Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
266Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul 1 Otonomi Daerah & Reformasi Keuangan Daerah

Modul 1 Otonomi Daerah & Reformasi Keuangan Daerah

Ratings:

4.88

(72)
|Views: 19,449 |Likes:
Published by Scuba Diver
Management - Otonomi Daerah & Reformasi Pengelolaan Keuangan Daerah.
Management - Otonomi Daerah & Reformasi Pengelolaan Keuangan Daerah.

More info:

Published by: Scuba Diver on May 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
 
1
Modul 1
O
TONOMI
D
AERAH DAN
R
EFORMASI
P
ENGELOLAAN
K
EUANGAN
D
AERAH
:K
AJIAN
S
INGKAT
 
Proses Otonomi Daerah di Indonesia
Otonomi Daerah di Indonesia dimulai dengan bergulirnya Undang-Undang (UU) Nomor 22Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 25 Tahun 2005 tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang secara praktis efektifdilaksanakan sejak 1 Januari 2001. Otonomi Daerah menurut UU ini adalah kewenangandaerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurutprakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tahap ini merupakan fase pertama dari pelaksanaan Otonomi Daerah diIndonesia.Fase kedua Otonomi Daerah ditandai dengan adanya reformasi dalam kebijakan keuangannegara melalui penetapan tiga peraturan di bidang keuangan negara. Ketiga peraturantersebut adalah UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.Telah lebih dari lima tahun reformasi sistem pemerintahan tersebut berjalan dengan berbagaikendala yang mengiringinya serta pro dan kontra. Berbagai usaha pun dilakukan untukmemperbaiki dan menyempurnakan sistem tersebut. Salah satu upaya tersebut adalahdengan melakukan amandemen UU Otonomi Daerah.Proses ini merupakan awal dari fase ketiga dalam proses Otonomi Daerah di Indonesia. UUNomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999 masing-masing digantikan oleh UUNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. OtonomiDaerah menurut UU ini adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untukmengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempatsesuai dengan peraturan perundang-undangan.Filosofi Otonomi Daerah dijabarkan sebagai berikut (Suwandi, 2005):1. eksistensi Pemerintah Daerah adalah untuk menciptakan kesejahteraan secarademokratis2. setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakankesejahteraan dan demokrasi3. kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik4. pelayanan publik ada yang bersifat pelayanan dasar (
basic services 
) dan ada yangbersifat pengembangan sektor unggulan (
core competence 
)5.
core competence 
merupakan sintesis dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),tenaga kerja dan pemanfaatan lahan
 
 
2
Konsep Kebijakan Fiskal Daerah
 Desentralisasi tidak hanya terkait dengan model pemerintahan, namun juga menyangkutparadigma ekonomi yang disebut desentralisasi ekonomi. Desentralisasi ekonomi mencakupaktivitas dan tanggung jawab ekonomi yang diimplementasikan pada level daerah. Upayadesentralisasi ekonomi antara lain liberalisasi, privatisasi, dan deregulasi.Berkaitan dengan hal tersebut, desentralisasi fiskal menjadi komponen utama prosesdesentralisasi di Indonesia. Menurut Pakpahan (2006), desentralisasi fiskal meliputi:a. Pembiayaan mandiri (
self financing 
) dan
cost recovery 
dalam bidang pelayanan publikb. Peningkatan PADc. Bagi hasil pajak dan bukan pajak secara lebih tepatd. Transfer dana ke daerah, utamanya melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan DanaAlokasi Khusus (DAK) dengan lebih adile. Kewenangan daerah untuk melakukan pinjaman berdasarkan kebutuhan daerahSebagai bagian yang terintegrasi dan tidak dapat dipisahkan dengan kebijakan fiskalnasional, kebijakan fiskal daerah juga harus mempertimbangkan prinsip-prinsippenganggaran. Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan dalam penyiapan anggaran,yaitu
hard budget constraint 
dan
soft budget constraint 
.Berdasarkan pendekatan
hard budget constraint 
, daerah terlebih dahulu mengidentifikasipendapatan (
revenues 
) baru kemudian menentukan pengeluaran. Sebaliknya, berdasarkan
soft budget constraint 
, pengeluaran diestimasi lebih dahulu kemudian daerah mengusahakanpendapatan untuk mendanai pengeluaran tersebut. Dalam pendekatan yang pertama,potensi merupakan pertimbangan utama, sementara pada pendekatan kedua, kebutuhanlahyang menjadi faktor dominan (Kadjatmiko, 2006). Untuk menciptakan kesinambungan fiskaldaerah, maka Kadjatmiko (2006) berpendapat bahwa pendekatan
hard budget constraint 
 lebih tepat untuk digunakan.Pada dasarnya, Otonomi Daerah memiliki tujuh elemen dasar (Suwandi, 2005). Elementersebut adalah kewenangan, kelembagaan, personel, keuangan daerah, perwakilan,pelayanan publik, dan pengawasan. Sarana untuk mewujudkan otonomi daerah adalahmelalui
good governance 
, penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), reformasisistem pengelolaan keuangan daerah dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Otonomi Daerah dan
Good Governance 
 
