BAB IIPEMBAHASAN2.1. Pengertian Filsafat Dakwah Secara Etimologis
Pengertian filsafat menurut Poendjawidna mneyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata yang berhubungan rafat dengan kata Yunani, bahkan asalnyamemang dari kata yunani. Ialah
philosopia
. Dalam bahasa Yunani kata
philosopia
merupakan kata majemuk yang terdiri atas
philo
dan
sofhia
;
philo
artinya cinta dalamarti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu berusaha mencapai yang diinginkan itu;
sophia
artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam jadi,menurut nama saja filsafat boleh diartikan ingin mencapai pandai, cinta kepadakebajikan (1974:1).Dan Abubakar Atjeh juga berpendapat bahwa dari segi bahasa, filsafat ialahkeinginnan yang dalam untuk mendapat kebijakan, atau kebijakan keinginan yangmendalam untuk menjadi bijak.Dakwah adalah terma yang terambil dari Al-Qur'an. Ada banyak ayat yangdiantara kata-katanya sama dengan akar kata dakwah, yaitu
dal, ain, wawu
. Menuruthasil penelitian, Al-Qur'an menyebutkan kata da'wah dan derivasinya sebanyak 198kali, tersebar dalam 55 surat dan bertempat dalam 176 ayat. Ayat-ayat tersebutsebagian besar (sebanyak 141) turun di Makkah, 30 ayat turun di Madinah dan 5 ayatdipertentangkan antara Makkah dan Madinah sebagai tempat turunnya, karena ada perbedaan tentang tempat turunnya Surat al-Hajj (QS 22), Yakni surat yang memuatkelima ayat tersebut.Amrullah Acmad berpendapat bahwa pada dasarnya ada dua pola pendefinisian dakwah.
Pertama
dakwah berarti tabligh, penyiaran dan peneranganagama. Pola ini terlihat pada pemikiran Abu Bakar ZAkri, Thoha Yahya Oemar danlain-lain. Pola
kedua
, dakwah diberi pengertian semua usaha dan upaya untuk merealisir ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan manusia. Pola ini terlihat pada pemikiran H. soedirman dan lain-lain. Pola kedua mamasukan tabligh sebagai bagiandari dakwah.Dalam kaitan itu maka filsafat dakwah dapat diberi pengertian sebagai kajianfilsafat Islam yang mendalam tentang status, tujuan dan hakekat dakwah. Dan filsafat3