Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
45Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab II

Bab II

Ratings:

4.75

(16)
|Views: 6,736 |Likes:
Published by abdulholik

More info:

Published by: abdulholik on May 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
BAB IIKERANGKA TEORITISA. Interaksi Sosial1. Pengertian Interaksi Sosial
Sejak lahir manusia mempunyai naluri untuk hidup bergaul dengansesamanya. Naluri ini merupakan salah satu kebutuhan manusia yang palingmendasar. Manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri-sendiri tanpa bantuanmanusia lainnya. Keterkaitan tersebut menggambarkan bahwa manusia adalahmakhluk sosial.Secara sosiologi proses ini merupakan proses sosial, yang mana proses sosialmembutuhkan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi satu denganlainnya. Proses sosial yang juga dapat dinamakan interaksi sosial adalah kunci darisemua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin adakehidupan bersama. Soekanto dengan mengutip Gillin dan Gillin mengatakan bahwainteraksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, menyangkuthubungan antara orang-perorangan, kelompok-kelompok manusia, maupunsebaliknya orang-perorangan dengan kelompok.
Dari sinilah mulai terbentuk  bermacam-macam kelompok sosial
(sosial group)
yang ada dimasyarakat. Mulai dariyang terkecil yaitu keluarga sampai pada organisasi-organisasi massa dan perkumpulan-perkumpulan paguyuban, patembeyan dan lain sebaginya.
20 Soerjono Soekanto,
Sosiologi; Suatu Pengantar 
, (cetakan ke 13), Jakarta, PT Rajawali, 1990,Hal. 69
19
 
Soekanto menganggap bahwa kehidupan masyarakat sebagai kesatuan psychisyang lebih tinggi semula terbentuk dari kesatuan biologis, yaitu dorongan untuk makan, dorongan untuk memepertahankan diri dan dorongan untuk melangsungkan jenis.Sekurang-kurangnya dari tiap proses tersebut mempunyai tiga aspek kejiwaan,yaitu aspek naluriah atau perasaan, aspek kebisaaan dan aspek pikiran. Yang manaketiga aspek tersebut sangat mempengaruhi dalam proses individu berinteraksi sosialdalam masyarakat.Oleh karena itu, interaksi sosial antar umat beragama dalam menumbuhkankerukunan sangat diperlukan, terlebih lagi dua kekuatan agama yaitu Islam danKristen. Disatu sisi agama ini mampu menciptakan stabilitas ditengah-tengahmasyarakat dan disisi lain menjadi ancaman disintegrasi dan sumber konflik yang tak  pernah usai bagi masyarakat.
2. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi
Berdasarkan uraian di atas jelaslah bahwa proses sosial ataupun interaksisosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Dengan kata laininterakasi sosial menumbuhkan suatu pengaruh, stimulus dari individu kepadaindividu lainnya yang menciptakan keterkaitan satu dengan yang lainnya dalamkehidupan nyata sehari-hari.Dimana interaksi sosial merupakan proses timbal balik, yang menyangkuthubungan orang-perorang, antara kelompok manusia maupun antara perorang dengan20
 
kelompok yang saling mempengaruhi tindakan sesorang atau prilaku sesorang.Menurut max Weber, tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat.
Interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat, yaitu adanyakontak sosial dan adanya komunikasi.
a. Kontak Sosial
Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yangmerupakan awal terjadinya interaksi sosial dimana masing-masing pihak saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Kontak sosial dapat terjadi secaralangsung maupun tidak langsung, fisik maupun non-fisik. Dalam hal ini kontak sosialtidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga di dunia maya melalui teknologiinternet. Hal mendasar dari interaksi sosial adalah adanya reaksi dari pihak lain.Dengan kata lain, interaksi sosial atau kontak sosial terjadi karena adanya aksi danreaksi dari dua belah pihak atau lebih.Kontak sosial dapat dikatakan positif dan negatif tergantung pada tindakanyang dilakukannya. Kontak sosial yang bersifat positif, apabila kontak sosial itumengarah pada bentuk kerjasama. Sedangkan kontak sosial bersifat negatif apabilamengarah pada pertentangan. Biasanya kontak sosial positif akan mengarah kepadainteraksi sosial yang bersifat asosiatif, yang berbentuk kerjasama, akomodasi,asimilasi dan akulttuasi. Sebalikma kontak sosial yang bersifat negatif akan mengarah
21 Doyle Paul Johnson, teori sosiologi klasik dan modern, jilid I (terj. M.Z Lawang), Jakarta,Gramedia, 1986, Hal. 21922 Soerjono Soekanto, Op. Cit, Hal. 71
21

Activity (45)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arief Budi liked this
Rhony Nuriyant added this note
sangat bermanfaat
Arnadi liked this
Wawan Opas liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->