Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
360Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul 2 Manajemen Keuangan Daerah

Modul 2 Manajemen Keuangan Daerah

Ratings:

4.89

(54)
|Views: 78,857|Likes:
Published by Scuba Diver
Management - Manajemen Keuangan Daerah.
Management - Manajemen Keuangan Daerah.

More info:

Published by: Scuba Diver on May 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/07/2013

pdf

text

original

 
 
20
Modul 2
M
ANAJEMEN
K
EUANGAN
D
AERAH
 
Konsep Perencanaan Anggaran Daerah
Pengelolaan anggaran daerah merupakan salah satu perhatian utama para pengambilkeputusan di pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sejalan dengan haltersebut, berbagai perundang-undangan dan produk hukum telah ditetapkan dan mengalamiperbaikan atau penyempurnaan untuk menciptakan sistem pengelolaan anggaran yangmampu memenuhi berbagai tuntutan dan kebutuhan masyarakat, yaitu terbentuknyasemangat desentralisasi, demokratisasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam prosespenyelenggaraan pemerintahan pada umumnya dan proses pengelolaan keuangan daerah.Secara garis besar, pengelolaan (manajemen) keuangan daerah dapat dibagi menjadi duabagian, yaitu manajemen penerimaan daerah dan manajemen pengeluaran daerah. Keduakomponen tersebut akan sangat menentukan kedudukan suatu pemerintah daerah dalamrangka melaksanakan otonomi daerah.Beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan utama pengelolaankeuangan daerah telah dipaparkan di Modul 1: Proses Otonomi Daerah dan PengelolaanKeuangan Daerah: Kajian Singkat. Penetapan berbagai peraturan tersebut merupakan wujuddari reformasi pengelolaan keuangan pemerintah. Reformasi tersebut dilaksanakan di limabidang utama, yaitu:1. Perencanaan dan penganggaran2. Pelaksanaan anggaran3. Perbendaharaan dan pembayaran4. Akuntansi dan pertanggungjawaban5. PemeriksaanTujuan reformasi pengelolaan keuangan tersebut antara lain adalah untuk meningkatkanefisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber-sumber keuangan daerah, meningkatkankesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat dan partisipasi masyarakat secara aktif.Berikut ini akan dibahas secara singkat konsep utama manajemen keuangan daerahberdasarkan peraturan terbaru, yaitu PP Nomor 58 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 13Tahun 2006.Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraanpemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk segala bentuk kekayaanyang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Pengelolaan KeuanganDaerah kemudian adalah seluruh kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah.Adapun ruang lingkup keuangan daerah meliputi:1. hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah serta melakukanpinjaman;2. kewajiban daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah dan membayartagihan pihak ketiga;3. penerimaan daerah;
 
 
21
4. pengeluaran daerah;5. kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga,piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaanyang dipisahkan pada perusahaan daerah; dan6. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah daerah dalam rangkapenyelenggaraan tugas pemerintahan daerah dan/atau kepentingan umum.Perencanaan anggaran daerah dapat dikaji dari sisi makro dan mikro sebagai berikut (PPE-FE-UGM, 2005).1. Konsep Makro Perencanaan Anggaran DaerahAnggaran Daerah merupakan rencana kerja Pemerintah Daerah yang diwujudkan dalambentuk uang (rupiah) selama periode waktu tertentu (satu tahun). Anggaran ini digunakansebagai alat untuk menentukan besarnya pengeluaran, membantu pengambilankeputusan dan perencanaan pembangunan, otorisasi pengeluaran di masa-masa yangakan datang, sumber pengembangan ukuran-ukuran standar untuk evaluasi kinerja dansebagai alat untuk memotivasi para pegawai dan alat koordinasi bagi semua aktivitasdari berbagai unit kerja.2. Konsep Mikro Perencanaan Anggaran DaerahAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada hakekatnya merupakan salahsatu instrumen kebijakan yang dapat dipakai sebagai alat untuk meningkatkan pelayananumum dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Oleh karena itu, DPRD dan PemerintahDaerah harus berupaya secara nyata dan terstruktur guna menghasilkan APBD yangdapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat sesuai dengan potensi masing-masingDaerah, serta dapat memenuhi tuntutan terciptanya anggaran daerah yang transparan,berorientasi pada kepentingan dan akuntabilitas publik.Harus diakui bahwa dalam struktur APBD yang lama, tuntutan di atas belum dapatdipenuhi sepenuhnya. Struktur anggaran APBD hanya menyajikan informasi tentang jumlah sumber pendapatan dan penggunaan dana. Sementara itu, informasi tentangkinerja yang ingin dicapai, keadaan dan kondisi ekonomi serta potensinya tidaktergambarkan dengan jelas. Informasi tersebut diperlukan sebagai tolok ukur yang harusdijadikan acuan dalam perencanaan anggaran. Karena ketidakjelasan tersebut, makasistem perencanaan anggaran yang digunakan selama ini tidak dapat memberikangambaran yang komprehensif mengenai inisiatif, aspirasi dan kebutuhan riil masyarakatdan potensi sumberdaya yang dimilikinya.Untuk menghasilkan struktur anggaran yang sesuai dengan harapan dan kondisi normatiftersebut, maka APBD yang pada hakekatnya merupakan penjabaran kuantitatif daritujuan dan sasaran Pemerintah Daerah serta tugas pokok dan fungsi Unit Kerja harusdisusun dalam struktur yang berorientasi pada suatu tingkat kinerja tertentu. Artinya,APBD harus mampu memberikan gambaran yang jelas tentang tuntutan besarnyapembiayaan atas berbagai sasaran yang hendak dicapai, tugas-tugas dan fungsi pokoksesuai dengan kondisi, potensi, aspirasi dan kebutuhan riil di masyarakat untuk suatutahun tertentu. Dengan demikian alokasi dana yang digunakan untuk membiayaiberbagai program dan kegiatan dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakanmasyarakat (
value for money 
) dan kepuasan publik (
public satisfaction 
) sebagai wujudpertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang berorientasipada kepentingan publik (
public accountability 
) dapat dicapai.
 