Ketiga fase yang dijelaskan tersebut di atas bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraanmasyarakat melalui peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan, pemberdayaan danpartisipasi masyarakat dalam meningkatkan daya saing daerah. Proses ini membutuhkanpenerapan prinsip-prinsip
good governance 
yang menyeluruh dan terpadu. Adapun prinsip-prinsip
good governance 
adalah:
1
 1. Partisipasi; mendorong setiap warga untuk mempergunakan hak dalam menyampaikanpendapat dalam proses pengambilan keputusan, yang menyangkut kepentinganmasyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.Partisipasi bermaksud untuk menjamin agar setiap kebijakan yang diambilmencerminkan aspirasi masyarakat. Dalam rangka mengantisipasi berbagai isu yangada, Pemerintah Daerah menyediakan saluran komunikasi agar masyarakat dapatmengutarakan pendapatnya. Jalur komunikasi ini meliputi pertemuan umum, temuwicara, konsultasi dan penyampaian pendapat secara tertulis. Bentuk lain untukmerangsang keterlibatan masyarakat adalah melalui perencanaan partisipatif untuk
1
 
http://www.goodgovernance.or.id
 
 
 
3
menyiapkan agenda pembangunan, pemantauan, evaluasi dan pengawasan secarapartisipatif dan mekanisme konsultasi untuk menyelesaikan isu sektoral.2. Penegakan hukum; mewujudkan adanya penegakan hukum yang adil bagi semua pihaktanpa pengecualian, menjunjung tinggi HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang hidupdalam masyarakat.Berdasarkan kewenangannya, Pemerintah Daerah harus mendukung tegaknyasupremasi hukum dengan melakukan berbagai penyuluhan peraturan perundang-undangan dan menghidupkan kembali nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Di samping itu Pemerintah Daerah perlu mengupayakan adanya peraturandaerah yang bijaksana dan efektif, serta didukung penegakan hukum yang adil dan tepat.Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun masyarakatperlu menghilangkan kebiasaan yang dapat menimbulkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme(KKN).3. Transparansi; menciptakan kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakatmelalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasiyang akurat dan memadai.Informasi adalah suatu kebutuhan penting masyarakat untuk berpartisipasi dalampengelolaan daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah perlu proaktifmemberikan informasi lengkap tentang kebijakan dan layanan yang disediakannyakepada masyarakat. Pemerintah Daerah perlu mendayagunakan berbagai jalurkomunikasi seperti melalui brosur,
leaflet 
, pengumuman melalui koran, radio serta televisilokal. Pemerintah Daerah perlu menyiapkan kebijakan yang jelas tentang caramendapatkan informasi. Kebijakan ini akan memperjelas bentuk informasi yang dapatdiakses masyarakat ataupun bentuk informasi yang bersifat rahasia, bagaimana caramendapatkan informasi, lama waktu mendapatkan informasi serta prosedur pengaduanapabila informasi tidak sampai kepada masyarakat.4. Kesetaraan; memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untukmeningkatkan kesejahteraannya.Tujuan dari prinsip ini adalah untuk menjamin agar kepentingan pihak-pihak yang kurangberuntung, seperti mereka yang miskin dan lemah, tetap terakomodasi dalam prosespengambilan keputusan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kaum minoritas agarmereka tidak tersingkir. Selanjutnya kebijakan khusus akan disusun untuk menjaminadanya kesetaraan terhadap wanita dan kaum minoritas baik dalam lembaga eksekutifdan legislatif.5. Daya tanggap; meningkatkan kepekaan para penyelenggara pemerintahan terhadapaspirasi masyarakat, tanpa kecuali.Pemerintah Daerah perlu membangun jalur komunikasi untuk menampung aspirasimasyarakat dalam hal penyusunan kebijakan. Ini dapat berupa forum masyarakat,
talk show 
, layanan
hotline 
, prosedur komplain. Sebagai fungsi pelayan masyarakat,Pemerintah Daerah akan mengoptimalkan pendekatan kemasyarakatan dan secaraperiodik mengumpulkan pendapat masyarakat.6. Wawasan ke depan; membangun daerah berdasarkan visi dan strategi yang jelas danmengikutsertakan warga dalam seluruh proses pembangunan, sehingga warga merasamemiliki dan ikut bertanggungjawab terhadap kemajuan daerahnya.Tujuan penyusunan visi dan strategi adalah untuk memberikan arah pembangunansecara umun sehingga dapat membantu dalam penggunaan sumberdaya secara lebihefektif. Untuk menjadi visi yang dapat diterima secara luas, visi tersebut perlu disusunsecara terbuka dan transparan, dengan didukung dengan partisipasi masyarakat,kelompok-kelompok masyarakat yang peduli, serta kalangan dunia usaha. PemerintahDaerah perlu proaktif mempromosikan pembentukan forum konsultasi masyarakat, sertamembuat berbagai produk yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Activity (266)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
La Mani liked this
Jimmy Octavia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->