Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
126Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian dan Objek Kajian Filsafat Dakwah

Pengertian dan Objek Kajian Filsafat Dakwah

Ratings:

4.73

(30)
|Views: 17,422 |Likes:
Published by abdulholik

More info:

Published by: abdulholik on May 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Pada dasarnya, dakwah dapat dipandang sebagai sebuah realitas, dakwahdapat dikaji dan dijelaskan melalui berbagai perspektif, seperti sosiologi, antropologi,sejarah. Politik, dan tentu saja filsafat.Ketika dakwah didekati dari sudut filsafat, dan karenanya kemudian disebutsebagai filsafat dakwah, maka akan segera muncul pertanyaan-pertanyaan mendasar yang harus segera dijawab. Misalnya, apakah dakwah itu? Apakah tujuan dakwah itu?Apakah dakwah diperlukan bagi kehidupan manusia? Mengapa manusia memerlukandakwah? Apa akibatnya kalau tidak ada dakwah?Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan problem ontologis dakwah yang harusdijelaskan oleh filsafat dakwah. Karena ia mengkaji problem ontologis dengansendirinya filsafat dakwah akan berurusan dengan pertanyaan apa yang diketahui atauesensi yang hendak dikaji atau suatu pengkajian teori-teori untuk mengetahui yangterdalam tentang sesuatu atau apa kenyataan (realitas) dari sesuatu itu.Pengertian filsafat dakwah berdasarkan makna filsafat sebagai kegiatan berpikir sesuai hukum berpikir, dapat dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan yangmempelajari secara kritis tentang dan mendalam tentang dakwah dan respons terhadapdakwah yang dilakukan para da'i, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadimanusia yang beriman serta berakhlak mulia. Pada prateknya, filsafat dakwah akanmempelajari secara kritis dan mendalam mengapa ajaran Islam perludikomunikasikan, disosialisasikan,, diinternalisasikan dan diamalkan? Mengapakeyakinan manusia perlu diluruskan? Mengapa pikiran manusia perlu dimerdekandari anasir-anasir irasional? Mengapa jiwa manusia perlu dibersihkan dari hawa nafsuyang buruk? Mengapa nilai-nilai kemanusiaan perlu ditumbuhkembangkan. Inilahsederatan pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara tuntas oleh filasaf dakwah.Fisafat dakwah, dengan merujuk kepada pengertian filsafat dan dakwah dapatdirumuskan sebagai berikut.
Pemikiran secara mendasar, sistematis, logis dan menyeluruh tentang dakwahIslam sebagai sebuah sistem aktualisasi ajaran Islam di sepanjang zaman.
Aktivitas pikiran yang teratur, selaras, dan terpadu dalam mencandra hakekatdakwah Islam pada tataran realitas.1
 
Pengetahuan murni tentang proses internalisasi, tranmisi, tranformasi, dandifusi Islam disepanjang zaman.
Analisis Logis, radikal objektif dan proposional dalam membahas term dakwahIslam daik dari sisi teoritis maupun praktis, yang pertama menggambarkanhakikat dakwah sebagaimana adanya, yang kedua menggambarkan perilakudakwah sebagaimana seharusnya.
Berpikir tentang dasar-dasar dakwah menurut logika dan bebas. Pemikiranyang dimaksud bisa mengandung dua bentuk:
 pertama
, membahas dasar-dasar dakwah secara analitis, kritik tanpa terikat pada ajaran-ajaran agama dan tanpaada tujuan untuk menyatakan kebenaran dakwah.
 Kedua
, membahasa dasar-dasar dakwah secara analitis dan kritis dengan maksud untuk menyatakankebenaran ajaran-ajaran yang disampaikan dalam dakwah, atau sekurang-kurangnya untuk menjelaskan bahwa apa yang disampaikan dalam dakwahtidaklah mustahil dan tidak bertentangan dengan logika.2
 
BAB IIPEMBAHASAN2.1. Pengertian Filsafat Dakwah Secara Etimologis
Pengertian filsafat menurut Poendjawidna mneyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata yang berhubungan rafat dengan kata Yunani, bahkan asalnyamemang dari kata yunani. Ialah
 philosopia
. Dalam bahasa Yunani kata
 philosopia
merupakan kata majemuk yang terdiri atas
 philo
dan
 sofhia
;
 philo
artinya cinta dalamarti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu berusaha mencapai yang diinginkan itu;
 sophia
artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam jadi,menurut nama saja filsafat boleh diartikan ingin mencapai pandai, cinta kepadakebajikan (1974:1).Dan Abubakar Atjeh juga berpendapat bahwa dari segi bahasa, filsafat ialahkeinginnan yang dalam untuk mendapat kebijakan, atau kebijakan keinginan yangmendalam untuk menjadi bijak.Dakwah adalah terma yang terambil dari Al-Qur'an. Ada banyak ayat yangdiantara kata-katanya sama dengan akar kata dakwah, yaitu
dal, ain, wawu
. Menuruthasil penelitian, Al-Qur'an menyebutkan kata da'wah dan derivasinya sebanyak 198kali, tersebar dalam 55 surat dan bertempat dalam 176 ayat. Ayat-ayat tersebutsebagian besar (sebanyak 141) turun di Makkah, 30 ayat turun di Madinah dan 5 ayatdipertentangkan antara Makkah dan Madinah sebagai tempat turunnya, karena ada perbedaan tentang tempat turunnya Surat al-Hajj (QS 22), Yakni surat yang memuatkelima ayat tersebut.Amrullah Acmad berpendapat bahwa pada dasarnya ada dua pola pendefinisian dakwah.
 Pertama
dakwah berarti tabligh, penyiaran dan peneranganagama. Pola ini terlihat pada pemikiran Abu Bakar ZAkri, Thoha Yahya Oemar danlain-lain. Pola
kedua
, dakwah diberi pengertian semua usaha dan upaya untuk merealisir ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan manusia. Pola ini terlihat pada pemikiran H. soedirman dan lain-lain. Pola kedua mamasukan tabligh sebagai bagiandari dakwah.Dalam kaitan itu maka filsafat dakwah dapat diberi pengertian sebagai kajianfilsafat Islam yang mendalam tentang status, tujuan dan hakekat dakwah. Dan filsafat3

Activity (126)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aa'imam Bae added this note
siipp..trims
Setyo Febrian liked this
Eti Sugiarti liked this
Mimi Langkat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->