanmanfaat sebagai berikut:1. Dapat membuat prioritas kebijakan daerah berdasarkan keunggulan sektor, subsektor,usaha, atau komoditi daerah yang merupakan hasil analisis tipologi
Klassen.
 
 
52
2. Dapat menentukan prioritas kebijakan suatu daerah berdasarkan posisi perekonomianyang dimiliki terhadap perekonomian nasional maupun daerah yang diacunya.3. Dapat menilai suatu daerah baik dari segi daerah maupun sektoral.Alat analisis Tipologi
Klassen 
merupakan gabungan atau perpaduan antara alat analisis hasilbagi lokasi atau
Location Quotient 
(LQ) dengan Model Rasio Pertumbuhan (MRP). Tipologi
Klassen 
dapat digunakan melalui dua pendekatan, yaitu sektoral maupun daerah. Data yangbiasa digunakan dalam analisis ini adalah data Pendapatan Domestik Regional Bruto(PDRB).
Tabel 1Klasifikasi Tipologi
Klassen 
Pendekatan SektoralKuadran I Kuadran II
Sektor maju dan tumbuh dengan pesat Sektor maju tapi tertekang
i
>g, s
i
>s g
i
<g, s
i
>s
Kuadran III Kuadran IV
Sektor potensial atau masih dapatberkembang dengan pesatSektor relatif tertinggalg
i
>g, s
i
<s g
i
<g, s
i
<sTipologi
Klassen 
dengan pendekatan sektoral menghasilkan empat klasifikasi sektor dengankarakteristik yang berbeda sebagai berikut.1. Sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat (Kuadran I). Kuadran ini merupakankuadran sektor dengan laju pertumbuhan PDRB
 
(g
i
) yang lebih besar dibandingkanpertumbuhan daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g) dan memilikikontribusi terhadap PDRB (s
i
) yang lebih besar dibandingkan kontribusi sektor tersebutterhadap PDRB daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (s). Klasifikasi ini biasadilambangkan dengan g
i
>g dan s
i
>s. Sektor dalam kuadran I dapat pula diartikan sebagaisektor yang potensial karena memiliki kinerja laju pertumbuhan ekonomi dan pangsayang lebih besar daripada daerah yang menjadi acuan atau secara nasional.2. Sektor maju tapi tertekan (Kuadran II). Sektor yang berada pada kuadran ini memiliki nilaipertumbuhan PDRB (g
i
) yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRB daerahyang menjadi acuan atau secara nasional (g), tetapi memiliki kontribusi terhadap PDRBdaerah (s
i
) yang lebih besar dibandingkan kontribusi nilai sektor tersebut terhadap PDRBdaerah yang menjadi acuan atau secara nasional (s). Klasifikasi ini biasa dilambangkandengan g
i
<g dan s
i
>s. Sektor dalam kategori ini juga dapat dikatakan sebagai sektoryang telah jenuh.3. Sektor potensial atau masih dapat berkembang dengan pesat (Kuadran III). Kuadran inimerupakan kuadran untuk sektor yang memiliki nilai pertumbuhan PDRB (g
i
) yang lebihtinggi dari pertumbuhan PDRB daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g),tetapi kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB (s
i
) lebih kecil dibandingkan nilaikontribusi sektor tersebut terhadap PDRB daerah yang menjadi acuan atau secaranasional (s). Klasifikasi ini biasa dilambangkan dengan g
i
>g dan s
i
<s. Sektor dalamKuadran III dapat diartikan sebagai sektor yang sedang
booming 
. Meskipun pangsapasar daerahnya relatif lebih kecil dibandingkan rata-rata nasional.4. Sektor relatif tertingggal (Kuadran IV). Kuadran ini ditempati oleh sektor yang memilikinilai pertumbuhan PDRB (g
i
) yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRB
 
 
53
daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g) dan sekaligus memiliki kontribusitersebut terhadap PDRB (s
i
) yang lebih kecil dibandingkan nilai kontribusi sektor tersebutterhadap PDRB daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (s).Klasifikasi tipologi
Klassen 
di atas dapat digambarkan dengan Tabel 1.Pendekatan kedua yang dilakukan dalam analisis tipologi
Klassen 
adalah pendekatan daerahseperti yang diutarakan oleh Sjafrizal (1997). Pendekatan ini mempunyai konsep yangserupa dengan pendekatan sektoral dan data yang digunakan juga berupa data PDRB danpertumbuhan per kapita. Yang membedakan adalah empat daerah kuadaran dibagi menurutklasifikasi daerah sebagai berikut.1. Daerah yang maju dan tumbuh dengan pesat (Kuadran I). Kuadran ini merupakankuadran daerah dengan laju pertumbuhan PDRB
 
(g
i
) yang lebih besar dibandingkanpertumbuhan daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g) dan memilikipertumbuhan PDRB per kapita (gk
i
) yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan PDRBper kapita daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (gk). Klasifikasi ini biasadilambangkan dengan g
i
>g dan gk
i
>gk.2. Daerah maju tapi tertekan (Kuadran II). Daerah yang berada pada kuadran ini memilikinilai pertumbuhan PDRB (g
i
) yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRBdaerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g), tetapi memiliki pertumbuhan PDRBper kapita (gk
i
) yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan PDRB per kapita daerahyang menjadi acuan atau secara nasional (gk). Klasifikasi ini biasa dilambangkan dengang
i
<g dan gk
i
>gk.3. Daerah yang masih dapat berkembang dengan pesat (Kuadran III). Kuadran inimerupakan kuadran untuk daerah yang memiliki nilai pertumbuhan PDRB (g
i
) yang lebihtinggi dari pertumbuhan PDRB daerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g),tetapi pertumbuhan PDRB per kapita daerah tersebut (gk
i
) lebih kecil dibandingkandengan pertumbuhan PDRB per kapita daerah yang menjadi acuan atau secara nasional(gk). Klasifikasi ini biasa dilambangkan dengan g
i
>g dan gk
i
<gk.4. Daerah relatif tertingggal (Kuadran IV). Kuadran ini ditempati oleh daerah yang memilikinilai pertumbuhan PDRB (g
i
) yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRBdaerah yang menjadi acuan atau secara nasional (g) dan sekaligus pertumbuhan PDRBper kapita (gk
i
) yang lebih kecil dibandingkan pertumbuhan PDRB per kapita daerahyang menjadi acuan atau secara nasional (gk).Klasifikasi menurut daerah dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2Klasifikasi Tipologi
Klassen 
Pendekatan DaerahKuadran I Kuadran II
Daerah maju dan tumbuh dengan pesat Daerah maju tapi tertekang
i
>g, gk
i
>gk g
i
<g, gk
i
>gk
Kuadran III Kuadran IV
Daerah yang masih dapat berkembangdengan pesatDaerah relatif tertinggalg
i
>g, gk
i
<gk g
i
<g, gk
i
<gk

Activity (124)

You've already reviewed this. Edit your review.
Smaryandi Monyex added this note
Mantap
Smaryandi Monyex liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Pury Anastasia liked this
ChocohutCitoto liked this
Didik Setiawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->