 
22
Secara umum, perencanaan anggaran daerah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :1. Perencanaan dalam menentukan Arah dan Kebijakan Umum APBD, disebutperencanaan kebijakan (
policy planning 
) Anggaran Daerah. Dalam prakteknya, rencanaini harus disusun dan disepakati secara bersama-sama oleh DPRD dan PemerintahDaerah. Perencanaan kebijakan harus memuat kejelasan mengenai tujuan dan sasaranyang akan dicapai di tahun mendatang dan sekaligus juga harus menjadi acuan bagiproses pertanggungjawaban (LPJ) kinerja keuangan Daerah pada akhir tahun anggaran.2. Perencanaan serangkaian strategi, prioritas, program dan kegiatan yang diperlukandalam mencapai Arah dan Kebijakan Umum APBD, yang disebut juga PerencanaanOperasional (
Operational Planning 
) anggaran Daerah. Karena bersifat teknis danoperasional, proses ini dibebankan kepada Pemerintah Daerah.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunanpemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah danDPRD. APBD, perubahan APBD, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD setiap tahunditetapkan dengan peraturan daerah.APBD disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuanpendapatan daerah. Penyusunan APBD berpedoman kepada RKPD dalam rangkamewujudkan pelayanan kepada masyarakat untuk tercapainya tujuan bernegara. APBDmerupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaranterhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.Penetapan prioritas anggaran pengeluaran daerah harus mengacu pada prinsippenganggaran terpadu (
unified budgeting 
). Penganggaran terpadu adalah penyusunanrencana keuangan tahunan yang dilakukan secara terintegrasi untuk seluruh jenis belanjaguna melaksanakan kegiatan pemerintahan yang didasarkan pada prinsip pencapaianefisiensi alokasi dana.Sebagaimana ditetapkan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, penyusunan APBD2007 harus berdasar pada penganggaran terpadu. Penyusunan APBD dilakukan secaraterintegrasi untuk seluruh jenis belanja. Penyusunan APBD tersebut juga harus berorientasipada anggaran berbasis kinerja.Penganggaran di daerah harus di susun dalam Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah(
Medium-Term Expenditure Framework 
). Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah adalahpendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilan keputusanterhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari satu tahun anggaran,dengan mempertimbangkan implikasi biaya akibat keputusan yang bersangkutan pada tahunberikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju. Prakiraan Maju
(forward estimate)
adalahperhitungan kebutuhan dana untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun yang direncanakanguna memastikan kesinambungan program dan kegiatan yang telah disetujui dan menjadidasar penyusunan anggaran tahun berikutnya.
1. Asas dan Fungsi APBD
Salah satu asas penting dalam menetapkan prioritas anggaran belanja yang dijabarkandalam APBD adalah bahwa penentuan anggaran disusun sesuai dengan kebutuhanpenyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah. Secara khusus,penganggaran pengeluaran harus didukung oleh adanya kepastian sumber pendanaanyang cukup dan memiliki landasan hukum yang kuat (Pasal 18 PP Nomor 58 Tahun2005).APBD mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, danstabilisasi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->