22
Secara umum, perencanaan anggaran daerah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :1. Perencanaan dalam menentukan Arah dan Kebijakan Umum APBD, disebutperencanaan kebijakan (
policy planning
) Anggaran Daerah. Dalam prakteknya, rencanaini harus disusun dan disepakati secara bersama-sama oleh DPRD dan PemerintahDaerah. Perencanaan kebijakan harus memuat kejelasan mengenai tujuan dan sasaranyang akan dicapai di tahun mendatang dan sekaligus juga harus menjadi acuan bagiproses pertanggungjawaban (LPJ) kinerja keuangan Daerah pada akhir tahun anggaran.2. Perencanaan serangkaian strategi, prioritas, program dan kegiatan yang diperlukandalam mencapai Arah dan Kebijakan Umum APBD, yang disebut juga PerencanaanOperasional (
Operational Planning
) anggaran Daerah. Karena bersifat teknis danoperasional, proses ini dibebankan kepada Pemerintah Daerah.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunanpemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah danDPRD. APBD, perubahan APBD, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD setiap tahunditetapkan dengan peraturan daerah.APBD disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuanpendapatan daerah. Penyusunan APBD berpedoman kepada RKPD dalam rangkamewujudkan pelayanan kepada masyarakat untuk tercapainya tujuan bernegara. APBDmerupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaranterhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.Penetapan prioritas anggaran pengeluaran daerah harus mengacu pada prinsippenganggaran terpadu (
unified budgeting
). Penganggaran terpadu adalah penyusunanrencana keuangan tahunan yang dilakukan secara terintegrasi untuk seluruh jenis belanjaguna melaksanakan kegiatan pemerintahan yang didasarkan pada prinsip pencapaianefisiensi alokasi dana.Sebagaimana ditetapkan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, penyusunan APBD2007 harus berdasar pada penganggaran terpadu. Penyusunan APBD dilakukan secaraterintegrasi untuk seluruh jenis belanja. Penyusunan APBD tersebut juga harus berorientasipada anggaran berbasis kinerja.Penganggaran di daerah harus di susun dalam Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah(
Medium-Term Expenditure Framework
). Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah adalahpendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilan keputusanterhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari satu tahun anggaran,dengan mempertimbangkan implikasi biaya akibat keputusan yang bersangkutan pada tahunberikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju. Prakiraan Maju
(forward estimate)
adalahperhitungan kebutuhan dana untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun yang direncanakanguna memastikan kesinambungan program dan kegiatan yang telah disetujui dan menjadidasar penyusunan anggaran tahun berikutnya.
1. Asas dan Fungsi APBD
Salah satu asas penting dalam menetapkan prioritas anggaran belanja yang dijabarkandalam APBD adalah bahwa penentuan anggaran disusun sesuai dengan kebutuhanpenyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah. Secara khusus,penganggaran pengeluaran harus didukung oleh adanya kepastian sumber pendanaanyang cukup dan memiliki landasan hukum yang kuat (Pasal 18 PP Nomor 58 Tahun2005).APBD mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, danstabilisasi.